Islami  

Macam-Macam Shalat Sunnah Lengkap dengan Niatnya 2021

CakrawalaSulsel – Shalat sunnah itu bermacam-macam jenis. Ada yang dianjurkan untuk dilakukan secara berjamaah, ada juga yang tidak.

Ibadah ini akan mendatangkan pahala bagi yang mengerjakannya, namun tidak akan mendatangkan dosa bagi yang meninggalkannya.

Rasulullah Saw bersabda:

“Jika seorang hamba Allah SWT sholat demi allah SWT 12 raka’at (sunah) setiap hari, sebelum dan setelah sholat wajib, maka Allah SWT akan membangunkannya sebuah rumah di surga atau rumah akan dibangun untuknya di surga. Aku tidak pernah absen melakukannya, sejak mendengarnya dari Rasulullah SAW.” (HR Muslim).

Lantas, tahukah Anda macam-macam sholat sunnah lengkap dengan niatnya? Berikut Dalam pelaksanaannya:

1. Shalat sunnah yang dikerjakan tidak berjamaah

  • Shalat rawatib
  • Shalat wudhu
  • Shalat dhuha
  • Shalat tahiyyatul masjid
  • Shalat tahajjud
  • Shalat hajat
  • Shalat istikharah
  • Shalat mutlak
  • Shalat awwabin
  • Shalat tasbih
  • Shalat taubat

2. Shalat sunnah yang disunnahkan mengerjakan dengan berjamaah

  • Shalat tarawih dan witir
  • Shalat idul fitri dan idul adha
  • Shalat gerhana bulan dan matahari
  • Shalat istisqo atau meminta hujan

Namun dalam artikel ini, kami hanya akan membahas tentang shalat sunnah yang hanya dikerjaan untuk tidak berjamaah. Simak penjelasannya di bawah ini:

shalat sunnah yang hanya dikerjaan untuk tidak berjamaah

shalat sunnah
shalat sunnah

1. Shalat Rawatib

Shalat rawatib adalah yang dikerjakan sebelum dan sesudah shalat fardlu. Shalat ini terdiri dari 22 rakaat yakni:

  • 2 rakaat sebelum shalat subuh
  • 2 rakaat sebelum shalat dhuhur dan 2 atau 4 rakaat sesudah shalat dhuhur.
  • 2 rakaat atau 4 rakaat sebelum shalat ashar
  • 2 rakaat sesudah shalat maghrib
  • 2 rakaat sebelum shalat isya dan 2 rakaat sesudah shalat isya

Di antara shalat tersebut di atas ada yang dinamakan sunnah muakkad yang artinya sunnah yang terbilang sangat kuat diantaranya sebagai berikut:

Dua rakaat sebelum shalat subuh

Niatnya: “Ushalli sunnatash shubhi tak’ataini qabliyyatan lillahi ta’ala”

Artinya: Aku niat shalat sunnah sebelum shubuh dua rakaat karena Allah ta’ala.

Dalam shalat sunnah jika dilakukan sebelum shalat subuh ini ternyata memiliki manfaat luar biasa seperti disabdakan Nabi Muhammad Saw.

Dari Aisyah r.a bahwa Rasulullah bersabda:

“Dua rakaat fajar shalat sunnah yang dikerjakan sebelum subuh itu lebih baik daripada dunia dan seisinya” (H.R. Muslim).

Dua rakaat sebelum shalat dhuhur

Niatnya: “Ushalli sunnatadh dhuhri rak’ataini qabliyyatan lillahi ta’aala”

Artinya: Aku niat shalat sunnah sebelum dhuhur dua rakaat karena Allah ta’ala.

Dua rakaat sesudah dhuhur

Niatnya: “Ushalli sunnatadh dhuhri rak’ataini ba’diyyatan lillahi ta’ala”

Artinya: Aku niat shalat sunnah sesudah dhuhur dua rakaat karena Allah ta’ala.

Dua rakaat sebelum shalat ashar

Niatnya: “Ushalli sunnatal ashri rak’ataini qabliyyatan lillahi ta’ala”

Artinya: Aku niat shalat sunnah sebelum ashar dua rakaat karena Allah ta’ala

Dua rakaat sesudah maghrib

Niatnya: “Ushalli sunnatal maghrib rak’ataini ba’diyyatan lillahi ta’ala”

Artinya: Aku niat shalat sunnah sesudah maghrib dua rakaat karena Allah ta’ala.

Dua rakaat sebelum shalat isya

Niatnya: “Ushalli sunnatal isyaa-i rak’ataini qabliyyatan lillahi ta’ala”

Artinya: Aku niat shalat sunnah sebelum isya dua rakaat karena Allah ta’ala.

Baca Juga  Surat Yasin, Arab, Latin, Terjemahan dan PDF

Dua rakaat sesudah shalat isya

Niatnya: “Ushalli sunnatal isyaa-i rak’ataini ba’diyyatan lillahi ta’ala”

Artinya: Aku niat shalat sunnah sesudah isya dua rakaat karena Allah ta’ala.

Shalat-shalat di atas dinamakan “Qabliyah” jika dikerjakan sebelum shalat fardlu. Sementara “Ba’diyah” jika dikerjakan sesudah shalat fardlu.

Shalat tersebut saat hendak melaksanakannya tidak dengan adzan dan iqamah, dikerjakan tidak dengan berjamaah dan bacaannya pun tidak dilakukan dengan suara keras atau dinyaringkan.

Jika dikerjakan lebih dari dua rakaat, tiap-tiap dua rakaat satu salam. Dan diutamakan saat melaksanakan shalat sunnah sebaiknya pindah atau bergeser sedikit dari tempat shalat fardlu yang baru saja dikerjakan.

Shalat wudhu

Saat hendak melaksanakan shalat tentu kita diwajibkan untuk berwudhu terlebih dahulu. Selain itu, juga disunnahkan untuk melaksanakan shalat sunnah wudhu dua rakaat.

Berikut niat dan cara mengerjakannya:

Setelah berwudhu kita disunnahkan untuk membaca doa. Seperti di bawah ini:

“Asyhadu allaa ilaaha illallah wahdahuulaa syariika lahu. Wa asyhadu anna muhammadan ‘abduhu wa rasuuluhu. Allahummaj ‘alnii minattawwaabiina, waj’alnii minalmutathahhiriina, waj’alnii min ‘ibaadikash shaalihiina”

Artinya: Aku bersaksi tiada Tuhan melainkan Allah dan tidak ada yang menyekutukan baginya. Dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah hambanya dan utusannya. Ya Allah jadikanlah aku orang yang ahli taubat, dan jadikanlah aku orang yang suci dan jadikanlah aku dari golongan orang-orang yang shaleh.

Setelah membaca doa tersebut, kita lalu melaksanakan shalat sunnah wudhu dua rakaat.

Niatnya: “Ushalli sunnatal wudluu-i rak’ataini lillahi ta’ala”

Artinya: Aku niat shalat sunnah wudhu dua rakaat karena Allah ta’ala.

3. Shalat Dhuha

Shalat dhuha adalah shalat sunnah yang dikerjakan pada waktu matahari sedang naik atau pukul tujuh pagi hingga masuk waktu dhuhur.

Sementara Jumlah Shalat ini boleh dilakukan dengan jumlah rakaat yakni, dua rakaat, empat rakaat, enam rakaat, maupun delapan rakaat.

Niatnya sebagai berikut:

“Ushalli sunnatadl dluhaa rak’ataini lillahi ta’ala”

Artinya: Aku niat shalat sunnah dhuha dua rakaat karena Allah ta’ala.

Bacaan surat shalat dhuha pada rakaat pertama ialah surat Asy-syams. Sementara pada rakaat kedua yaitu surat Ad-duha.

Dalam hadits diriwayatkan oleh Abu Hurairah r.a. Nabi Muhammad Saw bersabda:

“Siapa saja yang dapat mengerjakan shalat dhuha dengan langgeng, akan diampuni dosanya oleh Allah, sekalipun dosa itu sebanyak busa lautan” (H.R. Turmidzi)

4. Shalat Tahiyyatul Masjid

Shalat tahiyyatul masjid adalah shalat sunnah yang dikerjakan saat masuk masjid. Shalat ini sebagai penghormatan kita kepada mesjid sehingga.

Shalat ini dikerjakan saat kita tiba dalam mesjid dan sebelum duduk terlebih dahulu kita melaksanakan shalat sunnah dua rakkat.

Niat shalat tahiyyatul masjid yaitu:

“Ushalli sunnata tahiyyatal masjidi rak’ataini lillahi ta’ala”

Artinya: Aku niat shalat sunnah tahiyyatal masjid dua rakkat karena Allah ta’ala.

– Doa Ketika Masuk Masjid

“Allahummaghfir lii dzunuubi waf-tah lii abwaaba rahmatika”

Artinya: Ya Allah ya Tuhan kami, ampunilah dosa-dosa kami, bukakanlah pintu-pintu rahamat dan restumu.

– Doa Ketika Keluar Masjid

“Allahummaghfir lii dzunuubi waf-tah lii abwaaba fadlika. Allahimma’shimnii minasy syaithaanirajim”

Artinya: Ya Allah ya Tuhan kami, ampunilah dosa-dosa kami dan bukakanlah bagiku pintu-pintu kemurahanmu. Ya Allah kami mohon berlindung dari syaitan yang terkutut.

5. Shalat Tahajjud

Shalat tahajjud adalah shalat sunnah yang dilakukan pada waktu malam, sedikitnya dua rakaat dan sebanyak-banyaknya tidak terbatas.

Shalat ini dapat dilakukan apabila sesudah bangun dari tidur malam, meski hanya sebentar saja. Jadi, jika shalat sunnah ini dilakukan tanpa menyempatkan tidur sebelumnya, maka itu bukan shalat tahajjud namanya, melainkan shalat sunnah biasa.

Maka dari itu, jika hendak kita melaksanakan shalat tahajjud, terlebih dahulu kita menyempatkan diri untuk tidur sejenak, meski hanya sebentar saja.

Waktu ibadah shalat tahajjud ini boleh dilakukan sesudah shalat Isya hingga waktu subuh. Namun ada saat-saat utama yang lebih baik untuk melakukannya sepanjam malam itu dan dapat terbagi menjadi tiga bagian yakni:

  1. Sepertiga pertama: Dari pukul 19.00-22.00. (Ini saat utama).
  2. Sepertiga kedua: Dari pukul 22.00 hingga pukul 01.00. (Ini saat paling utama).
  3. Sepertiga ketiga: Dari pukul 01.00 hingga masuknya waktu subuh. (Ini saat yang paling utama dari kedua waktu tersebut).
Baca Juga  Ini Doa Rasulullah Setelah Sholat Dhuha yang Perlu Diketahui

Niat Shalat Tahajjud

“Ushalli sunnatat tahajjudi rak’ataini lillahi ta’ala”

Artinya: Aku niat shalat sunnah tahajjud dua rakaat karena Allah ta’ala.

6. Shalat Hajat

Salat Hajat adalah salat sunnat yang dilakukan seorang muslim saat memiliki hajat tertentu dan ingin dikabulkan Allah. Shalat hajat dikerjakan antara dua rakaat hingga 12 rakaat dengan tiap-tiap dua rakaat satu salam.

Waktu shalat hajat bisa siang atau malam, asalkan tidak pada waktu yang terlarang. Adapun yang dimaksud dengan waktu terlarang mengerjakan sholat hajat adalah setelah subuh sampai terbit matahari, setelah waktu asar, dan lainnya.

Niat Shalat Hajat

“Ushalli sunnatal haajati rak’ataini lillahi ta’ala”

Artinya: Aku niat shalat sunnah hajat dua rakaat karena Allah ta’ala

Doa Shalat Hajat:

Setelah melaksanakan shalat hajat, dianjurkan membaca istighfar sebanyak 100 kali.

اَسْتَغْفِرُ اَللّهَ الْعَظِیْمَ

“Astaghfirullah al adzim”

Artinya: Aku mohon ampun kepada Allah yang Maha Agung

Atau yang lebih lengkap lagi seperti ini :

اَسْتَغْفِرُاللهَ رَبِّي مِنْ كُلِّ ذَنْبٍ وَاَتُوبُ اِلَيْهِ

“Astaghfirullaha Robbii min kulli dzanbin wa atuubu ilayhi”

Artinya : Aku Memohon ampunan kepada Allah Tuhanku, dari dosa-dosa dan aku bertaubat kepada-Mu

Membaca Sholawat Nabi

Selesai membaca istighfar dilanjutkan kembali dengan mambaca sholawat keatas Nabi Muhammad Saw, sebanyak 100 kali yaitu:

اَللَّهُمَّ صَلِّى عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَاةَ الرِّضَا وَارْضَ عَنْ اَصْحَابِ الرِّضَاالرِّضَا

“Allahimma sholli ‘alaa muhammadin sholatar ridhoo wardho’an ashaabir ridhoo”

Artinya: Yaa Allah, beri karunia kesejahteraan atas junjungan kami Nabi Muhammad, kesejahteraan yang diridhoi dan ridhoilah dari para sahabt sekalian.

Berikut ini adalah doa setelah sholat hajat:

لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ الْحَلِيْمُ الْكَرِيْمُ سُبْحَانَ اللهِ رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيْمِ .اَلْحَمْدُ ِللهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ. اَسْأَلُكَ مُوْجِبَاتِ رَحْمَتِكَ وَعَزَائِمَ مَغْفِرَتِكَ وَالْعِصْمَةَ مِنْ كُلِّ ذَنْبٍ وَّالْغَنِيْمَةَ مِنْ كُلِّ بِرٍّ وَّالسَّلاَمَةَ مِنْ كُلِّ إِثْمٍ لَاتَدَعْ لِيْ ذَنْبًا إِلاَّ غَفَرْتَهُ وَلاَ هَمًّا إِلاَّ فَرَّجْتَهُ وَلاَ حَاجَةً هِيَ لَكَ رِضًا إِلاَّ قَضَيْتَهَا يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ

“Laa illaaha illallaahul-haliimul-kaarim, subhaanallaahi rabbil’arsyil-‘adzim. Al-hamdu lillaahi rabbil-‘aalamiin. As’aluka muujibaati rahmatika wa ‘azaa’ima magfiratika wal -‘ismata min kulli dzambiw wal-ganiimata min kulli birriw was-salaamata min kulli istmin, laa tada’ lii dzamban illaa gafartahuu wa laa hamman illaa farrajtahuu wa laa haajatan hiya laka ridan illaa qadaitahaa yaa arhamar-raahimiin’.

Artinya: “Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah Yang Maha Penyantun lagi Maha Mulia, Maha Suci Allah, Tuhan yang memiliki Ars yang besar. Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam. Aku memohon kepada-Mu hal-hal yang mendatangkan rahmat-Mu dan hal-hal yang memastikan ampunan-Mu, dan terpelihara dari semua dosa yang menjarah setiap kebaikan dan selamat dari semua dosa. Janganlah Engkau tinggalkan suatu dosa pun bagiku, melainkan Engkau mengampuninya, dan tidak pula kesusahan melainkan Engkau berikan penawar kepadanya dan tidak pula suatu keperluan yang diridhoi oleh-Mu melainkan Engkau memastikan buatku, wahai Yang Maha Penyayang di antara para penyayang.”

Setelah membaca doa di atas, kemudian memohonlah kepada Allah agar apa yang Anda harapkan dapat terkabulkan.

7. Shalat Istikharah

Shalat Istikharah adalah shalat sunnah yang dikerjakan untuk meminta petunjuk Allah oleh mereka yang berada di antara beberapa pilihan dan merasa ragu-ragu untuk memilih atau saat akan memutuskan sesuatu hal.

Sholat istikharah adalah sholat sunah 2 rakaat yang telah diajarkan oleh Rasulullah SAW untuk menentukan pilihan yang mendesak.

Waktu shalat istikharah bisa dilakukan pada pagi, petang dan malam. Waktu shalat istikharah juga boleh dilakukan pada sepertiga malam. Selepas shalat tahajud boleh juga melaksanakan shalat istikharah.

Shalat istikharah diawali dengan membaca niat yang dapat diucapkan dalam hati. Berikut niat sholat istikharah:

أصلى سنة الإستخارة ركعتين لله تعالى

“Ussholli sunnatan istikhoroti rak’ataini lillahi ta’ala.”

Artinya: Saya berniat sholat sunnah istikharah dua rakaat karena Allah Ta’ala

8. Shalat Sunnah Mutlak

Shalat sunnah mutlak adalah shalat sunnah yang dilakukan tanpa terikat oleh waktu, seperti waktu-waktu shalat lima waktu. Juga tidak disebabkan adanya sebab tertentu, seperti ketika hendak bepergian, ingin meminta hujan, dan lainnya.

Shalat Sunnah Mutlak dapat dilakukan tanpa memerlukan sebab tertentu dan kapan saja kecuali waktu-waktu yang diharamkan untuk mengerjakan shalat. Jumlah rakaatnya tidak terbatas dan dilakukan dengan seri 2 rakaat.

Shalat sunnah mutlak yang dilakukan di malam hari, lebih utama dibandingkan shalat sunnah mutlak yang dilakukan di siang hari.

Baca Juga  Kisah Abu Qilabah yang Sabar dan Bersyukur kepada Allah

Niat bisa dilakukan dalam hati tanpa perlu mengucapkan secara lisan. Namun apabila ingin melisankan niat shalat mutlak, dapat mempergunakan lafal berikut:

أُصَلِّيْ سُنَّةً رَكْعَتَيْنِ لِلّٰهِ تَعَالَى

“Ushallî sunnatan rak’ataini lillâhi ta’âla”

Artinya, “Saya niat shalat sunnah dua rakaat karena Allah ta’ala.”

9. Shalat Sunnah Awwabin

Shalat sunnah awwabin, termasuk sholat yang dianjurkan dan dikerjakan sesudah sunnah bada maghrib atau rawatib badiyah. Disunnahkan pula bagi siapa saja yang mengerjakan sholat dua sampai enam rakaat.

Disunnahkan pula bagi siapa saja yang mengerjakan salat dua sampai enam rakaat.

Salat sunnah Awwabin dikerjakan antara Maghrib dan Isya dengan 2, 4 atau 6 rakaat. Paling banyak 20 rakaat dengan sepuluh salam. Salat ini sering dikerjakan oleh Rasulullah Saw dan para sahabat sembari menanti masuknya waktu Isya.

Berikut Lafaz Niat Salat Sunnah Awwabin:

اُصَلِّى سُنَّةً الأَوَّابِينَ رَكَعَتَيْنِ ِللهِ تَعَالَى

“Usholli sunnatal Awwabiina Rak’ataini Lillahi Ta’ala”

Artinya: Aku niat Salat Sunnah Awwabin dua rakaat karena Allah Ta’ala.

10. Shalat Sunnah Tasbih

Shalat tasbih merupakan shalat sunnah yang diiringi bacaan tasbih sebanyak 300 kali. Sholat ini dapat menjadi salah satu amalan untuk mendapatkan malam Lailatul Qadar.

shalat tasbih ini terdiri dari empat rakaat dan dalam empat rakaat tersebut terdapat bacaan tasbih sejumlah 300 tasbih.

Kapan waktu shalat tasbih?

Di siang hari, dilakukan sesudah sholat zuhur, atau malam hari. Sholat tasbih tidak boleh dilakukan saat munculnya matahari, atau waktu setelah subuh dan sebelum dzuhur.

Adapun tujuan pelaksaan sholat khusus ini untuk meminta ampunan pada Allah SWT agar digugurkan dosanya selama hidup di dunia.

Berikut adalah niat sholat tasbih berdasarkan perbedaan rakaat, siang, dan malam.

Bacan niat sholat tasbih 4 rakaat dengan 1 kali salam antara lain:

أُصَلِّيْ سُنَّةَ التَسْبِيْحِ أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ لِلهِ تَعَالَى

“Usholli sunnat tasbihi arba‘a rak‘atin lillahi ta‘ala“

Artinya: “Aku berniat salat sunah tasbih, empat rakaat karena Allah ta’ala“.

Sementara untuk bacaan niat sholat tasbih 4 rakaat dengan 2 kali salam:

أُصَلِّيْ سُنَّةَ التَسْبِيْحِ رَكْعَتَيْنِ لِلهِ تَعَالَى

“Usholli sunnat tasbihi rak‘ataini lillahi ta’ala“

Artinya: “Aku berniat salat sunah tasbih dua rakaat karena Allah ta’ala”.

Adapun bacaan tasbih dalam sholat tasbih berbunyi,

سُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَلاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ

“Subhanallah walhamdulillah wala ilaha illallohu allohu akbar.”

Dengan bacaan tersebut, urutan tata cara sholat tasbih adalah sebagai berikut:

  • 15 kali membaca tasbih setelah mengucapkan surat pendek.
  • Membaca tasbih 10 kali setelah bacaan ruku selesai.
  • 10 kali membaca tasbih setelah bacaan iktidal selesai.
  • Membaca tasbih 10 kali setelah bacaan sujud selesai.
  • 10 kali membaca tasbih setelah bacaan iftirasy selesai.
  • Membaca tasbih 10 kali setelah bacaan sujud selesai.
  • 10 kali membaca tasbih setelah bacaan atahiyat atau sebelum salam

Tentunya ini dilakukan dengan total 4 rakaat untuk mencapai hingga 300 tasbih.

Baca Juga: Bacaan Dzikir Pagi dan Petang Lengkap Latin dan Artinya

11. Shalat Sunnah Taubat

Shalat Taubat adalah salat Sunnah yang dilakukan seorang muslim saat ingin bertobat terhadap kesalahan yang pernah ia lakukan. Salat taubat dilaksanakan dua raka’at dengan waktu yang bebas kecuali pada waktu yang diharamkan untuk melakukan shalat.

Shalat taubat bisa dilakukan kapan saja, baik di waktu siang maupun malam hari. Namun, sebagian ulama menyarankan untuk melaksanakannya di waktu sepertiga malam atau bisa dilakukan selama waktu salat tahajud dilaksanakan.

Wajib hukumnya untuk meminta ampun atas dosa yang sudah dilakukan. Shalat taubat dilakukan sebanyak dua rakaat dengan sekali salam. Shalat ini juga bisa dikerjakan dalam empat atau enam rakaat.

Keutamaan bertaubat disebutkan dalam firman Allah SWT, yakni QS. Ali Imran ayat 135:

“Dan orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya, sedang mereka mengetahui.”

Niat Shalat Taubat

Adapun niat salat tobat adalah sebagai berikut:

أُصَلِّي سُنَّةَ التَّوْبَةِركعتين مستقبل القبلة لله تعالى

“Usholli sunnatat taubati rok’ataini mustaqbilal qiblati lillahitaala”

Artinya: Saya berniat salat sunah tobat dua raka’at dengan menghadap kiblat karena Allah SWT.

Itulah macam-macam shalat sunnah lengkap dengan niatnya yang dapat kami rampung, semoga apa yang dapat kami sajikan akan bernilai ibadah.