Islami  

9 Adab Berdoa Dalam Islam Sesuai Ajaran Rasulullah

CakrawalaSulsel – Berdoa adalah salah satu kunci untuk mendekatkan diri antara hamba dan Allah SWT. Namun, masih banyak diantara umat Islam mengabaikan adab-adab berdoa dan etika saat memohon sesuatu kepada Allah.

Memanjatkan doa kepada Allah menjadi cara umat muslim untuk menunjukkan keimanan dan kepercayaannya pada Sang Pencipta. Maka dari itu, salah satu kewajiban kita mengikuti ajaran Rasulullah tentang cara dan adab-adab saat memohon kepada Allah dengan bersungguh-sungguh agar doa yang kita segera terkabulkan.

Adab berdoa agar terkabulkan menurut Islam mencakup beberapa sikap, salah satunya menunjukkan kesungguhan kita atas doa yang dilakukan. Allah SWT menyukai hambanya yang bersikap lemah lembut dan rendah hati seperti firman-Nya dalam Alquran surat Al A’raf ayat 55 yang berbunyi:

“Berdoalah kepada Tuhanmu dengan rendah hati dan suara yang lembut. Sungguh, Dia tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas.” (QS. Al-A’raf Ayat 55).

Baca Juga: 

8 Cara Berwudhu yang Benar Lengkap Doa dan Gambarnya

Dalam Al Quran, Allah SWT menjanjikan pada seseorang jika berdoa kepadanya maka akan dikabulkan. Hal ini tercantum dalam Surat Al Baqarah ayat 186:

“Dan apabila hamba-hambaku bertanya kepadamu (Muhammad) tentang Aku, maka sesungguhnya Aku dekat. Aku kabulkan permohonan orang yang berdoa apabila dia berdoa kepadaku. Hendaklah mereka itu memenuhi (perintah)ku dan beriman kepadaku agar mereka memperoleh kebenaran.”

Selain sikap kerendahan hati terhadap penciptanya, Rasulullah SAW bersabda dalam Hadits.

“Bahwa segala sesuatu perbuatan harus dilandaskan dengan niat dan perbuatan itu sesuai dengan apa yang diniatkan.” (HR.Bukhari Muslim).

Melansir dari laman cintasunnahku, Dalam sebuah hadist riwayat Imam Ahmad dari Abu Said al-Khudri Rasulullah SAW:

“Tidaklah seorang Muslim memanjatkan doa pada Allah selama tidak mengandung dosa dan memutuskan silaturahmi antar kerabat melainkan Allah akan beri padanya tiga hal yaitu, Allah akan segera mengabulkan doanya, Allah akan menyimpannya baginya di alam abadi kelak, dan Allah akan menghindarkan darinya kejelekan yang semisal.”

Para sahabat lantas mengatakan: “Kalau begitu kami akan memperbanyak berdoa.”

Rasulullah pun bersabda: “Allah nanti yang memperbanyak mengabulkan doa-doa kalian.” (HR. Ahmad 3/18. Syaikh Syu’aib Al Arnauth menyampaikan bahwa sanadnya jayyid).

Baca Juga: 

Terbaru 2021, Sholat Sunnah Wudhu Lengkap Niat, Dzikir dan Doanya

Rasulullah mengajarkan bagi umat Islam mengenai adab-adab ketika memanjatkan doa kepada Allah. Nah, agar doa dikabulkan. Berikut beberapa adab berdoa yang bisa diterapkan saat berdoa sesuai ajaran Rasulullah Saw.

Adab Berdoa Dalam Islam Sesuai Ajaran Rasulullah

Adab berdoa agar terkabulkan menurut Islam mencakup beberapa sikap, seperti sesuai ajaran rasulullah yang menunjukkan kecintaannya kepada Allah SWT. Berikut adalah adab berdoa dalam Islam sesuai ajaran Raulullah:

1. Berdoa di Waktu Mustajab

Berdoa di Waktu Mustajab
Berdoa di Waktu Mustajab

Penting bagi umat Islam menegetahui cara dan adab-adab berdoa sesuai yang telah diajarkan oleh Rasulullah SAW. Adapun adab berdoa dalam Islam ini, kita diwajibkan agar dapat memperhatikan waktu-waktu yang mustajab.

Waktu yang mustajab untuk berdoa yaitu hari Arafah, bulan Ramadhan, hari Jumat terutama pada waktu duduk antara khutbah dua, ketika perang, turun hujan, saat sujud, antara adzan dan iqamah, saat menjelang berbuka puasa. waktu sahur dan sepertiga malam terakhir.

Nabi Muhammad Saw Bersabda:

“Dengan kasih sayang Allah diturunkan ke langit dunia setiap malam, saat tersisa sepertiga malam terakhir. Allah berfirman, ‘Siapa yang berdoa kepadaku, Aku kabulkan, siapa yang meminta, akan Aku beri, dan siapa yang memohon ampunan niscaya Aku ampuni’.” (HR. Muslim).

Baca Juga  Surat An Naba

Dari hadist lain, Abu Hurairah r.a. “Sesungguhnya pintu-pintu langit terbuka saat jihad fi sabillillah sedang berkecamuk, saat turun hujan, dan saat iqamah shalat wajib. Manfaatkanlah untuk berdoa saat itu.” (Syarhus Sunnah al-Baghawi, 1: 327).

Nabi SAW bersabda: “Doa antara adzan dan iqamah tidak tertolak.” (HR. Abu Daud, Nasa’i, dan Tirmidzi).

Nabi SAW bersabda: “Keadaan terdekat antara hamba dengan Tuhannya ialah saat sujud. Maka perbanyaklah berdoa.” (HR. Muslim).

2. Diawali dengan Memuji Allah dan Sholawat Nabi

Diawali dengan Memuji Allah dan Sholawat Nabi
Diawali dengan Memuji Allah dan Sholawat Nabi

Bagian dari adab berdoa ini ialah terlebih dahulu kita diwajibkan untuk memuji keagungan Allah. Demikian pula saat hendak berdoa, umat Muslim juga wajib mengirimkan sholawat kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW sebagai suri tauladan seluruh umat muslim yang dipilih langsung oleh Allah swt.

Terkait dari adab berdoa dalam Islam ini, Nabi SAW pernah mendengar ada orang yang berdoa dalam shalatnya dan dia tidak memuji Allah dan tidak bersholawat kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Kemudian dia bersabda, “Orang ini terburu-buru.” kemudian dia bersabda: “Apabila di antara kalian berdoa, hendaknya mengawalinya dengan memuji dan mengagungkan Allah, kemudian hendaklah sholawat kepada Nabi SAW. Kemudian berdoalah kalian sesuai kehendak.” (HR. Ahmad dan Abu Daud).

Dalam hadist lain dari Fadhalah bin ‘Ubad r.a, ia berkata: “Ketika Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam keadaan duduk-duduk, masuklah seorang laki-laki. Orang itu kemudian melaksanakan sholat dan berdoa: ‘Ya Allah, ampunilah (dosaku) dan berikanlah rahmatmu kepadaku.’ Maka, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Engkau telah tergesa-gesa, wahai orang yang tengah berdoa. Apabila engkau telah selesai melaksanakan sholat lalu engkau duduk berdoa, maka (terlebih dahulu) pujilah Allah dengan puji-pujian yang layak bagi-Nya dan bersholawatlah kepadaku, kemudian berdoalah.’ Kemudian datang orang lain, setelah melakukan sholat dia berdoa dengan terlebih dahulu mengucapkan puji-pujian dan bersholawat kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, maka Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata kepadanya, ‘Wahai orang yang tengah berdoa, berdoalah kepada Allah niscaya Allah akan mengabulkan doamu.'” (HR. at-Tirmidzi dan Abu Dawud)

3. Berdoa Menghadap Kiblat dengan Mengangkat Tangan

Berdoa Menghadap Kiblat dengan Mengangkat Tangan
Berdoa Menghadap Kiblat dengan Mengangkat Tangan

Adab berdoa dalam islam selanjutnya adalah dengan mengahap kiblat seraya mengangkat tangan sebagaimana dijelaskan dalam hadist di bawah ini.

Sebagai mana hadits dari Jabir r.a, bahwa Nabi SAW saat berada di Padang Arafah, dia menghadap kiblat, dan dia terus berdoa hingga matahari terbenam. (HR. Muslim)

Dari Salman r.a, bahwa Rasulullah SAW bersabda:

“Sesungguhnya Tuhan kalian itu malu dan maha memberi. Dia malu kepada hambanya saat mereka mengangkat tangan kepadanya kemudian hambanya kembali dengan tangan kosong (tidak dikabulkan).” (HR. Abu Daud dan Tirmidzi dan dia hasankan).

Tak hanya itu, Ibnu Abbas r.a mengatakan bahwa Rasulullah SAW saat berdoa, dia menggabungkan kedua telapak tangannya dan mengangkatnya setinggi wajahnya (wajah menghadap telapak tangan). (HR. Thabrani).

4. Jangan Tergesa-gesa

Jangan Tergesa-gesa
Jangan Tergesa-gesa

Adab berdoa dalam Islam kali ini adalah, Rasulullah mengajarkan saat memohon doa kepada Allah tidak disarankan dalam ketergesa-gesaan. Selain daripada itu, menghidari perasaan keragu-raguan atas doanya yang telah dipanjatkan.

Misalnya Anda mengatakan: Mengapa doaku tidak dikabulkan atau kalihatannya Allah tidak akan mengabulkan doaku.

Rasulullah Saw bersabda:

“Akan dikabulkan (doa) kalian selama tidak tergesa-gesa. Dia mengatakan, ‘Saya telah berdoa, namun belum saja dikabulkan’.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Baca Juga  Surah Al Qadr

Dari Abu Hurairah r.a, Rasulullah Saw bersabda:

“Doa para hamba akan senantiasa dikabulkan, selama tidak berdoa yang isinya dosa atau memutus silaturrahim, selama dia tidak terburu-buru.”

Para sobat bertanya,

“Ya Rasulullah, apa yang dimaksud terburu-buru dalam berdoa?”
Beliau bersabda,

“Orang yang berdoa ini berkata, ‘Saya telah berdoa, Saya telah berdoa, dan belum pernah dikabulkan’. Akhirnya dia frustasi dan meninggalkan doa.” (HR. Muslim dan Abu Daud)

Sebagian ulama mengatakan: “Saya pernah berdoa kepada Allah dengan satu usul selama dua puluh tahun dan belum dikabulkan, padahal saya berharap biar dikabulkan. Aku meminta kepada Allah biar diberi taufiq untuk meninggalkan segala sesuatu yang tidak penting bagiku.”

5. Khusyu dengan Penuh Keyakinan

Khusyu dengan Penuh Keyakinan
Khusyu dengan Penuh Keyakinan

Adab berdoa dalam Islam sangat dianjurkan oleh Rasulullah yaitu dengan cara khusyu dan penuh keyakinan. Sebagaiman yang difirmankan oleh Allah dalam kitab Alquran surat Al-Anbiya ayat 90.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

“Sesungguhnya mereka ialah orang-orang yang selalu bersegera dalam (mengerjakan) perbuatan-perbuatan yang baik dan mereka berdoa kepada Kami dengan harap dan cemas. Dan mereka ialah orang-orang yang khusyu’ kepada Kami.” (QS. Al-Anbiya’: 90).

Dari Abu Hurairah r.a, Rasulullah Saw bersabda:

“Berdoalah kepada Allah dan kalian yakin akan dikabulkan. Ketahuilah, bergotong-royong Allah tidak mengabulkan doa dari hati yang lalai, dan lengah (dengan doanya).” (HR. Tirmidzi dan dishahihkan Al-Albani).

Sehingga saat kita berdoa jangan hingga menyampaikan Ya Allah, ampunilah saya jikalau Engkau mau. Sebagai mana Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Janganlah kalian saat berdoa dengan mengatakan, ‘Ya Allah, ampunilah saya jikalau Engkau mau. Ya Allah, rahmatilah aku, jikalau Engkau mau’. Hendaknya dia mantapkan keinginannya, lantaran tidak ada yang memaksa Allah.” (HR. Bukhari dan Muslim).

6. Tidak Mengeraskan Suara

Tidak Mengeraskan Suara
Tidak Mengeraskan Suara

Dalam adab berdoa dalam Islam agar kita tidak mengeraskan suara saat berdoa, itu dikarenakan kita memohon itu bukan kepada dzat yang tuli dan tidak pula kepada dzat yang jauh dari diri kita, tapi kepada dzat yang maha mendengar dan lebih erat kepada diri kita.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

“Berdoalah kepada Tuhanmu dengan berendah diri dan bunyi yang lembut. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas.” (QS. Al-A’raf: 55).

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

“Janganlah kalian mengeraskan doa kalian dan janganlah pula merendahkannya dan carilah jalan tengah di antara kedua itu.” (QS. Al-Isra: 110).

Allah SWT memuji Nabi Zakariya ‘alaihis salam, yang berdoa dengan penuh khusyu’ dan bunyi lirih.

“(Yang dibacakan ini adalah) klarifikasi perihal rahmat Tuhan kau kepada hamba-Nya, Zakaria, yaitu tatkala ia berdoa kepada Tuhannya dengan bunyi yang lembut.” (QS. Maryam: 2–3)

Dari Abu Musa radhiallahu’anhu bahwa suatu saat para sobat pernah berdzikir dengan teriak-teriak. Kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengingatkan,

“Wahai manusia, kasihanilah diri kalian. Sesungguhnya kalian tidak menyeru Dzat yang tuli dan tidak ada, bergotong-royong Allah bersama kalian, Dia Maha mendengar lagi Maha dekat.” (HR. Bukhari)

7. Tidak Mendoakan dengan Hal Keburukan

Tidak Mendoakan dengan Hal Keburukan
Tidak Mendoakan dengan Hal Keburukan

Adab berdoa dalam Islam ini sangat penting bagi umat Islam. Kita tidak diwajibkan menadahkan tangan seraya memohon hanya untuk keburukan, apalagi sampai mencelakai sesama.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

“Manusia berdoa untuk kejahatan sebagaimana ia berdoa untuk kebaikan. Dan ialah insan bersifat tergesa-gesa.” (QS. Al-Isra’: 11).

Baca Juga  Surat Al Qari'ah

“Kalau sekiranya Allah menyegerakan keburukan bagi insan menyerupai usul mereka untuk menyegerakan kebaikan, pastilah diakhiri umur mereka (binasa).” (QS. Yunus: 11).

Ayat ini berbicara perihal orang yang mendoakan keburukan untuk dirinya, hartanya, keluarganya, dengan doa keburukan.

Dari Jabir r.a, Rasulullah Saw bersabda:

“Janganlah kalian mendoakan keburukan untuk diri kalian, jangan mendoakan keburukan untuk anak kalian, jangan mendoakan keburukan untuk pembantu kalian, jangan mendoakan keburukan untuk harta kalian. Bisa jadi saat seorang hamba berdoa kepada Allah bertepatan dengan waktu mustajab, niscaya Allah kabulkan.” (HR. Abu Daud).

Dari Abu Hurairah r.a, Rasulullah Saw bersabda:

“Doa para hamba akan senantiasa dikabulkan, selama tidak berdoa yang isinya dosa atau memutus silaturrahim.” (HR. Muslim dan Abu Daud).

8. Hindari Makanan Haram

Hindari Makanan Haram
Hindari Makanan Haram

Selanjutnya adab berdoa dalam Islam ini, Allah tidak menyukai hambanya yang memakan makanan haram. Maka jauhilah mekanan-makanan yang dihasilkan dari perbuatan yang tidak dibenarkan dalam agama Islam.

Dari Abu Hurairah r.a, Rasulullah Saw bersabda:

“Wahai sekalian manusia, bergotong-royong Allah itu thoyib (baik). Dia tidak akan mendapatkan sesuatu melainkan yang baik pula. Dan bergotong-royong Allah telah memerintahkan kepada orang-orang mukmin menyerupai yang diperintahkan-Nya kepada para Rasul.

Firman-Nya, ‘Wahai para Rasul! Makanlah makanan yang baik-baik (halal) dan kerjakanlah amal shalih. Sesungguhnya Aku Maha Mengetahui apa yang kau kerjakan’. Dan Allah juga berfirman, ‘Wahai orang-orang yang beriman! Makanlah rezeki yang baik-baik yang telah kami rezekikan kepadamu’.

Kemudian Rasulullah menceritakan perihal seroang pria yang telah usang berjalan lantaran jauhnya jarak yang ditempuhnya. Sehingga rambutnya kusut, masai dan berdebu. Orang itu mengangkat tangannya ke langit seraya berdo’a, ‘Wahai Tuhanku, wahai Tuhanku’. Padahal, makanannya dari barang yang haram, minumannya dari yang haram, pakaiannya dari yang haram dan diberi makan dengan kuliner yang haram, maka bagaimanakah Allah akan mengabulkan do’anya?” (HR. Muslim).

9. Perbanyak Taubat Memohon Ampun Kepada Allah

Perbanyak Taubat Memohon Ampun Kepada Allah
Perbanyak Taubat Memohon Ampun Kepada Allah

Dengan memperbanyak kita mendekatkan diri kepada Allah adalah salah satu adab berdoa dalam Islam. Ini merupakan sarana terbesar untuk mendapatkan cintanya Allah.

Dengan dicintai Allah, doa seseorang akan gampang dikabulkan. Di antara amal yang sangat dicintai Allah ialah memperbanyak taubat dan istighfar.

Dari Abu Hurairah r.a, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Tidak ada ibadah yang dilakukan hamba-Ku yang lebih Aku cintai melebihi ibadah yang Aku wajibkan. Ada hamba-Ku yang sering beribadah kepada-Ku dengan amalan sunah, hingga Aku mencintainya. Jika Aku mencintainya maka …jika dia meminta-Ku, niscaya Aku berikan dan jikalau minta dukungan kepada-KU, niscaya Aku lindungi.” (HR. Bukhari).

Diriwayatkan bahwa saat terjadi animo kekeringan di masa Umar bin Khatab, dia meminta kepada Abbas untuk berdoa. Ketika berdoa, Abbas mengatakan, “Ya Allah, bergotong-royong tidaklah turun tragedi alam dari langit kecuali lantaran perbuatan dosa. dan tragedi alam ini tidak akan hilang, kecuali dengan taubat…”

Baca Juga: 

Bacaan Dzikir Pagi dan Petang Lengkap Latin dan Artinya

Itulah sedikit pemaparan tentang adab berdoa dalam Islam sesuai ajaran Rasulullah SAW, semoga melalui tata cara berdoa dengan benar, doa yang kita panjatkan akan segera terkabulkan. Berdoa adalah salah satu tempat dimana kita mengadu dan curhat kepada Allah tentang apa yang kita rasakan dan apa yang telah menimpa kita di dunia ini. Maka sangat penting bagi umat Islam, mengetahui adab-adab berdoa.