Daerah  

Ini Strategi Kadishub Palembang Afrizal Hasyim Urai Kemacetan di 10 Titik


Cakrawalarafflesia –  Melandainya  kasus Covid19 berefek pada meningkatnya mobilitas masyarakat Palembang. Pada jam –jam sibuk, arus lalu lintas kembali macet dan menumpuk.

‘’Benar, arus lalu lintas mulai padat lagi. Beberapa ruas jalan mulai normal dan macet pada jam jam tertentu,’’ kata Kepala Dinas Perhubungan Kota Palembang  Afrizal Hasyim, S.Sos, MM Rabu (3/11).

Begitu dilantik satu bulan lalu, Afrizal langsung kerja dan memetakan titik kemacetan yang dikeluhkan warga. ‘’Ada sepuluh titik kemacetan di Palembang. Kami petakan itu dan cari solusinya seperti apa,’’ kata dia.

Kesepuluh titik itu antara lain Kol H Burlian, Pasar KM 5, Simpang Parameswara, Simpang Charitas, Jl Sudirman Cinde, kawasan Air Mancur, Jl M Isa, Pasar Plaju, Simpang Angkatan 66.

Kondisi ini, pastinya mengganggu kenyamanan warga Palembang. Dan menjadi atensi dari Walikota Palembang serta Sekda Ratu Dewa.

‘’Tiap titik macet itu, penanganannya berbeda. Melalui contra flow, penertiban parkir, misalnya,’’ tukas dia.

Selain itu, kata eks Kadis Perikanan itu, Dishub menyiagakan petugas di titik macet.  ‘’Petugas terbagi dua shift, pagi dan sore,’’ imbuh Afrizal yang dikenal low profile ini.

Sesi pagi, penempatan petugas di jam sibuk. Pagi hari ketika warga berangkat sekolah, kerja, atau aktivitas pukul 06.00 hingga 09.00 WIB.

Lanjut lagi, sore hari jam pulang kerja, mulai pukul 16.00 hingga 18.00 WIB.  ‘’Semua petugas lapangan kami kerahkan membantu mengatur mengurai kemacetan,’’ kata dia.

Tak hanya itu, petugas URC dan BM patroli  selalu mobile ke seluruh Kota Palembang. Tentu saja, Dishub Kota Palembang tidak bekerja sendiri. Terus berkordinasi dengan Satlantas Polrestas Pembang dan Dirlantas Polda Sumsel.

Disisi lain ada 21 titik lokasi macet yang berhasil diurai.  Sebut saja, Simpang Kantor Pos, Jl Merdeka Kantor Walikota, Jl Srijaya  Unsri Bukit, Kawasan Palembang Square, Jl MP Mangkunegera, Simpang Sekojo.

Baca Juga  Kebakaran Gedung Disdik Kota Bekasi Diduga Akibat Korsleting

‘’Kemudian Simpang Pasar Kuto,Simpang Pasar  Lemabang, Simpang sekolah SMP 9 dan 10,’’ katanya seraya menambahkan titik tersebut tetap harus dipertahankan.  (dey)





Melansir Sumeks co