Daerah  

Kuasa Hukum Juarsah Ragukan Keterangan Saksi-saksi – cakrawalarafflesia


cakrawalarafflesia, PALEMBANG – Di hadapan majelis hakim Tipikor Palembang, terdakwa Juarsah Bupati Muara Enim nonaktif yang diduga turut serta menerima sejumlah aliran dana suap dari 16 paket proyek Dinas PUPR Kabupaten Muara Enim, membantah semua keterangan saksi yang dihadirkan.

Terutama untuk keterangan saksi dan juga terpidana kasus yang sama yakni mantan Bupati Ahmad Yani serta mantan Kadis PUPR Muara Enim Ramlan Suryadi, yang mengatakan Juarsah turut serta menerima uang dari terpidana lainnya bernama Elfin MZ Muchtar.

Dikonfirmasi mengenai bantahan terdakwa Juarsah melalui tim kuasa hukum Dr Saipuddin Zahri SH MH, didampingi oleh Daud Dahlan SH MH dan Taufik Rahmat SH MH pihaknya menilai keterangan saksi-saksi yang dihadirkan tidak cukup kuat untuk membuktikan terdakwa Juarsah terlibat dalam perkara dugaan pembagian fee 16 paket proyek di Kabupaten Muara Enim.

“Selain tadi klien kami membantah, kami juga menilai keterangan saksi-saksi yang dihadirkan sangat diragukan kebenarannya, karena tidak ada satu saksi pun yang melihat langsung Juarsah menerima uang, hanya berdasarkan cerita orang saja,” kata Saipuddin diwawancarai usai sidang, Kamis (12/8) sore.

Saipuddin juga menjelaskan, sebagaimana keterangan saksi Ahmad Yani mengatakan Juarsah membutuhkan sejumlah uang untuk dana kampanye legislatif istri dan anak Juarsah kala itu, dan menerima uang sebesar Rp 4 miliar dari terpidana Elfin.

“Sementara keterangan berbeda juga disampaikan oleh saksi Ramlan Suryadi yang mengatakan klien kami menerima hanya sebesar Rp 1 miliar saja, dari situ saja jelas berbeda-beda keterangannya,” ungkap mantan hakim Adhoc PN Palembang ini kepada awak media.





Melansir Sumeks co

Baca Juga  Rapat, Seklur Ditinju Lurah – cakrawalarafflesia Terbaru Tepercaya