Daerah  

RTW, Produk Baru RSUD Siti Fatimah bersama BPJS Ketenagakerjaan – cakrawalarafflesia


cakrawalarafflesia, PALEMBANG – RSUD Siti Fatimah terus menambah layanan unggulan yang dimiliki. Pengembangan layanan yang dilakukan bekerjasama dengan BPJS Ketenagakerjaan dalam hal penanganan pasien yang membutuhkan alat bantu ortetik dan prostetik dalam program return to work (RTW). Program RTW itu untuk pendampingan peserta yang mengalami kecelakaan kerja sehingga mengakibatkan cacat atau berpotensi cacat.

“Dimulai dari terjadinya kecelakaan kerja akam dilakukan pendampingan sampai mampu kembali bekerja,” ujar Syamsuddin Isaac Suryamamggala, Dirut RSUD Siti Fatimah saat aunching RTW dan penandatanganan kerja sama dengan BPJS Ketenagakerjaan, Rabu (17/11).

Lanjutnya, RSUD Siti Fatimah menjadi RS pemerintah pertama di Indonesia yang menerapkan program RTW ini. Sekaligus pertama yang dijadikan standar dasar tarif untuk tindakan.

“Rujukan bukan hanya bagi pasien dari kabupaten/kota yang ada di Sumsel, tapi juga tenaga kerja yang butuh perlindungan saat mereka bekerja. Bahkan dari luar Sumsel,” ujarnya.

Dalam pelaksanaannya, juga kerjasama dengan PT Orthocare Indonesia yang merupakan provider prostetik untuk pengganti organ atau anggota tubuh bagi tenaga kerja yang hilang.

“Seperti tangan palsu, kaki palsu dan lain-lain. Ini bukti bahwa kami tak hanya sekedar menyembuhkam trauma dari kecelakaan kerja tapi mempersiapkan mereka kembali. Kami harap ini bisa jadi percontohan bagi RSUD lain sebagai salah sati trauma center,” jelasnya.

Gubernur Sumsel, Herman Deru mengapresiasi program  Pelayanan yang di berikan RSUD tersebut yang berupaya untuk membantu tenaga kerja yang mengalami kecelakaan kerja untuk kembali bekerja.

“Mudah mudahan ini bisa menjadi kerja sama yang memberikan kepercayaan diri yang lebih kepada tenaga kerja yang dilapangan,” ujarnya.

Ia mengimbau, seluruh masyarakat melalui ormas besar maupun kecil untuk mendaftarkan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan. Direktur Pelayanan BPJS Ketenagakerjaan, Roswita Nila Kurnia mengatakan, program yang dilalukan ini merupakan perluasan layanan yang dilakukan pihaknya.

Baca Juga  Beda Spesifikasi Vivo X60 dan X60 Pro

Dikatakannya, jaminan kecelakaan kerja (JKK) tak hanya menyembuhkan pekerja yang mengalami cacat sebagian, tetapi juga memberikan perlindungan, pendampingan hingga pekerja tersebut dapat kembali bekerja. Secara nasional, angka kecelakaan kerja di Indonesia masih tinggi.

“Tahun lalu sebanyak 153 ribu, tahun ini per September 82 ribu orang. Sumbagsel tercatat ada peningkatan 3 persen pada 2020 atau sebanyak 4.700, sedangkan tahun ini meningkat 5 persen,” jelasnya.(edy)





Melansir Sumeks co