Islami  

3 Hal Ini Tanda Allah Menyayangi Hambanya di Dunia

CakrawalaSulsel – Allah menyayangi hambanya dengan cara memerintahkan agar kita manusia saling menyayangi dengan satu sama lain. Mencintai dan dicintai oleh sesama manusia, merupakan kebutuhan bathin yang paling mendasar.

Terlebih lagi jika kita mampu mencintai serta dicintai oleh pencipta semua mahluk di muka bumi Allah SWT.

Tak dapat dipungkiri bahwa segala kebaikan yang Allah kehendaki pastilah memiliki tanda-tanda yang unik, baik yang tersirat maupun tersurat. Begitupun tanda-tanda bahwa Allah menyayangi hamba-hambanya di dunia.

Terdapat tiga tanda bahwa seorang hamba mendapatkan kasih dan sayang dari Allah saat berada di dunia.

Hal Ini Tanda Allah Menyayangi Hambanya di Dunia

1. Allah menyayangi hambanya dengan mempercepat balasannya di dunia

Allah Menyayangi Hambanya, Allah Mempercepat Balasannya di Dunia
Ilustrasi: Allah Mempercepat Balasannya di Dunia

Allah menyayangi hambanya dengan cara mempercepat balasannya di dunia atas apa yang manusia perbuat. Allah SWT membalaskan keburukan hamba tersebut secara langsung di dunia agar nanti ia terlepas dari balasan Allah SWT di Akhirat.

Rasulullah SAW bersabda:

“Apabila Allah menghendaki kebaikan kepada seorang hambanya, maka Allah akan mempercepat balasan kesalahannya di dunia. Dan sebaliknya, apabila Allah menghendaki keburukan kepada hambanya maka Allah tidak membalas perbuatan dosanya di dunia hingga kelak Dia membalasnya nanti di hari kiamat.” (HR. Tabrani).

Itulah tanda Allah berikan kepada hambanya yang dicintainya. Dia mempercepat balasan keburukan hambanya tersebut agar manusia segera bertaubat dan memperbaiki kesalahan yang ia telah perbuat.

Baca Juga  Tuntunan Sholat Fardhu Lengkap 2021 Niat, Tata Cara dan Doanya

Namun sebaliknya bagi orang yang dibenci oleh Allah SWT, ia akan dibiarkan saja bergelimang dalam lumpur dosa dan terus menerus bermaksiat hingga lupa dan lalai selama berada di dunia.

Olehnya itu, sudah sepatutnya seorang mukmin selalu menerima segala bentuk kesusahan yang ia terima di dunia dengan ikhlas dan ridha.

Baca Juga: Renungan untuk Istri, Berbakti Terhadap Suami Jalan Menuju Ahli Surga

Mungkin saja itu merupakan hukuman dari Allah akibat kesalahan kita sekaligus sebagai bahwa Dia mencintai hambanya agar kita segera insaf dan bertaubat.

Karena sesungguhnya balasan Allah di dunia sangat tidak sebanding dengan balasan Allah di akhirat. Ketika di akhirat seorang hamba sudah tak memiliki kesempatan lagi untuk bertaubat serta balasannya pun jauh lebih dahsyat.

Ingatlah bahwa Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman dalam surah Al-A’raf ayat 168 yang berbunyi:

“Dan Kami pecahkan mereka di dunia ini menjadi beberapa golongan; di antaranya ada orang-orang yang saleh dan ada yang tidak demikian. Dan Kami uji mereka dengan (nikmat) yang baik-baik dan (bencana) yang buruk-buruk, agar mereka kembali (kepada kebenaran).”

Allah menegaskan dalam firmannya di atas bahwa cobaan dan ujian merupakan sunnatullah di dalam pasti mengandung rahmat dan hikmah bagi hambanya.

Allah memiliki banyak cara yang berbeda-beda untuk mengembalikan hambanya kembali menuju jalan lurusnya.

2. Allah menyayangi hambanya dengan mengetuk hatinya dengan keyakinan

Allah Menyayangi Hambanya, Allah Mengetuk Hatinya dengan Keyakinan
Allah Mengetuk Hatinya dengan Keyakinan

Tanda selanjutnya, menandakan bahwa Allah menyayangi hambanya dengan mengetuk hatinya dan mengisinya dengan keyakinan yang kuat dan kokoh.

Rasulullah SAW bersabda:

Apabila Allah SWT mengendaki kebaikan pada diri seseorang, niscaya Allah akan bukakan kunci hatinya dan mengisinya dengan keyakinan dan kepercayaan yang kokoh. Allah SWT jadikan hatinya waspadah akan lika-liku kehidupan yang ia jalani. Allah jadikan hatinya sehat sejahterah dan lidahnya berkata benar dan perilakunya lurus serya Allah jadikan telinganya mendengar dan matanya melihat. (HR. Abu As Sheikh dari Abu Zarr).

Baca Juga  Materi Khutbah Jumat, 3 Karakter dan Sifat Firaun dalam Alquran

Malalui hadits Nabi SAW di atas sudah jelas bahwa hamba yang Allah bukakan hatinya ia akan memiliki tingkah laku yang lurus baik dari ucapan maupun perbuatannya.

Baca Juga: 9 Adab Berdoa Dalam Islam Sesuai Ajaran Rasulullah

Hamba tersebut akan berhati-hati menjalani hidupnya agar tidak terpeleset ke jurang penuh dosa dengan sedapat mungkin menghidari perilaku-perilaku yang tercela.

Lalu adakah dalam diri kita ciri-ciri tersebut di atas? Jika ia, maka itulah tanda cinta Allah terhadap kita.

3. Allah menyayangi hambanya dengan berikan pemahaman terhadap agama Islam

Allah Menyayangi Hambanya, Allah SWT berikan pemahaman terhadap agama Islam
Allah SWT berikan pemahaman terhadap agama Islam

Allah menyayangi hambanya dengan memberikan pemahaman terhadap agama Islam, hingga seorang hamba mampu menghayati dan mengamalkannya menjadi sebuah cara hidup yang sempurna.

Rasulullah SAW bersabda:

“Barang siapa yang Allah SWT kehendaki kebaikan atas dirinya, naka pastilah Allah anugerahkan pemahaman akan agama.” (HR. Bukhari Muhammad bin Ismail. Sahih Bukhari dari Ibn Kathir, Beirut, 1987, jilid 1 hlm. 39, no hadits:71)

Apabila Allah SWT kehendaki kebaikan akan seorang hambanya maka Dia akan memberikan pengetahuan untuk memahami ajaran agama Islam hingga ia mampu hayati dan mengamalkannya di dalam kehidupan.

Seorang mukmin yang diberikan pemahaman tersebut tentu tidak akan pernah menjual aqidahnya hanya demi kesenangan dunia yang hanya sementara saja.

Hanba tersebut tak akan silau dan cinta terhadap dunia hingga melupakan bagiannya di akhirat. Justru, ia akan selalu tunduk dan patuh terhadap perintah Allah dan menjauhi larangannya.

Allah SWT berfirman dalam surah Al-Maidah ayat 3 yang berbunyi:

“Pada hari ini Aku telah sempurnakan bagimu agamamu dan aku telah cukupkan nikmatku padamu dan Aku telah ridhakan Islam sebagai agamamu.”

Marilah kita bermuhasabah diri kita sendiri, menatap jauh ke dalam hati dan melihat kehidupan kita selama ini.

Baca Juga  Surah Al Fil

Adakah ketiga tanda tersebut di atas terdapat dalam diri dan kehidupan kita selama ini?

Jika ia, maka bersyukurlah atas nikmat cinta darinya tersebut dan bersabar atas ujian dan cobaan darinya untuk menyeret kita kembali pada jalan lurusnya.

Dan jika tidak, maka kita mesti khawatir bahwa mungkin Allah sedang murka pada diri kita. Segeralah kita bertaubat dan berdoa memohon ampunan, serta meminta petunjuk dan kasih sayangnya.

Yakinlah bahwa Allah selalu menerima taubat hambanya yang mau kembali padanya.

Demikian yang bisa kami bagikan, semoga bermanfaat bagi kita semua. Harapan dan doa semoga kita semua diberikan kesehatan, dilapangkan rezekinya, diampuni dosa-dosanya dan dipanjangkan umurnya.

Sumber: NS BOR CHANNEL