Islami  

8 Cara Berwudhu yang Benar Lengkap Doa dan Gambarnya

CakrawalaSulsel – Sebelum hendak melaksanakan sholat, kita diwajibkan melakukan cara berwudhu yang benar terlebih dahulu. Dikarenakan, wudhu menjadi syarat sahnya sholat. Pada umumnya wudhu adalah salah satu cara umat Islam mensucikan diri sebelum beribadah.

Pengertian Wudhu

Pengertian wudhu merupakan cara dalam mensucikan diri sebelum beribadah
Pengertian wudhu merupakan cara dalam mensucikan diri sebelum beribadah

Pengertian wudhu wajib diketahui oleh umat Islam. Wudhu merupakan cara dalam mensucikan diri sebelum beribadah. Bahkan dalam kepercayaan umat muslim, mensucikan diri bernilai pahala.

Dalam istilah bahasa wudhu berarti bersih dan indah. Sedangkan menurut syara’, wudhu artinya membersihkan beberapa anggota badan dari hadas kecil sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan dalam syara’.

Orang yang hendak mengerjakan sholat, diwajibkan untuk berwudhu yang menjadikan salah satu syarat sahnya sholat.

Seperti yang ditegaskan oleh Allah SWT dalam surat Al-Maidah ayat 6.

يٰۤـاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْۤا اِذَا قُمْتُمْ اِلَى الصَّلٰوةِ فَا غْسِلُوْا وُجُوْهَكُمْ وَاَ يْدِيَكُمْ اِلَى الْمَرَا فِقِ وَا مْسَحُوْا بِرُءُوْسِكُمْ وَاَ رْجُلَكُمْ اِلَى الْـكَعْبَيْنِ ۗ وَاِ نْ كُنْتُمْ جُنُبًا فَا طَّهَّرُوْا ۗ وَاِ نْ كُنْتُمْ مَّرْضٰۤى اَوْ عَلٰى سَفَرٍ اَوْ جَآءَ اَحَدٌ مِّنْكُمْ مِّنَ الْغَآئِطِ اَوْ لٰمَسْتُمُ النِّسَآءَ فَلَمْ تَجِدُوْا مَآءً فَتَيَمَّمُوْا صَعِيْدًا طَيِّبًا فَا مْسَحُوْا بِوُجُوْهِكُمْ وَاَ يْدِيْكُمْ مِّنْهُ ۗ مَا يُرِيْدُ اللّٰهُ لِيَجْعَلَ عَلَيْكُمْ مِّنْ حَرَجٍ وَّلٰـكِنْ يُّرِيْدُ لِيُطَهِّرَكُمْ وَ لِيُتِمَّ نِعْمَتَهٗ عَلَيْكُمْ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُوْنَ

“Yaaa ayyuhallaziina aamanuuu izaa qumtum ilash-sholaati faghsiluu wujuuhakum wa aidiyakum ilal-maroofiqi wamsahuu biru-uusikum wa arjulakum ilal-ka’baiin, wa ing kungtum junubang faththohharuu, wa ing kungtum mardhooo au ‘alaa safarin au jaaa-a ahadum mingkum minal-ghooo-ithi au laamastumun-nisaaa-a fa lam tajiduu maaa-ang fa tayammamuu sho’iidang thoyyibang famsahuu biwujuuhikum wa aidiikum min-h, maa yuriidullohu liyaj’ala ‘alaikum min harojiw wa laakiy yuriidu liyuthohhirokum wa liyutimma ni’matahuu ‘alaikum la’allakum tasykuruun”

Artinya:
Wahai orang-orang yang beriman! Apabila kamu hendak melaksanakan sholat, maka basuhlah wajahmu dan tanganmu sampai ke siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kedua kakimu sampai ke kedua mata kaki. Jika kamu junub, maka mandilah. Dan jika kamu sakit atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air (kakus) atau menyentuh perempuan, maka jika kamu tidak memperoleh air, maka bertayamumlah dengan debu yang baik (suci); usaplah wajahmu dan tanganmu dengan (debu) itu. Allah tidak ingin menyulitkan kamu, tetapi Dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan nikmat-Nya bagimu, agar kamu bersyukur.” (QS. Al-Ma’idah Ayat 6).

Baca Juga: Terbaru 2021, Sholat Sunnah Wudhu Lengkap Niat, Dzikir dan Doanya

Sementara Rasulullah SAW mempertegas anjuran untuk berwudhu dalam hadis riwayat Muslim yang berbunyi:

“Barang siapa berwudhu seperti yang dicontohkan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam, niscaya akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu, dan perjalanannya menuju masjid dan salatnya sebagai tambahan pahala baginya.” (HR. Muslim)

Syarat Sahnya Wudhu

Syarat-syarat sahnya wuhdu sendiri merupakan bagian prinsip yang harus dilakukan
Syarat-syarat sahnya wuhdu sendiri merupakan bagian prinsip yang harus dilakukan

Syarat-syarat sahnya wuhdu sendiri merupakan bagian prinsip yang harus dilakukan. Ada beberapa syarat yang menjadi salah satu pertimbangan sebagai syarat sah sholat.

Berikut adalah syarat-syarat sah wudhu yang perlu Anda ketahui.

1. Beragama Islam

Melasir dari akurat.co, bagi nonmuslim, wudhunya maka tidak dianggap sah. Menurut pendapat Imam Nawawi, wudu adalah ibadah badaniyah, sehingga secara jasmani, orang yang beragama Islamlah yang boleh dan sah melakukan wudu. Sedangkan non Muslim tidak.

2. Tamyiz

Yang dimaksud dengan tamyiz adalah dewasa. Maka, bagi anak kecil yang belum tamyiz wudunya juga tidak sah. Begitu juga dengan orang yang gila.

Tamyiz adalah dia bisa membedakan mana hal baik dan mana yang buruk. Anak kecil dan orang gila yang tidak bisa melakukan hal tersebut maka tergolong belum mumayyiz. Begitu juga dengan orang mabuk.

3. Bersih dari haid dan nifas

Tentu bagi perempuan yang masih haid dan nifas, tidak sah wudhunya. Karena di sisi lain, mereka juga dilarang shalat dan membaca Al-Quran. Sehingga mereka sebenarnya tidak perlu melakukan wudhu.

4. Bersih dari susuatu yang dapat merubah air, seperti za’faran

5. Bersih dari sesuatu yang dapat mencegah basuhan air ke kulit

Tidak ada sesuatu yang mengahalangi air sampai ke anggota wudhu, misalnya getah, cat, kutek, make up yang tebal dan anti air, serta semacamnya. Karena bagaimanapun juga, jika air tidak sampai kena kulit maka wudhu kita tidak sah.

Baca Juga  Amalkan Doa Ini Agar Terhindar dari Pikiran Kotor Serta Manfaatnya

Dalam sebuah riwayat diceritakan: “Ada seseorang yang berwudhu dan meninggalkan satu tempat di kakinya (tidak dibasuh), kemudian Nabi SAW melihatnya, maka beliau bersabda: ‘Kembali dan perbaiki wudhumu, maka dia kembali kemudian dia shalat’.” (HR Muslim).

6. Mengetahui mana yang wajib (Fardhu)dan mana yang sunnah

Rukun Wudhu

Rukun Wudhu
Ilustrasi Rukun Wudhu

Rukun Wudhu ada enam perkara yaitu:

1. Niat

نَوَيْتُ الْوُضُوْءَ لِرَفْعِ الْحَدَثِ اْلاَصْغَرِ فَرْضًا لِلّٰهِ تَعَالَى

“Nawaitul whudu-a lirof’il hadatsii ashghori fardhon lillaahi ta’ala”

Artinya: Saya niat berwudhu untuk menghilangkan hadast kecil fardu (wajib) karena Allah ta’ala”

Niat itu cukup diucapkan di dalam hati ketika hendak melakukan wudhu. Niat sengaja melakukan wudhu untuk menghilangkan hadast karena Allah SWT.

2. Membasuh Muka

Rukun wudhu yang ke dua yaitu membasuh seluruh muka, mulai dari tubuhnya rambut kepala hingga bawah dagu, dan dari telinga kanan hingga telinga kiri.

3. Membasuh Kedua Tangan

Rukun wudhu yang ketiga adalah dengan cara membasuh kedua tangan jari-jemari sampai siku-siku.

4. Mengusap Sebagian Rambut Kepala

Rukun wudhu yang keempat yaitu mengusap sebagian rambut kepala dengan menggunakan air saat berwudhu.

5. Membasuh kedua telapak kaki

Rukun wudhu yang kelima, sebaiknya membasuh kaki yang dimulai dari pangkal kaki kanan sampai mata kaki dan lebih baiknya sampai ke betis. Begitu juga kaki kiri, sama dengan cara kaki kanan.

6. Tertib (Berturut-turut)

Rukun wudhu tertib artinya, mendahulukan mana yang harus terakhir.

Sunnah-Sunnah Wudhu

Sunnah-Sunnah Wudhu
Ilustrasi: Sunnah-Sunnah Wudhu

Setelah mengetahui rukun wudhu, tak kalah penting juga kita wajib mengetahui sunna-sunnah wudhu. Selain mendapatkan pahala di sisi Allah SWT, Rasulullah juga banyak mengajarkan sunnah dalam berwudhu.

Berikut adalah sunnah-sunnah wudhu, seperti yang dikutip dari pinhome.id, penting untuk diketahui.

1. Membaca Bismillah

Membaca bismillaahihir rahmaaniir rahiim, sangat dianjurkan bagi seorang Muslim pada permulaan wudhu. Seperti halnya yang dilakukan Rasulullah SAW.

Dari sahabat Anas RA, Rasulullah SAW bersabda: “Berwudhulah dengan menyebut nama Allah”. (HR.An-Nasa’i).

2. Mencuci Tangan Tiga Kali

Rasulullah SAW bersabda:

“Jika salah satu dari kalian bangun dari tidur maka janganlah memasukkan kedua tangan ke dalam wadah air hingga dia mencucinya terlebih dahulu. Sebab dia tidak tahu dimana tangannya tadi malam.” (HR. Bukhari dan Muslim).

3. Bersiwak

Bersiwak yaitu menggosok gigi menggunakan kayu siwak untuk menghilangkan kotoran gigi dan membersihkan mulut. Ini dilakukan Rasulullah SAW setiap beliau berwudhu.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda:

“Seandainya tidak memberatkan umatku, sungguh aku akan memerintahkan mereka bersiwak setiap kali berwudhu.” (HR. Bukhari)

4. Membaca Niat Wudhu

Adapun bacaan niat wudhu adalah sebagai berikut:

نَوَيْتُ الْوُضُوْءَ لِرَفْعِ الْحَدَثِ الْاَصْغَرِ فَرْضًا للَِّهِ تَعَالَى

“Nawaitul Wudhu’A Lirof’Il Hadatsil Ashghori Fardhol Lillaahi Ta’Aala”.

Artinya: Saya niat wudhu untuk mengangkat hadats kecil fardhu karena Allah Ta’aala.

5. Berkumur-kumur

Rasulullah SAW bersabda:

عَنْ حُمْرَانَ: أَنَّ عُثْمَانَ دَعَا بِوَضُوءٍ: … ثُمَّ مَضْمَضَ، وَاسْتَنْشَقَ، وَاسْتَنْثَرَ … ثُمَّ قَالَ: رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ تَوَضَّأَ نَحْوَ وُضُوئِي هَذَا. (متفق عليه)

“… Lalu berkumur-kumur dan menghirup air dengan hidung dan mengembuskannya keluar. Kemudian Utsman berkata: “Saya melihat Rasulullah SAW berwudhu seperti wudhu-ku ini.” (HR. Bukhari Muslim)

6. Istinsyaq

Istinsyaq adalah menghirup air ke dalam lubang hidung, kemudian mengeluarkannya. Sunah ini didasarkan pada hadis sahih riwayat Imam Bukhari dan Muslim berikut ini:

عَنْ حُمْرَانَ: أَنَّ عُثْمَانَ دَعَا بِوَضُوءٍ: … ثُمَّ مَضْمَضَ، وَاسْتَنْشَقَ، وَاسْتَنْثَرَ … ثُمَّ قَالَ: رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ تَوَضَّأَ نَحْوَ وُضُوئِي هَذَا. (متفق عليه)

Dari Humran bahwa Utsman RA meminta air wudhu: … Lalu berkumur-kumur dan menghirup air dengan hidung dan menghembuskannya keluar … Kemudian Utsman berkata: “Saya melihat Rasulullah SAW berwudhu seperti wudhu-ku ini.” (HR. Bukhari Muslim)

7. Mengusap Kepala

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ يَزِيدَ بْنِ عَاصِمٍ – فِي صِفَةِ الْوُضُوءِ – قَالَ: وَمَسَحَ النبي بِرَأْسِهِ، فَأَقْبَلَ بِيَدَيْهِ وَأَدْبَرَ. وَفِي لَفْظٍ: بَدَأَ بِمُقَدَّمِ رَأْسِهِ، حَتَّى ذَهَبَ بِهِمَا إِلَى قَفَاهُ، ثُمَّ رَدَّهُمَا إِلَى الْمَكَانِ الَّذِي بَدَأَ مِنْهُ. (مُتَّفَقٌ عَلَيْه)

Dari Abdullah bin Yazid bin Ashim tentang cara berwudhu, dia berkata:

Baca Juga  3 Kewajiban Istri Terhadap Suami dalam Islam yang Perlu Diketahui

“Rasulullah mengusap kepalanya dengan kedua tangannya dari muka ke belakang dan dari belakang ke muka.” Dalam lafaz lain, “Beliau mulai dari bagian depan kepalanya sehingga mengusapkan kedua tangannya sampai pada tengkuknya lalu mengembalikan kedua tangannya ke bagian semula.” (HR. Bukhari Muslim)

8. Mengusap Telinga

عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ، «أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَسَحَ أُذُنَيْهِ دَاخِلَهُمَا بِالسَّبَّابَتَيْنِ، وَخَالَفَ إِبْهَامَيْهِ إِلَى ظَاهِرِ أُذُنَيْهِ، فَمَسَحَ ظَاهِرَهُمَا وَبَاطِنَهُمَا» (رواه ابن ماجه)

Dari Ibnu Abbas bahwa Nabi SAW mengusap kepala dan dua telinganya. Beliau memasukkan dua jari telunjuk (ke bagian dalam daun telinga), sedangkan kedua jempolnya ke bagian luar daun telinga. Beliau mengusap sisi luar dan dalam telinga. (HR. Ibnu Majah)

9. Mendahulukan Bagian Kanan

Islam menganjurkan setiap umatnya untuk mendahulukan bagian kanan dalam setiap aktivitas yang dilakukannya. Ini juga berlaku dalam gerakan wudhu.

عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ، «أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَسَحَ أُذُنَيْهِ دَاخِلَهُمَا بِالسَّبَّابَتَيْنِ، وَخَالَفَ إِبْهَامَيْهِ إِلَى ظَاهِرِ أُذُنَيْهِ، فَمَسَحَ ظَاهِرَهُمَا وَبَاطِنَهُمَا» (رواه ابن ماجه)

Dari Ibnu Abbas bahwa Nabi SAW mengusap kepala dan dua telinganya. Beliau memasukkan dua jari telunjuk (ke bagian dalam daun telinga), sedangkan kedua jempolnya ke bagian luar daun telinga. Beliau mengusap sisi luar dan dalam telinga. (HR. Ibnu Majah)

10. Membasuh Sebanyak Tiga Kali

عَنِ ابْنِ عُمَرَ قَالَ: تَوَضَّأَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَرَّةً مَرَّةً وَقَالَ: «هَذَا وُضُوءُ مَنْ لَا يَقْبَلُ اللَّهُ مِنْهُ الصَّلَاةَ إِلَّا بِهِ». ثُمَّ تَوَضَّأَ مَرَّتَيْنِ مَرَّتَيْنِ وَقَالَ: «هَذَا وُضُوءُ مَنْ يُضَاعَفُ اللَّهُ لَهُ الْأَجْرَ مَرَّتَيْنِ مَرَّتَيْنِ». ثُمَّ تَوَضَّأَ ثَلَاثًا ثَلَاثًا وَقَالَ: «هَذَا وُضُوئِي وَوُضُوءُ الْمُرْسَلِينَ مِنْ قَبْلِي» (رواه الدارقطني)

Dari Ibnu Umar, ia berkata: Bahwa Nabi SAW membasuh anggota wudhu masing-masing satu kali lalu bersabda:

“Ini adalah amal yang Allah tidak akan menerimanya kecuali dengan cara ini.” Kemudian beliau membasuh masing-masing dua kali dan bersabda: “Ini yang membuat Allah melipatgandakan amal dua kali lipat.” Kemudian beliau membasuh masing-masing tiga kali dan bersabda: “Ini adalah wudhuku dan wudhunya para Nabi sebelumku.” (HR. Daruquthni).

11. Membaca Doa

Adapun bacaan doa setelah berwudhu adalah sebagai berikut:

أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ.

“Asyhadu alla ilaha illallahu wahdahu laa syariikalah, wa asyhadu anna muhammadan abduhu wa rasuluh”.

Yang Membatalkan Wudhu

Yang Membatalkan Wudhu
Ilustrasi: Yang Membatalkan Wudhu

Wudhu artinya bersuci dari kotoran (najis) yang dilakukan sebelum melaksanakan sholat. Namun, masih banyak orang yang tidak tahu beberapa hal yang membatalkan wudhu.

Ini harus diketahui oleh seluruh umat Islam untuk memastikan ia masih punya wudhu saat sholat. Berikut adalah hal yang dapat membatalkan wudhu.

1. Keluar sesuatu dari qubul dan dubur

Qubul merupakan lubang kemaluan, sedangkan dubur yaitu lubang belakang. Olehnya itu, jika keluarnya benda melalui dua lubang tersebut, seperti Buang air kecil maupun besar atau keluar angin dan sebagainya, maka itu akan membatalkan wudhu.

Berdasarkan hadits shahih:

قَالَ رَسُولُ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – « لاَ تُقْبَلُ صَلاَةُ مَنْ أَحْدَثَ حَتَّى يَتَوَضَّأَ » . قَالَ رَجُلٌ مِنْ حَضْرَمَوْتَ مَا الْحَدَثُ يَا أَبَا هُرَيْرَةَ قَالَ فُسَاءٌ أَوْ ضُرَاطٌ

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

“Tidak diterima sholat orang yang berhadats hingga ia berwudhu.” Seorang laki-laki dari Hadramaut bertanya kepada Abu Hurairah yang meriwayatkan hadits ini, “Apa itu hadats wahai Abu Hurairah?” Abu Hurairah menjawab, “Kentut dan buang air.” (HR. Bukhari)

2. Hilangnya Kesadaran

Maksud hilangnya kesadaran di sni yaitu Hilangnya akal karena gila, pingsan, mabuk, dan tidur nyenyak.

3. Bersentuhan Bukan Muhrim

Tersentuh kulit antara laki-laki dan perempuan yang bukan muhrimnya dengan tidak memakai tutup (Muhrim: keluarga yang tidak boleh dinikahi).

4. Tersentuh kemaluan qubul dan dubur

Tersentuhnya kemaluan qubul dan dubur dengan tapak tangan atau jari-jarinya yang tidak memakai tutup, sekalipun kemaluannya sendiri, itu dapat membatalkan wudhu.

Rasulullah SAW bersabda:

مَنْ مَسَّ ذَكَرَهُ فَلَا يُصَلِّي حَتَّى يَتَوَضَّأَ

“Barangsiapa menyentuh kemaluannya maka janganlah ia mengerjakan sholat hingga ia wudhu terlebih dahulu.” (HR. An Nasa’i dan Tirmidzi).

Baca Juga  Bacaan Niat Sholat Subuh Lengkap, Tata Cara, Doa Qunut Beserta Hukumnya

Cara Wudhu

Cara Wudhu
Ilustrasi: Cara Wudhu

Orang yang hendak sholat, wajib berwudhu, karena wudhu adalah salah satu syarat sahnya sholat. Sebelum berwudhu, badan benar-benar harus bersih dari hadas dan najis.

Berikut Tata cara berwudhu yang benar lengkap doa dan gambarnya:

1. Membaca Bismillaahir rahmaanir rahiim

Membaca “Bismillaahir rahmaanir rahiim” dan mencuci kedua belah tangan sampai pergelangan tangan dengan bersih.

Membaca Bismillaahir rahmaanir rahiim dan mencuci kedua belah tangan sampai pergelangan tangan dengan bersih
Membaca Bismillaahir rahmaanir rahiim dan mencuci kedua belah tangan sampai pergelangan tangan dengan bersih

2. Berkumur-kumur

Berkumur-kumur tiga kali, sambil membersihkan gigi.

Berkumur-kumur tiga kali, sambil membersihkan gigi
Berkumur-kumur tiga kali, sambil membersihkan gigi

3. Membasuh lubang hidung

Membasuh dan membersihkan lubang hidung sebanyak tiga kali.

Membasuh dan membersihkan lubang hidung sebanyak tiga kali
Membasuh dan membersihkan lubang hidung sebanyak tiga kali

4. Niat wudhu

Membasuh muka sebanyak tiga kali, mulai dari tempat tubuhnya rambut kepala hingga wajah dagu, dan dari telinga kanan ke telinga kiri, sambil membaca niat wudhu.

Membasuh muka sebanyak tiga kali, mulai dari tempat tubuhnya rambut kepala hingga wajah dagu, dan dari telinga kanan ke telinga kiri, sambil membaca niat wudhu
Membasuh muka sebanyak tiga kali, mulai dari tempat tubuhnya rambut kepala hingga wajah dagu, dan dari telinga kanan ke telinga kiri, sambil membaca niat wudhu

Bacaan niat wudhu sebagai berikut:

“Nawaitul wudluu a liraf’il hadatsil ashghari fardhal lilaahi ta’aalaa”

Artinya:
Aku biat berwudhu untuk menghilangkan hadas kecil, fardhu karena Allah.

5. Membasuh tangan

Membasuh tangan kanan hingga siku-siku tiga kali sampai benar-benar rata, dan tidak lupa menyilang-nyilang jari-jari tangan sampai bersih. Kemudian tangan kiri sebanyak tiga kali sampai siku. Dengan cara yang sama seperti tangan kanan.

Membasuh tangan kanan hingga siku-siku tiga kali Kemudian tangan kiri sebanyak tiga kali sampai siku
Membasuh tangan kanan hingga siku-siku tiga kali Kemudian tangan kiri sebanyak tiga kali sampai siku

6. Menyapu ubung-ubung

Menyapu sebagian rambut atau ubung-ubung kepala sebanyak tiga kali.

Menyapu sebagian rambut atau ubung-ubung kepala sebanyak tiga kali
Menyapu sebagian rambut atau ubung-ubung kepala sebanyak tiga kali

7. Membasuh kedua telinga

Membasuh kedua telinga yaitu kanan dan kiri sebanyak tiga kali.

Membasuh kedua telinga yaitu kanan dan kiri sebanyak tiga kali
Membasuh kedua telinga yaitu kanan dan kiri sebanyak tiga kali

8. Membasuh kaki

Membasuh kaki kanan dan kiri sebanyak tiga kali sampai mata kaki.

Membasuh kaki kanan dan kiri sebanyak tiga kali sampai mata kaki
Membasuh kaki kanan dan kiri sebanyak tiga kali sampai mata kaki

Dalam melaksanakan wudhu di atas, wajib dikerjakan dengan berturut-turut. Artinya, yang harus dahulu didahulukan, dan yang harus akhir diakhirkan.

Doa Sesudah Wudhu

Doa Sesudah Wudhu
Ilustrasi: Doa Sesudah Wudhu

Setelah selsai berwudhu, disunnahkan membaca doa dengan cara menghadap kiblat sembari kedua tangan diangkat dan wajah diangkat dengan posisi memandang ke langit.

Berikut adalah doa sesudah wudhu:

“Asy-hadu allaa ilaaha illallah wahdahu laa syariika lahu wa asyhadu anna muhammadan ‘abduhu warasuuluhu. Allahumaj’alnii minattawwaabiina, waj’alnii minal mutathahhiriina waj’alnii min ‘ibadikash shaalihiina”.

Artinya: “Aku bersaksi tiada Tuhan selainkan Allah dan tidak ada yang menyekutukan bagi-Nya. Dan aku bersaksi bahwa Nabi MUhammad adalah HambaNya dan UtusanNya. Ya Allah jadikanlah aku orang yang ahli taubat, dan jadikanlah aku orang yang suci dan jadikanlah aku dari golongan orang-orang yang shaleh.”

Keutamaan Wudhu

Keutamaan Wudhu
Ilustrasi: Keutamaan Wudhu

Wudhu merupakan salah satu ibadah untuk menyucikan diri dari hadas. Dan salah satu syarat sahnya shalat. Selain itu, wudhu merupakan salah satu ibadah yang fadhilahnya sangat luar biasa. Diantara fadhilah wudhu ialah dapat mengahapus dari kesalahan dan dosa.

Berikut adalah keutamaan wudhu yang dapat kami rangkum dari berbagai sumber:

1. Diampuni Dosanya

Dari Abu Hurairah RA berkata:”Bahwa Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

”Apabila seorang muslim atau mukmin berwudhu lalu membasuh mukanya,maka keluarlah (diampunilah) dosa-dosa wajahnya dimana ia melihat maksiat dengan matanya bersama air atau akhir dari percikan air,ketika membasuh kedua tangannya,maka diampinilah dosa-dosa tangannya bersama air atau bersama percikan akhir yang terakhir,ketika ia membasuh kedua kakinya,maka diampunilah dosa-dosa kakinya bersama air atau bersama percikan air yang terakhir hingga ia benar-benar bersih dari segala dosa”.(HR Muslim).

2. Diangkat Derajatnya

Nabi Muhammad Saw bersabda:

“Maukah kalian aku tunjukkan atas sesuatu yang dengannya Allah akan menghapus kesalahan-kesalahan dan mengangkat derajat?”

Mereka menjawab:

“Tentu, wahai Rasulullah.”

Lalu Beliau Rasulullah bersabda:

“Menyempurnakan wudhu pada keadaan yang dibenci (seperti pada keadaan yang sangat dingin), banyak berjalan ke masjid, dan menunggu shalat berikutnya setelah shalat. Maka itulah ribath, itulah ribath.” (HR. Muslim).

3. Wajahnya Bercahaya pada Hari Kiamat

Dari Abu Hurairah ra, ia berkata, Saya mendengar Rasulullah SAW bersabda:

“Sesungguhnya ummatku itu akan dipanggil pada hari kiamat dalam keadaan bercahaya wajahnya dan amat putih bersih tubuhnya dari sebab bekas-bekasnya berwudhu’. Maka dari itu, barangsiapa yang dapat di antara engkau semua hendak memananjangkan cahayanya, maka baiklah ia melakukannya – dengan menyempurnakan berwudhu’ itu sesempurna mungkin.” (HR. Muttafaqun ‘alaih).

Demikian yang dapat kami rangkum tata cara berwudhu dan doanya. Dengan mengerjakan wudhu yang baik dan benar, sholat yang akan dikerjakan akan sah di mata Allah SWT.