Tips  

Hak dan Kewajiban Istri Terhadap Suami dalam Islam

CakrawalaSulsel – Banyak cara membangun rumah tangga agar menjadi tentram dan bahagia, salah satunya memenuhi hak dan kewajiban istri. Dalam Islam, suami berperan sebagai pemimpin yang memiliki tanggung jawab dalam rumah tangganya.

Allah berfirman:

“Kaum laki-laki adalah pemimpin bagi kaum perempuan, oleh karena Allah telah melebihkan sebagian mereka (laki-laki) atas sebagian yang lain (perempuan) dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka. Sebab itu, maka perempuan yang shalih ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara (mereka),”. (An-Nisaa’: 34).

Meski demikian, hak dan kewajiban istri tetap berusaha terbangun selama hal itu tidak keluar dari ajaran Islam. Seperti yang ditegaskan oleh Allah Swt dalam kitab Al-Qur’an surat An Nisa ayat 34.

“Maka istri-istri yang shaleh itu ialah yang taat kepada Allah dan memelihara diri ketika suaminya tidak ada. Oleh karenanya Allah telah memelihara (menjaga) mereka,”.

Jadi, masing-masing mempunyai perannya yang berbeda, hak dan kewajiban istri tetap dipatuhi, sementara suami juga tetap berpegang dalam keimanan dalam memimpin keluarga sebagaimana mewujudkan sebuah keluarga yang bahagia.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman dalam Al-Qur’an surat Ar-Rum Ayat 21:

“Dan di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya ialah Dia menciptakan pasangan-pasangan untukmu dari jenismu sendiri, agar kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan Dia menjadikan di antaramu rasa kasih dan sayang. Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang berpikir.”

Kewajiban Istri Terhadap Suami dalam Islam

Dalam ajaran agama Islam, sudah menjadi kewajiban seorang istri untuk mematuhi dan taat terhadap suami karena perannya sebagai pemimpin keluarga. Kebahagiaan rumah tangga akan terwujud jika pasangan suami istri saling memenuhi hak dan kewajiban istri.

Melansir dari, palangkaraya.go.id, kewajiban istri terhadap suami dalam ajaran agama Islam adalah sebagai berikut:

1. Taat terhadap suami

Ilustrasi: Istri taat terhadap suami
Ilustrasi: Istri taat terhadap suami

Selain taat terhadap suami, salah satu kewajiban istri adalah selalu menuruti suami, kecuali dalam hal-hal yang melarang aturan agama Islam dan atau kesusilaan.

Sebagaimana Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an Surah An-Nisa ayat 34:

Baca Juga  cara merubah/Merubah bahasa blog di blogger

“Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka. Sebab itu maka wanita yang salehah ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara (mereka). Wanita-wanita yang kamu khawatirkan nusyuznya, maka nasehatilah mereka dan pisahkanlah mereka di tempat tidur mereka, dan pukullah mereka. Kemudian jika mereka mentaatimu, maka janganlah kamu mencari-cari jalan untuk menyusahkannya. Sesungguhnya Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.”

2. Mengikuti tempat tinggal suami

Ilustrasi: Mengikuti tempat tinggal suami
Ilustrasi: Mengikuti tempat tinggal suami

Selain taat dan patuh terhadap suami, kewajiban istri adalah mengikuti dimana suami bertempat tinggal, Karena hal tersebut untuk memperkuat hak dan kewajiban istri dalam berumah tangga.

Sebagaimana firman Allah SWT sebagai berikut:

“Tempatkanlah mereka (para istri) di mana kamu (suami) bertempat tinggal menurut kemampuan kamu,…” (QS. Ath Thalaaq: 6).

3. Menjaga diri saat suami tidak di rumah

Istri saat Menjaga diri saat suami tidak di rumah
Istri saat Menjaga diri saat suami tidak di rumah

Salah satu hak dan kewajiban istri adalah apabila seorang wanita yang sudah menikah dan sah menjadi istri, sudah sepantasnya menjaga dirinya saat suami tidak berada di rumah, entah suami bepergian atau tengah mencari nafkah, maka harus membatasi tamu-tamu yang datang ke rumah.

Ketika ada tamu lawan jenis maka yang harus dilakukan adalah tidak menerimanya masuk ke dalam rumah kecuali jika ada suami yang menemani dan seizin suami. Karena perkara yang dapat berpotensi mendatangkan fitnah haruslah dihindari.

Allah SWT berfirman, “Wanita shalihah adalah yang taat kepada Allah dan menjaga diri ketika suaminya tidak ada oleh karena Allah telah memelihara mereka.” (QS. Annisa:34).

4. Melayani Suami

Ilustrasi: Kewajiban istri melayani suami
Ilustrasi: Kewajiban istri melayani suami

Selain hak yang harus terpenuhi oleh suami, melayani ajakan suami dalam bersenggama merupakan kewajiban istri yang harus dipenuhi kecuali ada alasan yang dapat dibenarkan menurut syara seperti sedang haid. Apabila istri menolak ajakan suami maka malaikat akan melaknatnya.

Allah SWT berfirman:

Istri-istrimu adalah (seperti) tanah tempat kamu bercocok tanam, maka datangilah tanah tempat bercocok-tanammu itu bagaimana saja kamu kehendaki. Dan kerjakanlah (amal yang baik) untuk dirimu, dan bertaqwalah kepada Allah dan ketahuilah ahwa kamu kelak akan menemui-Nya. Dan berilah kabar gembira orang-orang yang beriman. (QS. Al Baqarah: 223).

Baca Juga  Cara Mengetahui Seorang Pria Belum Pernah Pacaran, Ini Tanda-Tandanya

Sementara dalam hadits, Rasulullah SAW telah bersabda:

“Jika seorang suami memanggil istrinya untuk tidur di tempat peraduannya kemudian dia menolak (untuk datang) hingga suaminya itu marah terhadap istrinya semalam suntuk makan malaikat akan melaknatinya hingga pagi. (HR Bukhari dan Muslim).

Berikut kami rangkum hak dan kewajiban istri terhadap suami dalam Islam. Simak selengkapnya di bawah ini!

Hak Istri Terhadap Suami

Hak istri terhadap suami yang wajib didapatkan dari suami
Hak istri terhadap suami yang wajib didapatkan dari suami

Diperlakukan dengan baik oleh suami adalah hak yang wajib didapatkan oleh istri. Bimbingan dan nasehat serta sikap lemah lembut adalah jalan menuju kebahagian dalam rumah tangga. Olehnya itu, jika ingin hidup bahagia hak dan kewajiban istri harus terpenuhi.

Sebagaimana yang disabdakan Rasulullah saw:

“Orang mukmin yang paling sempurna imannya ialah yang paling bagus akhlaknya, dan sebaik-baik kalian adalah yang paling baik terhadap isterinya,”. (At-Tirmidzi)

1. Hak Mahar

Ilustrasi: Hak mahar yang harus diberikan suami kepada istrinya
Ilustrasi: Hak mahar yang harus diberikan suami kepada istrinya

Dalam Islam, hak berupa mahar atau mas kawin adalah salah satu syarat yang harus diberikan suami kepada istrinya karena itu menjadi salah satu hak-hak dan kewajiban istri yang harus didapatkan dari suami. Sebagaimana dalam perkawinan bahwa hak yang pertama ditetapkan oleh Islam adalah hak perempuan menerima mahar.

Allah SWT berfirman dalam surat An-Nisa’ Ayat 4:

“Dan berikanlah maskawin (mahar) kepada perempuan (yang kamu nikahi) sebagai pemberian yang penuh kerelaan. Kemudian, jika mereka menyerahkan kepada kamu sebagian dari (maskawin) itu dengan senang hati, maka terimalah dan nikmatilah pemberian itu dengan senang hati.”.

Meskipun menjadi syarat sebagai akad nikah, mahar juga sangat dianjurkan untuk dipermudah agar memiliki keberkahan. Seperti halnya yang disabdakan oleh Rasulullah saw:

“Pernikahan yang paling besar keberkahannya adalah yang paling ringan maharnya,” (HR. Ahmad).

2. Hak Nafkah

Ilustrasi: Hak nafkah untuk Istri yang harus dipenuhi oleh suami
Ilustrasi: Hak nafkah untuk Istri yang harus dipenuhi oleh suami

Nafkah adalah penyediaan kebutuhan istri terhadap suaminya adalah tempat tinggal, makanan, dan pakaian. Dan itu kewajiban suami memberikan nafkah kepada istrinya sesuai kemampuannya.

Melansir dari laman, islam.nu.or.id, ulama bersepakat kewajiban suami memberikan nafkah kepada istrinya berdasarkan ayat berikut:

Baca Juga  Sebelum Dibutakan oleh Cinta? Perhatikan 7 Poin Penting Ini

“Hendaklah orang yang mampu memberi nafkah menurut kemampuannya. Orang yang disempitkan rezekinya hendaklah memberi nafkah dari harta yang diberikan Allah kepadanya. Allah tidak memikulkan beban kepada seseorang melainkan sekadar apa yang Allah berikan kepadanya,”. (Surat At-Thalaq ayat 7).

Lantas hak nafkah apa saja yang diterima istri dari suaminya?

Yang disebutkan dalam nash Al-Qur’an dan hadits adalah:

“Tempatkanlah mereka (para istri) di mana kamu bertempat tinggal menurut kemampuanmu. Janganlah kamu menyusahkan mereka untuk menyempitkan (hati) mereka,” (Surat At-Thalaq ayat 6).

Riwayat Mu‘awiyah al-Qusyairi menyebutkan bahwa dirinya bertanya kepada Rasulullah tentang hak istrinya.

Beliau menjawab:

“Engkau beri dia makan jika engkau makan. Engkau beri dia pakaian jika engkau memiliki memiliki pakaian,” (HR Ahmad).

Berdasarkan nash Al-Qur’an dan hadits di atas hak nafkah istri dari suaminya adalah tempat tinggal, makanan, dan pakaian. Namun, di samping makanan, pakaian, dan tempat tinggal, Syekh Az-Zuhayli menambahkan lauk-pauk, alat kecantikan, peralatan rumah tanggal, termasuk asisten rumah tangga.

Kapan seorang istri berhak mendapat nafkah dan kapan hak nafkahnya gugur?

Syekh Sayyid Sabiq merinci lima syarat seorang istri mendapatkan nafkah. Berikut uraiannya:

  1. Suami dan istri terikat akad nikah yang sah
  2. Istri memasrahkan dirinya kepada suami
  3. Suami berkesempatan untuk bersenang-senang layaknya suami-istri
  4. Istri tidak menolak untuk dipindahkan ke tempat yang diinginkan suami
  5. Keadaan suami dan istri sudah normal secara seksual dan bukan anak di bawah umur (Lihat: Fiqhus Sunnah, jilid II, halaman 170).

Artinya, ketika syarat-syarat itu tidak terpenuhi, maka istri tidak berhak mendapatkan nafkah dari suami.

Begitu pula ketika istri tidak memasrahkan dirinya kepada suami, atau istri tidak mau diajak berhubungan intim, atau tidak mau diajak pindah rumah yang diinginkan suami tanpa ada alasan yang kuat, maka gugurlah hak nafkahnya. Sebab, perkara yang menggugurkan itu datang dari pihak istri.

Itulah rangkuman beberapa hak dan kewajiban istri terhadap suami dalam Islam. Kunci kebahagiaan dalam rumah tangga adalah terciptanya cintah dan kasi yang dimiliki oleh dua insan yaitu suami dan istri.