Daerah  

Setahun Tak Direspon, Bentang Spanduk “Stop Angkutan Batubara” di Sungai Musi – cakrawalarafflesia


cakrawalarafflesia, PALEMBANG – Aktivis Masyarakat Miskin Kota (MMK) Arifin Klender, kembali menggelar demonstrasi mengkritisi hilir mudik tongkang bermuatan batubara di Sungai Musi.

Namun, berbeda dari tahun sebelumnya, Senin (8/11) aksi demonstrasi dilakukan di Sungai Musi dengan membentangkan spanduk berisikan “Stop Angkutan Batubara” menggunakan tiga unit perahu getek.

“Hari ini, tepat satu tahun berlalu kami kembali turun tapi bukan ke jalan melainkan ke sungai untuk menyuarakan aspirasi stop angkutan batubara di Sungai Musi,” ungkap Arifin.

Arifin kembali mengkritisi angkutan batubara melalui sungai karena selama ini tak kunjung ada respons terkait tuntutan.

Ia mengaku hanya menginginkan kejelasan terkait kontribusi angkutan batubara yang melalui alur Sungai Musi ini bagi daerah. Pasalnya, setiap hari melintas 20-30 tongkang batubara yang memuat antara 5 ribu-7 ribu ton batubara per-tongkang.

Untuk diketahui, selain Jembatan Ampera di sepanjang alur Sungai Musi ada beberapa jembatan  yang dilalui oleh tongkang batubara. Mulai dari Jembatan Musi II,  Duplikat Musi II, Musi IV, Musi VI dan Jembatan LRT.

“Tahun lalu kami pernah mempertanyakan kemana larinya retribusi angkutan batubara ini. Baik Pemkot Palembang maupun Pemprov Sumsel tidak bisa memberikan penjelasan. Padahal, informasi yang kami terima retribusinya per-tongkang setiap hari mencapai puluhan juta,” bebernya.

Hal lain, tambah Arifin dampak lalu lalangnya puluhan tongkang batubara kurun beberapa tahun terakhir berimbas terhadap terhentinya aktivitas warga yang selama ini menggantungkan hidupnya di Sungai Musi.

Di antaranya, para nelayan yang biasanya mencari ikan kini sudah tak bisa lagi dilakukan karena khawatir tertabrak tongkang batubara.





Melansir Sumeks co

Baca Juga  Warga Perumahan ini Kurban Tiga Sapi – cakrawalarafflesia