Islami  

Begini Cara Sholat Jumat yang Benar, 11 Point yang Perlu Diketahui

CakrawalaSulsel – Cara sholat Jumat yang benar adalah kunci utama sahnya ibadah. Khususnya bagi kaum Muslim laki-laki tentu sangat diwajibkan melakukan ibadah dengan cara yang baik dan benar.

Seperti diketahui bahwa hari Jumat merupakan hari yang mulia bagi umat Muslim, sangat dianjurkan bagi kaum laki-laki menunaikan sholat Jumat secara berjamaah, sementara perempuan hukumnya sunnah dan tidak diwajibkan.

Sholat Jumat wajib berjamaah dilakukan di tempat Ibadah ataupun masjid waktu dzhuhur, Jika seorang laki-laki sudah menunaikan sholat Jumat, tidak diwajibkan lagi untuh sholat fardhu dzhuhur.

Kecuali yang mendapati halangan yang dapat membatalkan kewajiban seperti karena sakit yang tidak memungkinkan untuk sholat berjamaah di masjid, atau sedang bepergian di suatu tempat namun susah menemukan masjid saat diperjalanan.

Adapun perintah sholat Jumat yang penting untuk diketahui seperti yang disampaikan di dalam Al-Quran surat Al-Jumuah yang berbunyi:

يٰۤاَ يُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْۤا اِذَا نُوْدِيَ لِلصَّلٰوةِ مِنْ يَّوْمِ الْجُمُعَةِ فَا سْعَوْا اِلٰى ذِكْرِ اللّٰهِ وَذَرُوا الْبَيْعَ ۗ ذٰ لِكُمْ خَيْرٌ لَّـكُمْ اِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُوْنَ.
فَاِ ذَا قُضِيَتِ الصَّلٰوةُ فَا نْتَشِرُوْا فِى الْاَ رْضِ وَا بْتَغُوْا مِنْ فَضْلِ اللّٰهِ وَا ذْكُرُوا اللّٰهَ كَثِيْرًا لَّعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ.
وَاِ ذَا رَاَ وْا تِجَا رَةً اَوْ لَهْوًاٱنْفَضُّوْۤا اِلَيْهَا وَتَرَكُوْكَ قَآئِمًا ۗ قُلْ مَا عِنْدَ اللّٰهِ خَيْرٌ مِّنَ اللَّهْوِ وَمِنَ التِّجَا رَةِ ۗ وَا للّٰهُ خَيْرُ الرّٰزِقِيْنَ

“Wahai orang-orang yang beriman! Apabila telah diseru untuk melaksanakan sholat pada hari Jum’at, maka segeralah kamu mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui. Apabila sholat telah dilaksanakan, maka bertebaranlah kamu di bumi; carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak agar kamu beruntung. Dan apabila mereka melihat perdagangan atau permainan, mereka segera menuju kepadanya dan mereka tinggalkan engkau (Muhammad) sedang berdiri (berkhotbah). Katakanlah, “Apa yang ada di sisi Allah lebih baik daripada permainan dan perdagangan,” dan Allah Pemberi Rezeki yang terbaik.” (QS. Al-Jumu’ah Ayat 9-11).

Melansir dari laman tuntunanislam.id, maksud dari ayat “bersegeralah kamu mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli”, adalah jika sudah diseru adzan untuk shalat Jum’at maka tinggalkanlah segala pekerjaan dan kesibukan, untuk melaksanakan shalat Jum’at.

Sementara dalam hadist dari Thoriq bin Syihab r.a. dari Nabi SAW bersabda:

“Jumat itu kewajiban atas setiap Muslim dalam jamaah kecuali empat golongan, yaitu: hamba sahaya, wanita, anak-anak dan orang yang sakit”. (HR. Abu Dawud) (Adzahabi dalam Talkhis berkata: hadis ini shahih).

Diantara halangan yang membolehkan seorang Muslim meninggalkan sholat Jumat adalah cuaca yang sangat dingin dan hujan, berdasarkan hadis Ibnu Abbas bahwa dia berkata kepada Muadzinnya pada saat hujan lebat,“Jika engkau telah mengucapkan “Asyhadu alla ilaha illa-Allah, asyhadu anna Muhammadarrasulullah”maka janganlah ucapkan: Hayya ‘alash shalah, tapi ucapkanlah: Shallu fi buyutikum (sholatlah di rumah kalian)”.

Sepertinya orang-orang mengingkari hal itu, maka Ibnu Abbas mengatakan, “Apakah kalian heran dengan hal itu? Sesungguhnya hal itu telah dilakukan oleh orang yang lebih baik dibandingkan diriku. Sesungguhnya sholat Jumat itu azimah (kewajiban yang harus dilakukan), dan aku tidak suka kalian keluar lalu berjalan di jalan yang becek dan licin”.

Selain dari kewajiban bagi umat Muslim laki-laki, perlu juga diketahui yang tidak diwajibkan untuk melaksanakan sholat Jumat adalah musafir, berdasarkan riwayat dari Jabir bahwa Rasulullah SAW bersabda:

“Barang siapa yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir, maka ia wajib melaksanakan shalat jumat pada hari jumat kecuali orang sakit, musafir, wanita, anak-anak dan hamba sahaya”. (Hasan dengan beberapa riwayat pendukung, diriwayatkan oleh ad-Daruquthni (II/3) dan Ibnu Adi dalam al-Kamil (VI/2425), lihat Irwa’ (III/57).

Baca Juga: Macam-Macam Shalat Sunnah Lengkap dengan Niatnya 2021

Lantas bagaimana cara mengerjakan dan apa saja yang perlu diperhatikan untuk umat Muslim khususnya laki-laki? Berikut penjelasannya.

Pengertian Sholat Jumat

Pengertian Sholat Jumat
Pengertian Sholat Jumat

 

Sebelum masuk pembahasan Cara Sholat Jumat yang Benar, tak kalah penting Anda perlu mengetahui Apa itu pengertian sholat Jumat. Sholat Jumat adalah sholat dua rakaat yang dilakukan secara berjamaah.

Adapun caranya dikerjakan sesudah dua khutbah pada hari Jumat di waktu Dzuhur. Shalat Jumat merupakan fardhu ‘ain bagi setiap laki-laki muslim dan sunnah bagi perempuan.

Bagi perempuan Muslim cukup melaksanakan sholat fardhu Dzhuhur seperti biasanya.

Dalam hadist Rasulullah bersabda:

“Sebaik-baiknya hari yang matahari terbit padanya adalah hari Jumat. Pada hari itu Adam diciptakan, masuk dan keluar dari surga dan hari kiamat hanya akan terjadi pada hari Jumat.” (HR. Muslim).

Syarat-Syarat Wajib Sholat Jumat

Syarat-Syarat Wajib Sholat Jumat
Syarat-Syarat Wajib Sholat Jumat

Selain mengetahui Cara Sholat Jumat dengan cara yang Benar syarat wajib sholat juga penting untuk di pahami. Adapun syarat wajib sholat Jumat yang penting untuk diketahui adalah sebagai berikut:

  1. Beragama Islam
  2. Baligh atau sudah dewasa
  3. Berakal dan tidak gila atau mengalami gangguan mental
  4. Laki-laki (perempuan tidak wajib sholat Jumat)
  5. Sehat secara secara jasmani mapun rohani. Khususnya orang sakit tidak wajib sholat Jumat
  6. Menetap atau bertempat tinggal yang tetap. Bagi orang yang sedang bepergian atau perjalanan jauh tidak wajib sholat Jumat.

Rasulullah SAW bersabda: “Bagi musafir tidak wajib sholat Jumat.” (HR. Daruquthni).

Baca Juga: Doa Sholat Istikharah Lengkap Tata Cara, Niat, dan Waktu yang Mustajab

Baca Juga  Surah Al Kaafiruun

Syarat-Syarat Sahnya Sholat Jumat

Syarat-Syarat Sahnya Sholat Jumat
Syarat-Syarat Sahnya Sholat Jumat

Agar Cara Sholat Jumat baik dan Benar penting juga mengenal syarat sah sholat Jumat agar kita dapat menghindari hal-hal yang dapat menyebabkan shalat jumat tidak sah. Ada pun syarat-syarat sah melaksanakan sholat Jumat adalah sebagai berikut:

  1. Tempat sholat Jumat dilakukan di suatu tempat tertentu
  2. Dilakukan ketika sudah mulai waktu dzhuhur
  3. Jumlah orang yang berjamaah sekurang-kurangnya berjumlah 40 orang laki-laki
  4. Dilakukan dalam waktu dzhuhur
  5. Sebelum sholat Jumat didahului dengan dua khutbah

Rukun Khutbah Sholat Jumat

Rukun Khutbah Sholat Jumat
Rukun Khutbah Sholat Jumat

Salah satu cara melaksanakan dengan cara sholat jumat dengan benar, terdapat juga rukun khutbah sebagai pelengkap sahnya ibadah ini. Dalam khutbah ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, antara lain:

  1. Membaca hamdalah, Alhamdu lillaah dalam dua khutbah itu
  2. Membaca shalawat atas Nabi Muhammad SAW dalam dua khutbah
  3. Berwasiat dengan taqwa kepada Allah dalam dua khutbah
  4. Membaca ayat Al-Quran dalam salah satu khutbah
  5. Memohonkan maghfiroh (ampunan) bagi sekalian mukminin pada khutbah yang kedua
  6. Mendoakan kaum muslimin

Syarat-Syarat Khutbah Jumat

Syarat-Syarat Khutbah Jumat
Syarat-Syarat Khutbah Jumat

Sedangkan syarat agar khutbah sholat Jumat tersebut sah, maka perlu memenuhi hal berikut ini:

  1. Isi rukun khutbah dapat didengar oleh para jemaah
  2. Berturut-turut antara khutbah pertama dengan khutbah kedua
  3. Menutup aurat
  4. Badan, pakaian, dan tempat yang suci dari hadats dan najis
  5. Khutbah dimulai setelah tergelincir matahari
  6. Khatib hendaklah berdiri jika mampu
  7. Diantara kedua khutbah khatib hendaklah duduk untuk berhenti sebentar

Sunnah Khutbah Sholat Jumat

Sunnah Khutbah Sholat Jumat
Sunnah Khutbah Sholat Jumat
  1. Khutbah dilakukan di atas mimbar atau trmpat yang tinggi
  2. Diucapkan dengan kalimat yang baik, fasih, jelas dan mudah dipahami oleh jamaah
  3. Khatib menghadap pada jamaah sholat Jumat
  4. Pada waktu duduk di antara dua khutbah membaca surar Al Ikhlas
  5. Menertibkan rukun
  6. Saat mendengar khutbah, jamaah wajib diam dan memperhatikan khutbah
  7. Memulai dan mengakhiri khutbah dengan salam

Sunnah-Sunnah Sebelum Sholat Jumat

Sunnah-Sunnah Sebelum Sholat Jumat
Sunnah-Sunnah Sebelum Sholat Jumat

Berikut adalah Sunah Sebelum Sholat Jumat yang harus dipahami bagi umat Muslim, khususnya kaum laki-laki.

  1. Mandi yang bersih
  2. Memakai pakain yang rapi dan bersih diutamakan kain putih
  3. Memotong kuku dan mencukur kumis
  4. Memakai wangi-wangian
  5. Saat masuk masjid, mendahulukan kaki kanan
  6. Melaksanakan sholat sunah tahiyatul masjid
  7. Duduk sambil menunggu imam (khatib) naik ke mimbar
  8. Menghentikan dzikir atau bacaan lainnya saat khatib naik ke atas mimbar untuk menyampaikan khotbah Jumat
  9. Tenang waktu khatib membaca khutbah

Dari Abu Ayyub berkata: aku mendengar Rasulullah SAW bersabda: Barangsiapa mandi pada hari Jumat, mengenakan wangi-wangian bila ada, memakai pakaian yang terbaik, kemudian keluar dengan tenang sehingga sampai ke masjid, lalu shalat seberapa menurut kehendaknya dan tidak mengganggu seseorang, kemudian berdiam diri sambil memperhatikan kepada khutbah imam sejak ia dating hingga berdiri shalat maka perbuatannya yang sedemikian itu menjadi pembebas dosanya selama antara Jum’ah hari itu dengan hari Jum’ah berikutnya. (HR. Ahmad).

Tata Cara Sholat Jumat yang Benar

Tata Cara Sholat Jumat yang Benar
Tata Cara Sholat Jumat yang Benar

Sholat Jumat adalah salah satu sholat wajib ditunaikan bagi umat Islam, khususnya bagi kaum laki-laki. Bacaan niat dan tata cara sholat Jumat yang benar adalah terdiri dari 2 rakaat, yang dimulai dari niat, takbiratul ihram hingga salam.

Niat Sholat Sunnah Jumat

Setelah berada dalam tempat ibadah atau masjid, terlebih dahulu baiknya melakukan sholat sunnah Jumat dan setelah sholat Jumat. Niatnya adalah sebagai berikit:

1. Niat sholat sunnah sebelum Jumat

“Ushallii Sunnatal Jumu’ati Rak’ataini Qabliyyatan Lillaahi Ta’aala”
Artinya: Aku niat shalat sunnah jum’at dua rakaat sebelumnya karena Allah Ta’aala

2. Niat sholat sunnah setelah Jumat

“Ushallii Sunnatal Jumu’ati Rak’ataini Ba’diyyatan Lillaahi Ta’aala”
Artinya: Aku niat shalat sunnah jum’at dua rakaat sesudahnya karena Allah Ta’aala

Rakaat Pertama:

Berikut adalah niat sholat Jumat (Imam/Makmum) dan tata caranya:

1. Niat Sholat Jumat (Imam/Makmum)

Niat Sholat Jumat (Imam/Makmum)
Niat Sholat Jumat (Imam/Makmum)

– Niat Sholat Jumat (Imam)

Dianjurkan berdiri tegak menghadap kiblat lalu membaca niat sholat yang dilafazkan dalam hati. Berikut bacaan niat sholat Jumat untuk imam dan artinya:

Ushollii fardlol jum’ati rak’ataini mustaqbilal qiblati adaa-an imaaman lillaahi ta’aala.

Artinya: Aku niat melakukan shalat jum’at 2 rakaat, sambil menghadap qiblat, saat ini, menjadi imam karena Allah ta’ala.

– Niat Sholat Jumat (Makmum)

Berikut bacaan latin niat sholat Jumat untuk makmum dan artinya:

“Ushollii fardhol Jumati rak’ataini mustaqbilal qiblati adaa-an ma-muuman lillaahi ta’aala.”
Artinya: Aku berniat sholat Jumat dua rakaat, menghadap kiblat, sebagai makmum, karena Allah ta’ala.

2. Takbiratul ihram

Takbiratul ihram
Takbiratul ihram

Setelah membaca niat sholat, kemudian melakukan takbiratul ihram dengan cara mengangkat kedua tangan serta membaca:

الله أَكْبَر

“Allahu akbar”
Artinya: Allah maha besar.

3. Membaca doa iftitah

Membaca doa iftitah

Setelah takbiratul ihram, kedua belah tangan didekapkan pada dada kemudian membaca doa iftitah seperti berikut.

اللهُ اَكْبَرُ كَبِرًا وَالْحَمْدُ لِلهِ كَشِيْرًا وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَاَصِيْلًا . اِنِّى وَجَّهْتُ وَجْهِيَ لِلَّذِيْ فَطَرَالسَّمَاوَاتِ وَالْااَرْضَ حَنِيْفًا مُسْلِمًا وَمَا اَنَا مِنَ الْمُشْرِكِيْنَ . اِنَّ صَلَاتِيْ وَنُسُكِيْ وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِيْ لِلهِ رَبِّ الْعَا لَمِيْنَ . لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَبِذَ لِكَ اُمِرْتُ وَاَنَ مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ .

“Allaahu akbar Kabiroo Walhamdulillaahi Katsiiraa, Wa Subhaanallaahi Bukratan Wa’ashiilaa, Innii Wajjahtu Wajhiya Lilladzii Fatharas Samaawaati Wal Ardha Haniifan Musliman Wamaa Anaa Minal Musyrikiin. Inna Shalaatii Wa Nusukii Wa Mahyaaya Wa Mamaatii Lillaahi Rabbil ‘Aalamiina. Laa Syariikalahu Wa Bidzaalika Umirtu Wa Ana Minal Muslimiin.”

Baca Juga  100 ++ Kumpulan Khutbah Jumat PDF Update Setiap Hari

Artinya:

Allah Maha Besar dengan sebesar-besarnya, segala puji bagi Allah dengan pujian yang banyak. Maha Suci Allah pada waktu pagi dan petang. Sesungguhnya aku hadapkan wajahku kepada Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dengan segenap kepatuhan atau dalam keadaan tunduk, dan aku bukanlah dari golongan orang-orang yang menyekutukan-Nya.

Sesungguhnya sholatku, ibadahku, hidup dan matiku hanyalah untuk Allah Tuhan Semesta Alam, yang tidak ada sekutu bagi-Nya. Dengan yang demikian itulah aku diperintahkan. Dan aku adalah termasuk orang-orang muslim (Orang-orang yang berserah diri).

4. Membaca surat alfatihah

Setelah membaca doa iftitah, kemudian membaca surat alfatihah seperti bacaan di bawah ini:

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ (١) اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَۙ – (٢) الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِۙ – (٣) مٰلِكِ يَوْمِ الدِّيْنِۗ – (٤) اِيَّاكَ نَعْبُدُ وَاِيَّاكَ نَسْتَعِيْنُۗ – (٥) اِهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيْمَ ۙ – (٦)
صِرَاطَ الَّذِيْنَ اَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ ەۙ غَيْرِ الْمَغْضُوْبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّاۤلِّيْنَ – (٧)

“Bismillaahir-rohmaanir-rohiim. Al-hamdu lillaahi robbil-‘aalamiin. Ar-rohmaanir-rohiim. Maaliki yaumid-diin. Iyyaaka na’budu wa iyyaaka nasta’iin. ihdinash-shiroothol-mustaqiim, shiroothollaziina an’amta ‘alaihim ghoiril-maghdhuubi ‘alaihim wa ladh-dhooolliin.”

Artinya:

Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Segala puji bagi Allah, Tuhan seluruh alam. Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang. Pemilik hari pembalasan. Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan. Tunjukilah kami jalan yang lurus, (yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepadanya; bukan (jalan) mereka yang dimurkai, dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.

Keterangan: (Pada setiap rakaat dalam sholat wajib membaca surat Al-Fatihah).

5. Membaca ayat Alquran atau surat pendek

Selesai membaca surat alfatihah, kemudian membaca surat atau ayat Al-quran dalam bacaan surat kedua di rakaat pertama.

Surat pendek dibaca pada dua rakaat pertama. Namun berbeda dengan Al-Fatihah, membaca surat pendek hukumnya adalah sunah.

Setelah itu, dilanjutkan membaca surat-surat pendek, misalnya Surat Al-Ikhlas, Surat An-Nas, dan lainnya.

6. Rukuk dengan thuma’ninah

Rukuk dengan thuma’ninah
Rukuk dengan thuma’ninah

Setelah membaca ayat alquran atau surat surat pendek kemudian mengangkat kedua tangan sejajar dengan bahu, sementara ujung-ujung jari sejajar telinga dan diikuti dengan bacaan takbir: “Allaahu Akbar”.

Kemudian badan membungkuk, dan kedua tangan memegang lutut sehingga antara punggung dan kepala terlihat rata. Setelah itu, bacalah tasbih sebagai berikut:

Adapun bacaan untuk rukuk adalah sebagai berikut.

سُبْحَانَ رَبِّىَ الْعَظِيمِ وَبِحَمْدِهِ

“Subhaana rabbiyal adziimi wa bihamdih” (dibaca 3 kali)

Artinya: Maha Suci Tuhan Maha Agung serta memujilah aku kepada-Nya.

7. Ittidal dengan thuma’ninah

Selesai rukuk, kemudian badan kembali ditegakkan dengan mengangkat kembali kedua tangan sejajar dengan telinga sembari mengucapkan:

سَمِعَ اللَّهُ لِمَنْ حَمِدَهُ

“Sami’alloohu liman hamidah“

Artinya: Allah mendengar orang yang memuji-Nya.

Bacaan tersebut diucapkan sambil mengangkat kedua tangan sejajar dengan telinga dan berdiri tegak. Setelah itu kemudian membaca doa itidal sebagai berikut:

رَبَّنَا وَلَكَ الْحَمْدُ مِلْءَ السَّمَاوَاتِ وَمِلْءَ الْأَرْضِ وَمِلْءَ مَا شِئْتَ مِنْ شَيْءٍ بَعْدُ

“Rabbana lakal hamdu milus samawati wa mil ulardi wa mil umasyita min syaiin badu“

Artinya: Ya Allah Tuhan kami! Bagi-Mu segala puji, sepenuh langit dan bumi, dan sepenuh barang yang Kau kehendaki sesudah itu.

8. Sujud dengan thuma’ninah (Sujud pertama)

Sujud dengan tuma’ninah
Sujud dengan tuma’ninah

Melakukan sujud pertama dengan cara sujud tersungkur dengan mengucapkan “Allahu Akbar” hingga kedua telapak tangan dan dahi serta hidung menempel pada sejadah.

Setelah dalam posisi sujud kemudian membaca tasbih sebagai berikut:

سُبْحَانَ رَبِّىَ الْأَعْلَى وَبِحَمْدِهِ

“Subhaana robbiyal ‘a’la wabihamdih“ (Bacaan doa sujud diucapkan sebanyak 3 kali).

Artinya: Maha Suci Tuhan Maha Tinggi serta memujilah aku kepada-Nya.

Kemudian bangun dari sujud dengan mengucapkan takbir “Allaahu Akbar” kemudian melakukan duduk di antara dua sujud.

9. Duduk antara dua sujud dengan thuma’ninah

Duduk di antara dua sujud dengan tuma’ninah
Duduk di antara dua sujud dengan tuma’ninah

Setelah sujud kemudian bangkit untuk memposisikan duduk antara dua sujud yang diikuti dengan bacaan “Allahu Akbar”. Dan setelah posisi sempurna kemudian membaca:

رَبِّ اغْفِرْ لِي ، وَارْحَمْنِي ، وَاجْبُرْنِي ، وَارْفَعْنِي ، وَارْزُقْنِي ، وَاهْدِنِي وَعَافِنِيْ وَاعْفُ عَنِّيْ

“Robbighfirlii warhamnii wajburnii warfa’nii wahdinii wa ‘aafinii wa’fu ‘annii“

Artinya: Ya Allah, ampunilah dosaku, belas kasihanilah aku dan cukupkanlah segala kekurangan dan angkatlah derajat kami dan berilah rizki kepadaku, dan berilah aku petunjuk dan berilah kesehatan kepadaku dan berilah ampunan kepadaku.

Kemudian mengucapkan “Allaahu Akbar” kemudian melakukan kembali sujud yang kedua kalinya.

10. Sujud dengan thuma’ninah (Sujud kedua)

Sujud kedua, kedua dan ketiga dikerjakan seperti halnya pada waktu sujud yang pertama, baik caranya hingga bacaannya.

Adapun bacaan doa sujud yang harus diucapkan adalah:

سُبْحَانَ رَبِّىَ الْأَعْلَى وَبِحَمْدِهِ

“Subhaana robbiyal ‘a’la wabihamdih“

Artinya: Maha Suci Tuhan Maha Tinggi serta memujilah aku kepada-Nya.

Perhatikan: (Bacaan doa sujud diucapkan masing-masing sebanyak 3 kali).

Kemudian bangun dari sujud untuk berdiri tegak seraya mengucapkan “Allaahu Akbar” kemudian dilanjutkan untuk rakaat kedua.

Rakaat Kedua:

1. Membaca surat Al Fatihah

Pada rakaat kedua kembali membaca surat Al Fatihah seperti bacaan pada rakaat pertama, kemudian kembali membaca surat-surat pendek.

2. Membaca surat pendek

Setelah membaca surat Al Fatihah pada rakaat kedua, selanjutnya membaca surat atau ayat pendek dari Al-quran sesuai pilihan masing-masing.

Baca Juga  Tata Cara Tayamum Pengganti Wudhu Lengkap, Niat, Doa dan Gambarnya

3. Rukuk dengan tuma’ninah

Setelah membaca surat Al Ikhlas pada rakaat kedua, kemudian dilanjutkan ruku’ seperti halnya pada rukuk rakaat pertama, baik caranya hingga bacaannya.

4. Ittidal dengan tuma’ninah

Ittidal dengan tuma’ninah dari rakaat kedua dikerjakan seperti halnya pada rakaat pertama, baik caranya hingga bacaannya.

5. Sujud dengan tuma’ninah

Sujud dengan tuma’ninah dari rakaat kedua dikerjakan seperti halnya pada rakaat pertama, baik caranya hingga bacaannya.

6. Duduk di antara dua sujud dengan tuma’ninah

Duduk di antara dua sujud dengan tuma’ninah dari rakaat kedua dikerjakan seperti halnya pada rakaat pertama, baik caranya hingga bacaannya.

7. Sujud kedua dengan tuma’ninah

Sujud kedua dari rakaat kedua dikerjakan seperti halnya pada waktu sujud yang pertama, baik caranya hingga bacaannya.

8. Tahiyat akhir dengan tuma’ninah

Tahiyat akhir dengan tuma’ninah
Tahiyat akhir dengan tuma’ninah

Tasyahud atau Tahiyyat akhir dilakukan saat rakaat kedua. Adapun bacaan doanya adalah sebagai berikut:

التَّحِيَّاتُ الْمُبَارَكَاتُ الصَّلَوَاتُ الطَّيِّبَاتُ لِلَّهِ السَّلاَمُ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِىُّ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ السَّلاَمُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللَّهِ الصَّالِحِينَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ وَعَلَى آلِ سيدنا مُحَمَّد كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سيدنا إبْرَاهِيم وعَلَي آلِ سَيدنا إِبْرَاهِيمَ و بَارِِكْ عَلَى سيدنا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سيدنا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سيدنا إبراهيم و علي آلِ سيدناإِبْرَاهِيمَ في العالمين إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ

“Attahiyyatul mubarakaatus salawatut tayyibatu lillah. Assalamu alaika ayyuhan nabiyyu warahmatullahi wabarakatuh. Assalamu alaina wa ala ibadillahis salihin. Asyhadu alla ilaha illallah. Wa asyhadu anna Muhammadar rasulullah. Allahumma salli ala sayyidina Muhammad Wa ‘ala aali sayyidina Muhammad, Kamaa shollayta ‘ala sayyidina Ibrahim. Wa Baarik ‘ala sayyidina Muhammad wa ‘ala aali sayyidina Muhammad. Kamaa baarakta ‘ala sayyidinaa Ibrahim, wa ‘ala sayyidina Ibrahim, fil ‘aalamiina innaka hamiidun majiid.”

Artinya:

Segala penghormatan yang berkat solat yang baik adalah untuk Allah. Sejahtera atas engkau wahai Nabi dan rahmat Allah serta keberkatannya. Sejahtera ke atas kami dan atas hamba-hamba Allah yang soleh. Aku naik saksi bahawa tiada Tuhan melainkan Allah dan aku naik saksi bahawasanya Muhammad itu adalah pesuruh Allah. Ya Allah Limpahilah rahmad atas keluarga Nabi Muhammad. Sebagaimana Engkau selawatkan ke atas Ibrahim dan atas keluarga Ibrahim. Berkatilah ke atas Muhammad dan atas keluarganya sebagaimana Engkau berkati ke atas Ibrahim dan atas keluarga Ibrahim di dalam alam ini. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Agung.

9. Salam

Salam
Salam

Salam adalah gerakan terakhir dalam sholat dengan mengucapkan: “Assalamu ‘alaikum warahmatullah” dengan menoleh ke kanan, lalu mengucapkan kalimat salam kembali dengan menoleh ke kiri.

Baca Juga: 9 Adab Berdoa Dalam Islam Sesuai Ajaran Rasulullah

Wirid dan Doa Setelah Sholat Jumat

Wirid dan Doa Setelah Sholat Jumat
Wirid dan Doa Setelah Sholat Jumat

Beberapa bacaan yang dianjurkan setelah sholat Jumat yang anda bisa baca seperti di berikut:

Wirid Setelah Sholat Jumat

  1. Astaghfirullah al-adzim 3x
  2. Surat Alfatihah 7x
  3. Surat Al-Ikhlas 7x
  4. Surat Al-Falaq 7x
  5. Surat An-Naas 7x

Doa Setelah Sholat Jumat

Adapun doa setelah sholat Jumat yang penting untuk diamalkan adalah sebagai berikut:

“Allahumma yaa ghani, yaa hamiid, yaa mubdi’u, yaa rahiim, yaa waduud, agnii bihalalika ‘an haraamika wa tho’atika, ‘an ma’shiyaatika wabifadhlika ‘amman siwaaka”

Artinya:

Wahai Allah! Yang Maha Kaya, Yang Maha Terpuji, Yang Maha Mengadakan, Yang Maha Mengembalikan, Yang Maha Pengasih, Yang Maha Mengasihi. Berikanlah aku kekayaan dengan barang-Mu yang halal, jauh dari barang yang haram, dan dengan berbuat taat kepada-Mu, jauh dari berbuat maksiat, dan dengan anugerah-Mu, jauh dari (meminta) kepada selain-Mu.

Keutamaan Sholat Jumat

Keutamaan Sholat Jumat
Keutamaan Sholat Jumat

Selain paham mengenai pengertian sholat Jumat, hukum, serta tata caranya, perlu juga mengetahui apa sebenarnya keutamaan yang ada pada sholat Jumat ini. Beberapa keutamaan sholat Jumat adalah:

1. Menghapus dosa

“Di antara sholat lima waktu, di antara Jumat yang satu dan Jumat yang berikutnya, itu dapat menghapuskan dosa di antara keduanya selama tidak dilakukan dosa besar.” (HR. Muslim).

Hari Jumat adalah hari di mana Allah menyempurnakan Islam dan mencukupkan nikmat. Hal ini sesuai dengan surat Al-Ma’idah ayat 3 yang artinya:

“Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu ni’mat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu” (Q.S Al-Ma’idah: 3).

2. Mendapat pahala kurban

“Barangsiapa mandi pada hari jumat sebagaimana mandi janabah, lalu berangkat menuju masjid, maka dia seolah berkurban dengan seekor unta. Barangsiapa yang datang pada kesempatan (waktu) kedua maka dia seolah berkurban dengan seekor sapi.

Barangsiapa yang datang pada kesempatan (waktu) ketiga maka dia seolah berkurban dengan seekor kambing yang bertanduk. Barangsiapa yang datang pada kesempatan (waktu) keempat maka dia seolah berkurban dengan seekor ayam.

Dan barangsiapa yang datang pada kesempatan (waktu) kelima maka dia seolah berkurban dengan sebutir telur. Dan apabila imam sudah keluar (untuk memberi khutbah), maka para malaikat hadir mendengarkan dzikir (khutbah tersebut).” (HR. Bukhari dan Muslim).

Melaksanakan sholat Jumat dengan Cara yang benar adalah kunci utama sahnya ibadah. Khususnya bagi kaum Muslim laki-laki tentu sangat diwajibkan melakukan ibadah dengan cara yang benar. Semoga rangkuman yang kami sajikan ini bisa membawah manfaat untuk semua orang khususnya bagi umat Muslim.