Daerah  

Antisipasi Keramaian Nataru, Dishub Koordinasi – cakrawalarafflesia


cakrawalarafflesia, PALEMBANG – Perayaan Natal 2021 dan Tahun Baru (Nataru) 2022 diprediksi bakal lebih ramai  dibandingkan tahun baru. Karena itu, Dishub Sumsel akan membahas tentang euforia Nataru itu bersama pemerintah pusat dengan seluruh pemerintah provinsi se-Indonesia.

“Tadi ada arahan dari Menko Kesra, Menhub, Menteri PU, Menkes dan BMKG, kita masih menunggu arahan juga dari Satgas Penanganan COVID-19,” kata Ari Narsa, kepala Dinas Perhubungan Sumsel saat dibincangi di kantornya, Jumat (29/10).

Untuk itu, nantinya akan ada kejibakan dari pemerintah pusat untuk mengatasi momen Nataru berupaya pada moment tersebut bisa menjadi pemicu penyebaran COVID-19. Namun yang jelas, mengantisipasi tingginya mobilitas saat Nataru nanti, sudah diputuskan bahwa cuti bersama pada momen itu ditiadakan. Hal ini juga telah diputuskan oleh pemerintah pusat.

“Pembatasan akan tetap ada, yang jelas cuti bersama Natal nanti ditiadakan,” jelasnya.

Dia berharap, kenaikan kasus seperti yang terjadi di luar negeri tidak terjadi di Indonesia, khususnya di Sumsel. Untuk itu, dia mengatakan, tetap masih menerapkan pemeriksaan random untuk angkutan darat, di pelabuhan juga masih dimintakan surat negatif COVID-19 dan angkutan lainnya.

“Harus tetap dengan protokol kesehatan, sesuai dengan aturan yang ditetapkan pusat,” katanya.

Kemungkinan, saat momen Nataru nanti, pengetatan mobilitas dilakukan pada saat Natal dan malam tahun baru. Mungkin pada saat 25 (Desember) dan 1 Januari saja (yang bakal lebih, diperketat mobilitas masyarakat).

“Apapun kebijakan pusat, kita di daerah beraama stakeholder terkait TNI, Polri, Dinkes dan lainnya siap menjalankan ketentuan kebijakan pusat,” tegasnya.

Lanjutnya, pembatasan antar daerah juga belum tentu dilakukan karena belum ada acuan dari pusat untuk dilaksanakan. Setidaknya, mereka yang melakukam perjalanan ini sudah memiliki aplikasi Peduli Lindungi. Artinya, masyarakat yang melakukan perjalanan sudah melakukan program vaksinasi. Aplikasi Peduli Lindungi tetap harus dimiliki, karena seperti contoh di Jakarta dan Jawa saja untuk masuk mall harus scan dengan PeduliLindungi.

Baca Juga  Wawako Sambangi Kediaman Pemulung yang Mengalami Kesulitan – cakrawalarafflesia

“Mungkin untuk distribusi logistik, sembako dan sejenisnya masih bisa dilakukan, hanya pergerakan orang yang kita batasi,” tukasnya (edy)





Melansir Sumeks co