Daerah  

Dituntut Pidana Nyaris Maksimal, Kuasa Hukum Mengaku Kaget – cakrawalarafflesia


cakrawalarafflesia, PALEMBANG,- Tim penasihat hukum empat terdakwa, kasus dugaan korupsi dana hibah Masjdi Sriwijaya mengaku hampir tidak percaya dengan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejati Sumsel yang menuntut para terdakwa masing-masing selama 19 tahun penjara.

Fauzi Helmi SH selaku penasihat hukum terdakwa Syarifuddin, diwawancarai usai sidang tuntutan, Jumat (29/10) mengaku tidak menyangka jika tuntutan pidana terhadap kliennya tersebut nyaris maksimal.

“Padahal jika dilihat dari perkara-perkara lain baik itu skala nasional yang lebih besar dari perkara ini, tuntutan pidananya tidak sebesar ini, diluar prediksi kami,” ungkap Fauzi Helmi.

Hal senada juga dikatakan penasihat hukum untuk terdakwa Eddy Hermanto bernama Yusni SH dari kanyor hukum Nurmalah SH MH, mengatakan bahwa tuntutan yang dijatuhkan oleh penuntut umum tersebut tidak mendasar.

“Karena menurut hemat kami, masih sangat jauh dengan fakta-fakta persidangan bahwa klien kami ikut terlibat dalam perkara ini,” kata Yusni.

Untuk itu, dirinya beserta tim penasihat hukum lainnya akan sesegera mungkin berkoordinasi guna melakukan upaya hukum menyusun pembelaan dalam bentuk pledoi yang akan dibacakan pada persidangan selanjutnya.

Terpisah, menanggapi tuntutan pidana nyaris maksimal itu, Kasi Penkum Kejati Sumsel, Khaidirman SH MH, pada intinya mengatakan bahwa tuntutan tersebut sudah berkesesuaian dengan fakta-fakta persidangan dan perbuatan para terdakwa.

“Sebagaimana dalam pertimbangan tuntutan pidana, yang memberatkan terdakwa yakni selain terdakwa tidak menyesali perbuatannya juga pada kasus ini terjadi dalam rangka pembangunan rumah ibadah atau masjid,” ungkap Khaidirman.

Dijelaskan Khaidirman, untuk Pasal 2 dan Pasal 3 terkait perbuatan keempat terdakwa berdasarkan peran para terdakwa dalam dugaan kasus korupsi pembangunan Masjid Sriwijaya Palembang tersebut.

“Sedangkan untuk Jo Pasal 18, yakni tentang hukuman tambahan uang pengganti kerugian negara yang dibebankan kepada keempat terdakwa,” tegasnya.

Baca Juga  FPII Bagikan Sembako – cakrawalarafflesia

Selain itu, Khaidirman juga menjelaskan, Jo Pasal 55 yang dituntutkan kepada empat terdakwa.

“Dalam tuntutan Jaksa Penuntut Umum Kejati Sumsel ada juga Jo Pasal 55. Dimana artinya, keempat terdakwa telah bersama-sama melakukan dugaan perbuatan melawan hukum dalam perkara ini,” tandasnya.

Sementara dari pantauan suasana sidang, terlihat Aspidsus Victor Antonius Saragih Sidabutar dan Asintel I Gde Ngurah Sriada Kejaksaan Tinggi (Kejati) serta beberapa orang kerabat dari terdakwa Eddy Hermanto turut menyaksikan jalannya persidangan pembacaan tuntutan.(fdl)





Melansir Sumeks co