Islami  

Doa Sholat Istikharah Lengkap Tata Cara, Niat, dan Waktu yang Mustajab

CakrawalaSulselDoa sholat istikharah menjadi salah satu jalan bagi umat Islam untuk memohon petunjuk dari Allah Swt. Terutama ketika sedang dihadapkan pada pilihan, dan bingung untuk mengambil keputusan.

Apa Itu Sholat Istikharah?

Apa Itu Sholat Istikharah?
Apa Itu Sholat Istikharah?

Sholat Istikharah adalah sholat sunnah yang dilakukan untuk memohon petunjuk kepada Allah atau dipilihkan antara beberapa pilihan yang paling baik untuk dilaksanakan. Dalam Islam, doa sholat Istikharah ini sangat penting untuk dilaksanakan karena manusia adalah makhluk yang lemah dan sangat butuh pertolongan Allah dalam setiap urusannya.

Seorang muslim sangat yakin dan tidak ada keraguan sedikitpun bahwa yang mengatur segala urusan adalah Allah. Dialah yang menakdirkan dan menentukan segala sesuatu sesuai yang Dia kehendaki pada hambanya.

Allah SWT berfirman:

“Dan Rabbmu menciptakan apa yang Dia kehendaki dan memilihnya. Sekali-kali tidak ada pilihan bagi mereka. Maha suci Allah dan Maha Tinggi dari apa yang mereka persekutukan (dengan Dia). Dan Tuhanmu mengetahui apa yang disembunyikan (dalam) dada mereka dan apa yang mereka nyatakan. Dan Dialah Allah, tidak ada Rabb (yang berhak disembah) melainkan Dia, bagi-Nyalah segala puji di dunia dan di akhirat, dan bagi-Nyalah segala penentuan dan hanya kepada-Nyalah kamu dikembalikan” (QS. al-Qashash: 68-70).

Allah SWT memerintahkan kepada hamba-hambanya agar senantiasa memohon pertolongan kepadanya agar diberikan petunjuk untuk memperoleh kebaikan bagi kehidupannya dan terhindar dari keburukan.

Cara yang terbaik dalam memohon pertolongan kepada Allah SWT adalah melalui sholat, sebagaimana hal ini difirmankan Allah SWT di dalam al-Quran yang berbunyi:

“Hai orang-orang yang beriman, Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar” (QS. al-Baqarah: 153).

Baca Juga: Niat Sholat Istikharah Lengkap Dengan Tata Caranya

Untuk melaksanakan perintah Allah SWT di atas, seorang Muslim haruslah mengikuti petunjuk Rasulullah SAW. Sebab, dialah satu-satunya orang yang diutus Allah SWT untuk menjelaskan tata cara yang benar dalam berkomunikasi antara hamba dengan Penciptanya.

Waktu yang Mustajab untuk Sholat Istikharah

Waktu yang Mustajab untuk Sholat Istikharah
Waktu yang Mustajab untuk Sholat Istikharah

Waktu untuk menunaikan sholat istikharah mengikuti waktu dari sholat sunnah yang telah diajarkan oleh Rasulullah SAW. Maksudnya tidak memiliki batasan tertentu. Olenya itu, sangat penting dilakukan bagi umat Muslim melakukan doa sholat istikharah ini.

Nabi Muhammad SAW bersabda:

“Jika salah seorang diantara kalian berniat dalam suatu urusan maka lakukanlah sholat sunnah dua rakaat yang bukan sholat wajib, kemudian berdoalah meminta kepada Allah.” (HR. Bukhari).

Sementara melansir dari laman tuntunanislam, Sholat istikharah dapat dilakukan kapan saja, baik siang maupun malam hari, asalkan bukan pada 3 waktu yang terlarang untuk melakukan sholat, yakni ketika matahari terbit atau sedang berada di tengah atau sedang terbenam (HR. Jama’ah kecuali Bukhari).

Akan tetapi, jika sholat istikharah tidak bisa diundur atau dibutuhkan saat itu juga, maka sebagian ulama berpandangan bahwa hal itu boleh dikerjakan saat itu juga walaupun pada waktu yang terlarang.

Pandangan yang demikian itu didasarkan pada kebutuhan pelaksanaan sholat istikharah yang perlu dilakukan secepatnya. Dengan demikian, jadilah ia sholat sunnah yang disyariatkan karena adanya sebab, sementara sudah dimaklumi bahwa waktu-waktu terlarang sholat ini tidak berlaku pada sholat-sholat sunnah yang mempunyai sebab, seperti tahiyatul masjid, shalat sunah wudhu, dan semacamnya.

Pandangan ini merupakan mazhab Imam asy-Syafi’i dan sebuah riwayat dari Imam Ahmad, serta pendapat yang dikuatkan oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiah (Lihat, Majmu’ al-Fatawa: 23/210-215).

Baca Juga: Terbaru 2021, Sholat Sunnah Wudhu Lengkap Niat, Dzikir dan Doanya

Jadi, pelaksanaan sholat istikharah tidak terikat dengan waktu tertentu, tetapi ia dilakukan ketika seseorang telah berniat atau bertekad melakukan suatu pekerjaan tertentu. Hal ini didasarkan pada penggunaan kata هَمَّ dalam sabda Rasulullah SAW di atas yang memiliki arti berniat, juga pada isi doa istikharah yang menunjukkan telah adanya niat seseorang dalam mengerjakan sesuatu. Oleh karena itu, jika seseorang masih belum berniat untuk mengerjakan sesuatu atau masih ada beberapa pilihan yang akan dikerjakan, hendaklah ia terlebih dahulu berniat atau menentukan pilihannya, lalu lakukanlah istikharah.

Pekerjaan yang dimaksud berkaitan dengan perkara-perkara yang mubah, bukan yang wajib dilaksanakan, atau haram dilakukan. Dalam hal ini, al-Hafiz Ibnu Hajar berkata dalam “al-Fath” (11/220); “Ibnu Abi Hamzah berkata: amalan yang wajib dan yang sunah tidak perlu melakukan istikharah dalam melakukannya, sebagaimana yang haram dan makruh tidak perlu melakukan istikharah dalam meninggalkannya.

Maka urusan yang butuh istikharah hanya terbatas pada perkara yang mubah dan dalam urusan yang sunah jika di depannya ada dua amalan sunah yang hanya bisa dikerjakan salah satunya, mana yang dia kerjakan lebih dahulu dan yang dia mencukupkan diri dengannya. Maka janganlah sekali-kali kamu meremehkan suatu urusan, akan tetapi hendaknya kamu beristikharah kepada Allah dalam urusan yang kecil dan yang besar, yang mulia atau yang rendah, dan pada semua amalan yang disyariatkan istikharah padanya. Karena terkadang ada amalan yang dianggap remeh akan tetapi lahir darinya perkara yang mulia”.

Hukum Sholat Istikharah

Hukum Sholat Istikharah
Hukum Sholat Istikharah

Tuntunan sholat istikharah didasarkan pada hadits sahih yang bersumber dari sahabat Jabir bin ‘Abdillah r.a. Dia berkata:

Rasulullah SAW mengajari kami sholat istikharah dalam setiap perkara atau urusan yang kami hadapi, sebagaimana Beliau mengajarkan kami suatu surat dari al-Qur’an. Beliau berkata:

Baca Juga  7 Kesalahan Mendidik Anak yang Tidak Anda Sadari Selama Ini

“Jika salah seorang di antara kalian berniat dalam suatu urusan, maka lakukanlah sholat dua rakaat yang bukan shalat wajib, kemudian berdoalah…”.(HR. al-Bukhari).

Berdasarkan hadits di atas, al-‘Allamah al-Qurthubi rahimahullah mengatakan bahwa “sebagian ulama menjelaskan: tidak sepantasnya bagi orang yang ingin menjalankan di antara urusan dunianya sampai ia meminta pada Allah pilihan dalam urusannya tersebut yaitu dengan melaksanakan sholat istikharah. Jadi, doa sholat istikharah adalah salah satu amalan yang biasa dilakukan oleh seorang muslim setiap akan melakukan suatu urusan.

Namun demikian, para ulama bersepakat bahwa sholat istikharah bukan termasuk amalan wajib (fardlu), melainkan dianjuran (mustahab/sunah). Hal ini didasarkan pada sabda Nabi Muhammad SAW tersebut di atas yang berbunyi:

“maka lakukanlah sholat dua rakaat yang bukan sholat wajib”. Selain itu, pendapat ini juga didasarkan pada jawaban Rasulullah SAW ketika seorang laki-laki bertanya tentang Islam. Beliau SAW menjawab: “sholat lima waktu sehari semalam”. Lalu ia tanyakan pada Nabi SAW:

“Apakah aku memiliki kewajiban shalat lainnya?” Nabi SAW pun menjawab: “Tidak ada, kecuali jika engkau ingin menambah dengan sholat sunnah” (HR. Bukhari dan Muslim).

Tata Cara Sholat Istikharah

Tata Cara Sholat Istikharah
Tata Cara Sholat Istikharah

Melansir dari cintasunnahku, sholat istikharah boleh dikerjakan paling sedikit dua rakaat atau hingga dua belas rakaat (enam salam).Tata cara atau kaifiyatnya sama dengan shalat fardhu, cuma yang membedakan hanya pada niatnya saja.

Sesudah membaca Al-Fatihah pada rakaat yang pertama, diutamakan membaca Surah Al-Kafiruun (1 kali). Lalu untuk rakaat kedua setelah membaca Al-Fatihah , diutamakan membaca 1 Surah Al-Ikhlas (1 kali). namun untuk surah yang lain tetap diperbolehkan dibaca setelah membaca surah Al-Fatihah, baik pada rokaat pertama dan kedua.

Berikut tata cara sholat istikharah:

Tak beda jauh dengan sholat lain yang pada umumnya. Membaca niat dengan tenang dan memasrahkan diri pada Allah. Berikut tata cara dan niat sholat istikharah:

Rakaat Pertama:

Niat sholat istikharah

Niat sholat istikharah
Niat sholat istikharah

Dianjurkan berdiri tegak menghadap kiblat seperti sholat pada umumnya, sholat istikharah diawali dengan membaca niat yang dapat diucapkan dalam hati. Berikut adalah doanya:

أصلى سنة الإستخارة ركعتين لله تعالى

“Ussholli sunnatan istikhoroti rak’ataini lillahi ta’ala.”

Artinya: Saya berniat sholat sunnah istikharah dua rakaat karena Allah Ta’ala

Takbiratul ihram

Takbiratul ihram
Takbiratul ihram

Setelah membaca niat, kemudian melakukan takbiratul ikhram. Caranya mengangkat kedua tangan serta membaca:

الله أَكْبَر

“Allahu akbar”
Artinya: Allah maha besar.

Membaca doa iftitah

Membaca doa iftitah
Membaca doa iftitah

Setelah takbiratul ihram, kedua belah tangan didekapkan pada dada kemudian membaca doa iftitah seperti berikut:

اللهُ اَكْبَرُ كَبِرًا وَالْحَمْدُ لِلهِ كَشِيْرًا وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَاَصِيْلًا . اِنِّى وَجَّهْتُ وَجْهِيَ لِلَّذِيْ فَطَرَالسَّمَاوَاتِ وَالْااَرْضَ حَنِيْفًا مُسْلِمًا وَمَا اَنَا مِنَ الْمُشْرِكِيْنَ . اِنَّ صَلَاتِيْ وَنُسُكِيْ وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِيْ لِلهِ رَبِّ الْعَا لَمِيْنَ . لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَبِذَ لِكَ اُمِرْتُ وَاَنَ مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ .

“Allaahu akbar Kabiroo Walhamdulillaahi Katsiiraa, Wa Subhaanallaahi Bukratan Wa’ashiilaa, Innii Wajjahtu Wajhiya Lilladzii Fatharas Samaawaati Wal Ardha Haniifan Musliman Wamaa Anaa Minal Musyrikiin. Inna Shalaatii Wa Nusukii Wa Mahyaaya Wa Mamaatii Lillaahi Rabbil ‘Aalamiina. Laa Syariikalahu Wa Bidzaalika Umirtu Wa Ana Minal Muslimiin.”

Artinya:  Allah Maha Besar dengan sebesar-besarnya, segala puji bagi Allah dengan pujian yang banyak. Maha Suci Allah pada waktu pagi dan petang. Sesungguhnya aku hadapkan wajahku kepada Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dengan segenap kepatuhan atau dalam keadaan tunduk, dan aku bukanlah dari golongan orang-orang yang menyekutukan-Nya.

Sesungguhnya sholatku, ibadahku, hidup dan matiku hanyalah untuk Allah Tuhan Semesta Alam, yang tidak ada sekutu bagi-Nya. Dengan yang demikian itulah aku diperintahkan. Dan aku adalah termasuk orang-orang muslim (Orang-orang yang berserah diri).

Membaca surat Al fatihah

Setelah membaca doa iftitah, selanjutnya membaca surat Al fatihah seperti bacaan di bawah ini:

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ (١)
“Bismillaahir-rohmaanir-rohiim”

Artinya: Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَۙ – (٢)
“Al-hamdu lillaahi robbil-‘aalamiin”

Artinya: Segala puji bagi Allah, Tuhan seluruh alam.

الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِۙ – (٣)
“Ar-rohmaanir-rohiim”

Artinya: Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang.

مٰلِكِ يَوْمِ الدِّيْنِۗ – (٤)
“Maaliki yaumid-diin”

Artinya: Pemilik hari pembalasan.

اِيَّاكَ نَعْبُدُ وَاِيَّاكَ نَسْتَعِيْنُۗ – (٥)
“iyyaaka na’budu wa iyyaaka nasta’iin”

Artinya: Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan.

اِهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيْمَ ۙ – (٦)
“ihdinash-shiroothol-mustaqiim”

Artinya: Tunjukilah kami jalan yang lurus,

صِرَاطَ الَّذِيْنَ اَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ ەۙ غَيْرِ الْمَغْضُوْبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّاۤلِّيْنَ – (٧)
“shiroothollaziina an’amta ‘alaihim ghoiril-maghdhuubi ‘alaihim wa ladh-dhooolliin”

Artinya: (yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepadanya; bukan (jalan) mereka yang dimurkai, dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.

Keterangan: Pada setiap rakaat dalam sholat wajib membaca surat Al-Fatihah.

Membaca surat-surat pendek

Langkah selanjutnya ialah dengan membaca surat Al Kafirun setelah membaca surat Al Fatihah pada rakaat pertama.

Berikut adalah bacaan Surat Al Kafirun:

قُلْ يٰٓاَيُّهَا الْكٰفِرُوْنَۙ
Qul yaa ayyuhal kaafiruun

Artinya: Katakanlah (Muhammad), Wahai orang-orang kafir!

لَآ اَعْبُدُ مَا تَعْبُدُوْنَۙ
Laa a’budu maa ta’ buduun

Baca Juga  Terbaru 2021, Sholat Sunnah Wudhu Lengkap Niat, Dzikir dan Doanya

Artinya: Aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah.

وَلَآ اَنْتُمْ عٰبِدُوْنَ مَآ اَعْبُدُۚ
Wa laa antum ‘aabiduuna maa a’ bud

Artinya: Dan kamu bukan penyembah apa yang aku sembah.

وَلَآ اَنَا۠ عَابِدٌ مَّا عَبَدْتُّمْۙ
Wa laa ana ‘aabidum maa ‘abattum

Artinya: Dan aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah.

وَلَآ اَنْتُمْ عٰبِدُوْنَ مَآ اَعْبُدُۗ
Wa laa antum ‘aabiduuna maa a’ bud

Artinya: Dan kamu tidak pernah (pula) menjadi penyembah apa yang aku sembah.

لَكُمْ دِيْنُكُمْ وَلِيَ دِيْنِ
Lakum diinukum wa liya diin

Artinya: Untukmu agamamu, dan untukku agamaku.

Ruku’ dengan thuma’ninah

Ruku’ dengan thuma’ninah
Ruku’ dengan thuma’ninah

Gerakan selanjutnya adalah mengangkat kedua tangan sejajar dengan bahu, sementara ujung-ujung jari sejajar telinga dan diikuti dengan bacaan takbir: “Allaahu Akbar”. Kemudian badan membungkuk, kemudian kedua tangan memegang lutut sehingga antara punggung dan kepala terlihat rata. Setelah itu, bacalah tasbih sebagai berikut:

Adapun bacaan untuk rukuk adalah sebagai berikut.

سُبْحَانَ رَبِّىَ الْعَظِيمِ وَبِحَمْدِهِ
“Subhaana rabbiyal adziimi wa bihamdih” (dibaca 3 kali)

Artinya: Maha Suci Tuhan Maha Agung serta memujilah aku kepada-Nya.

I’tidal dengan tuma’ninah

Selesai rukuk, kemudian badan kembali ditegakkan seperti saat awal melaksanakan sholat lalu mengangkat kembali kedua tangan sejajar dengan telinga sembari mengucapkan:

سَمِعَ اللَّهُ لِمَنْ حَمِدَهُ
“Sami’alloohu liman hamidah“

Artinya: Allah mendengar orang yang memuji-Nya.

Bacaan tersebut diucapkan sambil mengangkat kedua tangan sejajar dengan telinga dan berdiri tegak. Setelah itu kemudian membaca doa itidal sebagai berikut:

رَبَّنَا وَلَكَ الْحَمْدُ مِلْءَ السَّمَاوَاتِ وَمِلْءَ الْأَرْضِ وَمِلْءَ مَا شِئْتَ مِنْ شَيْءٍ بَعْدُ
“Rabbana lakal hamdu milus samawati wa mil ulardi wa mil umasyita min syaiin badu“

Artinya: Ya Allah Tuhan kami! Bagi-Mu segala puji, sepenuh langit dan bumi, dan sepenuh barang yang Kau kehendaki sesudah itu.

Sujud dengan tuma’ninah (Sujud pertama)

Sujud dengan tuma’ninah
Sujud dengan tuma’ninah

Melakukan sujud pertama dengan cara sujud tersungkur dengan mengucapkan “Allahu Akbar” hingga kedua telapak tangan dan dahi serta hidung menempel pada sejadah. Setelah dalam posisi sujud kemudian membaca tasbih sebagai berikut:

سُبْحَانَ رَبِّىَ الْأَعْلَى وَبِحَمْدِهِ
“Subhaana robbiyal ‘a’la wabihamdih“ (Bacaan doa sujud diucapkan sebanyak 3 kali).

Artinya: Maha Suci Tuhan Maha Tinggi serta memujilah aku kepada-Nya.

Kemudian bangun dari sujud dengan mengucapkan takbir “Allaahu Akbar” kemudian melakukan duduk di antara dua sujud.

Duduk di antara dua sujud dengan tuma’ninah

Duduk di antara dua sujud dengan tuma’ninah
Duduk di antara dua sujud dengan tuma’ninah

Setelah sujud kemudian bangkit untuk memposisikan duduk antara dua sujud yang diikuti dengan bacaan “Allahu Akbar”. Dan setelah posisi sempurna kemudian membaca:

رَبِّ اغْفِرْ لِي ، وَارْحَمْنِي ، وَاجْبُرْنِي ، وَارْفَعْنِي ، وَارْزُقْنِي ، وَاهْدِنِي وَعَافِنِيْ وَاعْفُ عَنِّيْ
“Robbighfirlii warhamnii wajburnii warfa’nii wahdinii wa ‘aafinii wa’fu ‘annii“

Artinya: Ya Allah, ampunilah dosaku, belas kasihanilah aku dan cukupkanlah segala kekurangan dan angkatlah derajat kami dan berilah rizki kepadaku, dan berilah aku petunjuk dan berilah kesehatan kepadaku dan berilah ampunan kepadaku.

Kemudian mengucapkan “Allaahu Akbar” lau melakukan kembali sujud yang kedua kalinya.

Sujud dengan tuma’ninah (Sujud kedua)

Sujud dengan tuma’ninah
Sujud dengan tuma’ninah

Sujud kedua dan ketiga dikerjakan seperti halnya pada waktu sujud yang pertama, baik caranya hingga bacaannya.

Adapun bacaan doa sujud yang harus diucapkan adalah:

سُبْحَانَ رَبِّىَ الْأَعْلَى وَبِحَمْدِهِ
“Subhaana robbiyal ‘a’la wabihamdih“

Artinya: Maha Suci Tuhan Maha Tinggi serta memujilah aku kepada-Nya.

Perhatikan: (Bacaan doa sujud diucapkan masing-masing sebanyak 3 kali).

Kemudian bangun dari sujud untuk berdiri tegak seraya mengucapkan “Allaahu Akbar” kemudian berdiri lagi untuk dilanjutkan rakaat kedua.

Rakaat Kedua:

Membaca surat Al Fatihah

Membaca surat Al Fatihah
Membaca surat Al Fatihah

Pada rakaat kedua kembali membaca surat Al Fatihah seperti bacaan pada rakaat pertama.

Membaca surat-surat pendek

Setelah membaca surat Al Fatihah pada rakaat kedua, selanjutnya membaca surat Al Ikhlas.

Berikut adalah bacaan surat Al-Ikhlas:

قُلْ هُوَ ٱللَّهُ أَحَدٌ
Qul huwallāhu aḥad

Artinya: Katakanlah: “Dialah Allah, Yang Maha Esa.

ٱللَّهُ ٱلصَّمَدُ
Allāhuṣ-ṣamad

Artinya: Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu.

لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ
Lam yalid wa lam yụlad

Artinya: Dia tiada beranak dan tidak pula diperanakkan,

وَلَمْ يَكُن لَّهُۥ كُفُوًا أَحَدٌۢ
Wa lam yakul lahụ kufuwan aḥad

Artinya: dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia.”

Ruku’ dengan tuma’ninah

Setelah membaca surat Al Ikhlas pada rakaat kedua, kemudian dilanjutkan ruku’ seperti halnya pada rukuk rakaat pertama, baik caranya hingga bacaannya.

I’tidal dengan tuma’ninah

I’tidal dengan tuma’ninah dari rakaat kedua dikerjakan seperti halnya pada rakaat pertama, baik caranya hingga bacaannya.

Sujud dengan tuma’ninah

Sujud dengan tuma’ninah dari rakaat kedua dikerjakan seperti halnya pada rakaat pertama, baik caranya hingga bacaannya.

Duduk di antara dua sujud dengan tuma’ninah

Duduk di antara dua sujud dengan tuma’ninah dari rakaat kedua dikerjakan seperti halnya pada rakaat pertama, baik caranya hingga bacaannya.

Sujud kedua dengan tuma’ninah

Sujud kedua dari rakaat kedua dikerjakan seperti halnya pada waktu sujud yang pertama, baik caranya hingga bacaannya.

Tahiyat akhir dengan tuma’ninah

Tahiyat akhir dengan tuma’ninah
Tahiyat akhir dengan tuma’ninah

Tasyahud atau Tahiyyat akhir dilakukan saat rakaat kedua. Adapun bacaan doanya adalah sebagai berikut:

التَّحِيَّاتُ الْمُبَارَكَاتُ الصَّلَوَاتُ الطَّيِّبَاتُ لِلَّهِ السَّلاَمُ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِىُّ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ السَّلاَمُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللَّهِ الصَّالِحِينَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ وَعَلَى آلِ سيدنا مُحَمَّد كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سيدنا إبْرَاهِيم وعَلَي آلِ سَيدنا إِبْرَاهِيمَ و بَارِِكْ عَلَى سيدنا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سيدنا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سيدنا إبراهيم و علي آلِ سيدناإِبْرَاهِيمَ في العالمين إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ

Baca Juga  Bacaan Dzikir Pagi dan Petang Lengkap Latin dan Artinya

“Attahiyyatul mubarakaatus salawatut tayyibatu lillah. Assalamu alaika ayyuhan nabiyyu warahmatullahi wabarakatuh. Assalamu alaina wa ala ibadillahis salihin. Asyhadu alla ilaha illallah. Wa asyhadu anna Muhammadar rasulullah. Allahumma salli ala sayyidina Muhammad Wa ‘ala aali sayyidina Muhammad, Kamaa shollayta ‘ala sayyidina Ibrahim. Wa Baarik ‘ala sayyidina Muhammad wa ‘ala aali sayyidina Muhammad. Kamaa baarakta ‘ala sayyidinaa Ibrahim, wa ‘ala sayyidina Ibrahim, fil ‘aalamiina innaka hamiidun majiid.”

Artinya: Segala penghormatan yang berkat solat yang baik adalah untuk Allah. Sejahtera atas engkau wahai Nabi dan rahmat Allah serta keberkatannya. Sejahtera ke atas kami dan atas hamba-hamba Allah yang soleh. Aku naik saksi bahawa tiada Tuhan melainkan Allah dan aku naik saksi bahawasanya Muhammad itu adalah pesuruh Allah. Ya Allah Limpahilah rahmad atas keluarga Nabi Muhammad. Sebagaimana Engkau selawatkan ke atas Ibrahim dan atas keluarga Ibrahim. Berkatilah ke atas Muhammad dan atas keluarganya sebagaimana Engkau berkati ke atas Ibrahim dan atas keluarga Ibrahim di dalam alam ini. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Agung.

Salam

Salam
Salam

Salam adalah gerakan terakhir dalam sholat dengan mengucapkan: “Assalamu ‘alaikum warahmatullah” dengan menoleh ke kanan, lalu mengucapkan kalimat salam kembali dengan menoleh ke kiri.

Baca Juga: 9 Adab Berdoa Dalam Islam Sesuai Ajaran Rasulullah

Doa Setelah Sholat Istikharah

Doa Setelah Sholat Istikharah
Doa Setelah Sholat Istikharah

Setelah salam jangan dulu kemana-mana pribadi doa sholat istikharah yang khusus dibaca setelah sholat kemudian memohon petunjuk dan mengutarakan kasus yang dihadapi.

Doa setelah sholat istikharah merupakan rangkaian untuk menyempurnakan sholat sunnah tersebut. Seperti diketahui, sholat istikharah ditunaikan saat merasa ragu dalam menentukan pilihan.

Maka doa sholat istikharah yang dianjurkan dan dapat dipanjatkan sebagai berikut: Rasulullah dalam sebuah hadits riwayat Jabir Ibn Abdillah ra bersabda:

“Ya Allah, saya memohon petunjuk kebaikan kepada-Mu dengan ilmu-Mu. Aku memohon kekuatan dengan kekuatan-Mu. Ya Allah, seandainya Engkau tahu bahwa kasus ini baik untukku dalam agamaku, kehidupanku dan jalan hidupku, jadikanlah untukku dan mudahkanlah bagiku dan berkahilah saya di dalam kasus ini. Namun kalau Engkau tahu bahwa kasus ini jelek untukku, agamaku dan jalan hidupku, jauhkan saya darinya dan jauhkan kasus itu dariku. Tetapkanlah bagiku kebaikan dimana pun kebaikan itu berada dan ridhailah saya dengan kebaikan itu”. (HR Al Bukhari)

Maka doa setelah sholat istikharah yang dianjurkan dan dapat dipanjatkan sebagai berikut:

“Ya Allah hamba memohon biar Tuhan memilihkan mana yang baik berdasarkan Engkau Ya Allah. Dan hamba memohon Tuhan menunjukkan kepastian dengan ketentuan-Mu dan hamba memohon kemurahan Tuhan yang Besar lagi Agung alasannya yakni bahu-membahu Tuhan yang Berkuasa sedang hamba tidak tahu dan Tuhanlah yang amat mengetahui segala sesuatu yang masih tersembunyi. Ya Allah, kalau Tuhan mengetahui, bahwa duduk kasus ini (sebutkan permasalahan yang anda hadapi) baik bagi hamba, dan baik pula balasannya bagi hamba, maka berilah kasus ini kepada hamba, dan mudahkanlah ia bagi hamba, kemudian berikanlah keberkahan bagi hamba, dan penghidupan hamba, dan kalau tidak baik balasannya bagi hamba, maka jauhkanlah ini dari hamba dan jauhkanlah hamba dari padanya. Dan berilah hamba orang yang rela atas anugrah-Mu.

Sesudah berdoa kemudian perbanyaklah baca Surat Al’Alaq ayat kelima yaitu:

“Allamal intsaana maa lam ya’lam”
Artinya: Dia mengajarkan kepadamanusia apa yang tidak diketahuinya.

Sholat Istikharah ini sebaiknya dilaksanakan 3 malam atau 7 malam berturut turut hingga anda sudah diberikan petunjuk oleh Alloh atas apa yang harus anda lakukan atau apa yang harus dipilih. Untuk pemanis juga anda sanggup menambahkan Sholat Sunah Hajat dan jangan lupa untuk mengerjakan Shalat wajib 5 waktu alasannya yakni hal tersebut lah yang menjadi kewajiban anda.

Sudah menjadi kebiasaan bagi kebanyakan orang bahwa setelah Shalat istikharah biasanya akan menerima petunjuk melalui mimpi, meskipun hal itu tidak salah namun tidak selamanya benar alasannya yakni sanggup jadi mimpi itu memang sebagai pentunjuk dan tiba dari Allah SWT, tapi tidak menutup kemungkinan mimpi juga sanggup tiba dari syetan yang sengaja menggoda.

Keutamaan Sholat Istikharah

Keutamaan Sholat Istikharah
Keutamaan Sholat Istikharah

Dari Jabir bin Abdullah radhiyallahu‘anhuma, ia berkata bahwa Rasulullah SAW mengajarkan kami cara mengerjakan sholat istikharah dalam segala urusan, sebagaimana beliau mengajarkan kami Surat Alquran.

Rasulullah bersabda: “Jika salah seorang di antara kalian hendak melakukan sesuatu, hendaklah terlebih dahulu mengerjakan salat dua rakaat selain sholat fardu” (HR. Ahmad, Al-Bukhari, Ibn Hibban, Al-Baihaqi dan yang lainnya).

Itulah tadi pembahasan tentang doa sholat istikharah yang dilengkapi dengan tata cara, niat dan waktu-waktu paling mustajab. Penting bagi umat Islam memohon doa setelah sholat istiharah untuk meminta petunjuk kepada Allah ketika tengah dihadapkan kebingungan untuk mengambil keputusan dari apa yang akan kita lakukan. Semoga dengan artikel ini dapat bermanfaat untuk kita semua.