Islami  

Wajib Tahu! Sholat Fardhu, Pengertian, Kewajiban, Perintah dan Keutamaan

CakrawalaSulsel – Tuntunan sholat fardhu atau lima waktu perlu diketahui agar bisa menjalankan tata cara hingga niat ibadah sholat dengan baik dan benar. Sholat merupakan kewajiban untuk dikerjakan bagi semua umat Muslim yang sudah balig dan berakal, bahkan dalam hal ini tidak bisa ditawar-tawar lagi.

Ibadah sholat fardhu sudah ditentukan waktunya yakni dzuhur, ashar, magrib, isya dan subuh dan diwajibkan untuk dikerjakan. Selama dirinya masih menghembuskan nafas dan masih menginjakkan kaki di muka bumi ini, selama itu pula kewajibannya untuk selalu senangtiasa melaksanakan ibadah shalat.

Bahkan kewajiban shalat tercantum pada hadis yang diriwayatkan oleh Ibnu Abbas r.a. Pada hadis tersebut ia berkata.

“Bahwasannya Nabi Saw telah mengutus Muadz R.A. ke Yaman, lalu beliau bersabda kepadanya, ‘Ajaklah mereka (penduduk Yaman) untuk bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan sungguh aku adalah utusan Allah, jika mereka menaatinya, maka beritahukan mereka bahwa Allah telah mewajibkan kepada mereka lima salat dalam sehari semalam’,”  (HR. Al-Bukhari).

Baca Juga: Tuntunan Sholat Fardhu Lengkap 2021 Niat, Tata Cara dan Doanya

Pengertian Sholat Fardhu

Sholat Fardhu, Pengertian, Kewajiban, Perintah dan Keutamaan
Sholat Fardhu, Pengertian, Kewajiban, Perintah dan Keutamaan

Melansir dari umma.id, Secara bahasa, kata sholat berasal dari bahasa Arab yang berarti do’a, sedangkan menurut istilah, sholat didefinisikan sebagai suatu bentuk peribadatan dalam bentuk rangkaian kegiatan yang dimulai dengan takbiratul ikram dan diakhiri dengan mengucapkan salam.

Sholat merupakan cara menyembah Allah yang telah ada sejak sebelum diutusnya nabi terakhir, Muhammad shallallahu ‘alayhi wa sallam. Hanya saja, berkat rahmat Allah ta’ala Rasulullah diberi wahyu untuk memperbaharui syariat sholat yang telah diturunkan pada rasul-rasul sebelumnya.

Kabar tersebut tercantum dalam beberapa ayat Al-Qur’an seperti dalam Surat Maryam ayat 55 yang menggambarkan tentang sholatnya Nabi Ismail ‘alaihissalam:

وَكَانَ يَأْمُرُ أَهْلَهُ بِالصَّلَاةِ وَالزَّكَاةِ وَكَانَ عِنْدَ رَبِّهِ مَرْضِيًّا

Artinya:

Dan dia (Ismail) menyuruh keluarganya untuk melaksanakan sholat dan zakat, dan ia adalah seorang yang diridloi disisi Tuhan-Nya.

Juga Surat Maryam (31) yang menggambarkan tentang sholatnya Nabi Isa ‘alaihissalam:

وَأَوْصَانِي بِالصَّلَاةِ وَالزَّكَاةِ مَا دُمْتُ حَيًّا

Artinya:

“Dan Dia (Allah) memerintahkan kepadaku (Isa) (mendirikan) sholat dan (menunaikan) zakat selama aku hidup.”

Syariat sholat fardhu pun disempurnakan saat Allah turunkan wahyu kepada Nabi Muhammad dalam peristiwa Isra dan Mi’raj, yang terjadi sekitar 18 bulan sebelum peristiwa hijrah. Dalam peristiwa tersebut Rasulullah shallallahu ‘alayhi wa sallam diperintahkan untuk menegakan sholat lima waktu.

Seperti yang diriwayatkan dalam hadist sahih Imam Bukhari (No. 342) dan Muslim (No. 163):

Bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “loteng rumahku terbuka saat aku berada di Makkah, kemudian Jibril turun. Ia memegang tanganku dan mengangkatku ke langit. Kemudian Allah memfardhukan sholat 50 waktu pada ummatku, maka aku kembali lagi, dan Dia (Allah) berfirman: “sholat 5 waktu itulah (pahalanya sama dengan) sholat 50 waktu, tidak akan tergantikan lagi pernyataanku””.

Sejak saat itulah sholat wajib atau fardhu yang lima waktu sehari semalam difardhukan bagi umat Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam. Adapun waktunya ialah shubuh, dzuhur, ashar, maghrib, dan isya. sholat lima waktu tersebut pahalanya sama seperti sholat 50 waktu, terlebih jika dilakukan di masjid secara berjamaah bagi laki-laki dan di rumah bagi perempuan, akan dikalikan 27 kali lipat.

Baca Juga: Niat Sholat Istikharah Lengkap Dengan Tata Caranya

Kewajiban Sholat Fardhu

Kewajiban Sholat Fardhu
Kewajiban Sholat Fardhu

Sholat adalah kewajiban utama bagi semua umat muslim yang telah baligh, hukumnya fardhu ain. Dalam keadaan bagaimanapun, kapanpun, sholat harus dikerjakan, namun juga terdapat di dalamnya syariat sholat bagi orang sakit, ketika dalam perjalanan dan semacamnya.

Disebutkan di dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda:

“Sesungguhnya batas yang memisahkan seseorang dengan kesyirikan dan kekufuran adalah meninggalkan shalat.” (HR Muslim).

Baca Juga  Doa Sholat Istikharah Lengkap Tata Cara, Niat, dan Waktu yang Mustajab

Dari Abu Abdirrahman Abdullah bin Umar bin Khattab, ia berkata: Aku pernah mendengar Rasulullah saw bersabda:

“Islam didirikan atas lima dasar yaitu: memberi kesaksian bahwa tiada Tuhan selain Allah dan Nabi Muhammad adalah utusan Allah, mendirikan sholat, menunaikan zakat, melaksanakan ibadah haji ke Baitullah, dan berpuasa di bulan Ramadhan.” (HR. Imam Bukhari dan Muslim).

Kewajiban shalat juga terdapat dalam kitab Shahih al-Bukhari dan Shahih Muslim, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda:

“Allah SWT pada malam Isra’ mewajibkabkan atas umatku lima puluh shalat, kemudian aku terus-menerus kembali kepada Allah dan memohon keringan sehingga Allah menjadikannya menjadi lima shalat sehari semalam.”

Perintah Menjalankan Sholat Fardhu dalam Islam

Perintah Menjalankan Sholat Fardhu dalam Islam
Perintah Menjalankan Sholat Fardhu dalam Islam

Perintah sholat diwajibkan setelah dilaksanakannya isra mi’raj setahun sebelum hijrah ke Madinah. Perintah ini diterima langsung dari Allah saat peristiwa isra mi’raj. Olehnya itu, dalam syariat kedudukan sholat sangat penting untuk semua umat Muslim, sebab sebagai tiangnya agama Islam.

Allah SWT menerangkan ibadah sholat hukumnya wajib bagi orang-orang beriman.

إِنَّ الصَّلَاةَ كَانَتْ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ كِتَابًا مَوْقُوتًا

Artinya:

“Sesungguhnya sholat itu adalah fardhu yang ditentukan waktunya atas orang-orang beriman.” (QS. An-Nisa: 103)

Dalam QS Hud ayat 114 juga menyebutkan:

وَأَقِمِ الصَّلَاةَ طَرَفَيِ النَّهَارِ وَزُلَفًا مِنَ اللَّيْلِ ۚ إِنَّ الْحَسَنَاتِ يُذْهِبْنَ السَّيِّئَاتِ ۚ ذَٰلِكَ ذِكْرَىٰ لِلذَّاكِرِينَ

Artinya:

“Dan dirikanlah sholat itu pada kedua tepi siang (pagi dan petang) dan pada bahagian permulaan daripada malam. Sesungguhnya perbuatan-perbuatan yang baik itu menghapuskan (dosa) perbuatan-perbuatan yang buruk. Itulah peringatan bagi orang-orang yang ingat.” (QS Hud: 114).

Rasulullah saw bersabda:

“Sholat adalah tiang agama, barang siapa melaksanakan sholat, berarti ia telah menegakkan agama. Namun siapa yang meninggalkannya, ia telah meruntuhkan agama.”

Keutamaan Sholat Fardhu

Keutamaan Sholat Fardhu
Keutamaan Sholat Fardhu

Sholat fardhu atau lima waktu merupakan ibadah bagi umat Islam yang wajib untuk dikerjakan. Tidak boleh dianggap sepeleh karena beberapa keutamaan yang dapat diraih jika dapat menunaikan ibadah tersebut.

Berikut beberapa keutamaan sholat lima waktu yang dapat kami rangkum dari berbagai sumber:

1. Mengingat Allah

Sesungguhnya Aku ini adalah Allah, tidak ada Tuhan (yang hak) selain Aku, maka sembahlah Aku dan dirikanlah shalat untuk mengingat Aku. (QS. Thaha: 14)

2. Sholat sebagai penolong

Hai orang-orang yang beriman jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar. (QS. Al Baqarah: 153)

3. Menjaga diri dari perbuatan keji dan mungkar

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

“Bacalah Kitab (Al-Qur’an) yang telah diwahyukan kepadamu (Muhammad) dan laksanakanlah sholat. Sesungguhnya sholat itu mencegah dari (perbuatan) keji dan mungkar. Dan (ketahuilah) mengingat Allah (sholat) itu lebih besar (keutamaannya dari ibadah yang lain). Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al-‘Ankabut 29: Ayat 45)

4. Menghapus Perbuatan Buruk

“Dan dirikanlah shalat itu pada kedua tepi siang (pagi dan petang) dan pada bahagian permulaan daripada malam. Sesungguhnya perbuatan-perbuatan yang baik itu menghapuskan (dosa) perbuatan-perbuatan yang buruk. Itulah peringatan bagi orang-orang yang ingat”. (QS: Hud : 114)

5. Memperoleh cahaya di hari kiamat

“Barangsiapa yang menjaganya (shalat fardhu) maka pada hari Kiamat dia akan memperoleh cahaya, bukti nyata (yang akan membelanya), dan keselamatan. Dan barangsiapa yang tidak menjaganya, maka dia tidak memiliki cahaya, tidak memiliki bukti nyata (yang akan membelanya), dan tidak mendapatkan keselamatan, serta pada hari Kiamat dia akan (dikumpulkan) bersama Qarun, Fir’aun, Haman, dan Ubay bin Khalaf.” (HR Ahmad dan Ad-Darimi).

6. Disiapkan tempat di surga

“Barang siapa pergi ke masjid pada awal dan akhir siang, maka Allah akan menyiapkan baginya tempat dan hidangan di surga setiap kali dia pergi.” (HR Bukhari dan Muslim).

7. Sholat sebagai penghapus dosa

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda: “Jika seandainya ada aliran sungai mengetuk pintu kalian untuk mencuci rumah kalian lima kali dalam sehari, apakah mungkin masih ada kotoran yang tersisa?” Para sahabat menjawab, “Tidak mungkin ada kotoran yang tersisa.” Lalu Nabi bersabda, “Begitu juga halnya dengan sholat lima waktu, Allah akan menghapus dosa kalian dengan sholat-sholat tersebut.” (HR. Al-Bukhari, Muslim)

Baca Juga  Tuntunan Sholat Fardhu Lengkap 2021 Niat, Tata Cara dan Doanya

8. Kunci surga adalah sholat

Dari Jabir bin Abdullah RA, dia berkata, “Rasullah SAW bersabda, “Kunci surga adalah sholat, dan kunci sholat adalah wudhu.” (HR Tirmidzi)

Sholat Fardhu (Solat lima waktu)

Sholat Fardhu (Solat lima waktu)
Sholat Fardhu (Solat lima waktu)

1. Tempat batas sholat

Pelaksanaan sholat membutuhkan tempat yang bersih dan suci, juga perlu dibatasi untuk menghindari agar orang seseorang tidak melintas di depan orang yang sedang melaksanakan sholat.

Rasulullah saw bersabda:

Lebih baik salah seorang di antara kalian berdiri seratus tahun daripada berjalan di hadapan saudaranya yang sedang sholat. (HR Muslim).

2. Pembagian sholat fardhu dan waktu mengerjakannya

Mengutip dari buku Tuntunan Shalat Lengkap, Ust. Labib Mz. Ada lima sholat fardhu yang dilakukan dalam sehari semalam yaitu:

Berikut pembagian sholat fardhu dan waktu mengerjakannya:

  • Sholat Dzuhur 4 rakaat. Waktu pelaksanaannya setelah tergelincir matahari sampai bayang-bayang sesuatu benda telah sama dengan panjang benda tersebut.
  • Sholat Ashar 4 rakaat. Waktu pelaksanaannya dimulai setelah waktu dzuhur habis sampai matahari terbenam di ufuk barat.
  • Sholat Maghrib 3 rakaat. Waktunya mulai terbenamnya matahari hingga hilangnya megah merah.
  • Sholat Isya 4 rakaat. Pelaksanaannya dimulai hilangnya megah merah di ufuk barat hingga terbitnya fajar shadiq (fajar putih yang terbenam di ufuk timur).
  • Sholat subuh 2 rakaat. Waktunya dimulai terbit fajar shadiq hingga terbitnya matahari.

3. Waktu larangan sholat

Berikut adalah waktu larangan sholat:

  1. Sehabis sholat subuh
  2. Waktu matahari tepat di tengah cakrawala sampai tergelincir
  3. Waktu matahari terbit sampai naik
  4. Ketika warna matahari menjadi kuning sampai terbenam
  5. Sehabis sholat Ashar sampai terbenam matahari

4. Syarat sholat fardhu

Adapun syarat sholat fardhu sebagaimana di uraikan di bawah ini:

  1. Beragama Islam
  2. Baligh dan berakal sehat
  3. Bersih dari najis kecil dan besar
  4. Mengetahui tata cara sholat
  5. Sudah masuk waktu sholat 5 waktu
  6. Menghadap kiblat
  7. Menutup aurat

5. Syarat-syarat sahnya pelaksanaan sholat

Adapun syarat sahnya pelaksanaan sholat adalah sebagai berikut:

  1. Suci dari hadas
  2. Suci seluruh anggota badan, pakaian dan tempat dari najis
  3. Menutup aurat, laki-laki auratnya dari pusat hingga lutut. Sedangkan wanita seluruh anggota badannya kecuali muka dan dua belah tapak tangan
  4. Masuk waktu yang telah ditentukan untuk masing-masing sholat
  5. Menghadap kiblat
  6. Mengetahui pelaksanaan mana yang rukun dan mana yang sunnah

6. Rukun sholat

Salah satu rukun sholat dalam Islam yang wajib dihafalkan dan diamalkan dalam ibadah wajib sehari-hari adalah rukun sholat yang terdiri dari:

  1. Niat mengerjakan sholat
  2. Berdiri (bagi yang mampu). Boleh sambil duduk atau berbaring (bagi yang sedang sakit)
  3. Takbiratul ihram, sebagai pembuka semua kegiatan sholat
  4. Membaca surat Al Fatihah pada tiap rakaat
  5. Rukuk dengan tuma’ninah
  6. Iktidal dengan diiringi tuma’ninah
  7. Sujud dua kali dengan tuma’ninah
  8. Duduk di antara dua sujud dengan tuma’ninah
  9. Duduk dan membaca tasyahud akhir/tahiyat akhir dengan tumaninah
  10. Membaca sholawat nabi pada tahiyat akhir
  11. Mengucapkan salam
  12. Tertib dengan melakukan rukun secara berurutan

7. Hal-hal yang dapat membatalkan shalat

Sholat akan batal jika salah satu rukunnya tidak dilaksanakan atau ditinggalkan dengan sengaja. Selain itu, sholat juga batal dikarenakan oleh hal-hal sebagai berikut:

  1. Berhadas
  2. Terkena najis atau kotoran
  3. Berbicara dengan sengaja saat melaksanakan sholat. (Bicara dalam hal ini, berbicara selain ayat atau bacaan dalam sholat)
  4. Terbuka auratnya (dengan sengaja)
  5. Bergerak berturut-turut seperti melangkah dan berjalan
  6. Membelakangi kiblat
  7. Menambah rukun yang berupa perbuatan, seperti rukuk dan sujud
  8. Tertawa saat sholat
  9. Mendahului imam
Baca Juga  99 Asmaul Husna Lengkap Arti serta Manfaat dan Keutamaannya

8. Sunnah Melakukan Sholat

Mengerjakan sholat terdapat dua sunnah yakni sunnah ab’adh dan sunnah hai’at.

1. Sunnah ab’adh

  • Membaca tasyahud awal
  • Membaca sholawat pada tasyahud awal
  • Membaca sholawat atas Nabi SAW pada tasyahud akhir
  • Membaca qunut pada sholat subuh dan sholat witir pada pertengahan hingga akhir bulan Ramadhan

2. Sunnah hai’at

  • Mengangkat kedua belah tangan ketika takbiratul ihram, ketika akan rukuk, ketika ittidal dan ketika berdiri dari tahiyat awal.
  • Meletakkan telapak tangan yang kanan di atas pergelangan yang kiri ketika berdekap
  • Membaca doa iftitah setelah takbiratul ihram.
  • Membaca ta’awwudz (A’uudzu billaahi minasy-syaithaanirrajiim) ketika hendak membaca Al-Fatihah.
  • Membaca amin sesudah membaca Fatihah.
  • Membaca surah Alquran pada dua rakaat permulaan (rakaat pertama dan kedua) setelah membaca Fatihah.
  • Mengeraskan bacaan Fatihah dan surah pada rakaat pertama dan kedua pada sholat maghrib, isya dan subuh selain makmum.
  • Membaca takbir ketika gerakan naik turun.
  • Membaca tasbih ketika rukuk dan sujud.
  • Membaca “Sami’allaahu liman hamidah” ketika bangkit dari rukuk dan membaca “Rabbanaa lakalhamdu..” ketika ittidal.
  • Meletakkan telapak tangan di atas paha pada waktu duduk tasyahud awal dan akhir, dengan membentangkan jari-jari tangan kiri dan menggenggamkan yang kanan kecuali jari telunjuk.
  • Duduk iftirasy dalam semua duduk sholat.
  • Duduk bersimpuh pada waktu duduk tasyahud akhir.
  • Membaca salam yang kedua.
  • Memalingkan muka ke kanan dan ke kiri masing-masing waktu membaca salam pertama dan kedua.

9. Perbuatan makruh dalam sholat

Seseorang yang sholat dimakruhkan Sebagai berikut:

  • Menaruh telapak tangannya di dalam lengang bajunya ketika takbiratul ihram, rukuk dan sujud.
  • Menutup mulutnya rapat-rapat.
  • Terbuka kepalanya.
  • Bertolak pinggang.
  • Memalingkan muka ke kiri dan ke kanan.
  • Memejamkan mata.
  • Menengadah ke langit.
  • Menahan hadats.
  • Berludah.
  • Mengerjakan sholat di atas kuburan.
  • Melakukan hal-hal yang mengurangi kekhusyutan sholat.

10. Perbedaan laki-laki dan wanita dalam sholat

Laki-Laki:

  • Merenggangkan dua siku tangannya dari kedua lambungnya waktu rukuk dan sujud.
  • Waktu rukuk dan sujud mengangkat perutnya dari dua pahanya.
  • Menyaringkan suaranya atau bacaannya pada sholat jahr.
  • Bila memberitahu sesuatu kepada imam maka membaca tasbih yaitu “Subhaanallah”.
  • Aurat laki-laki dalam sholat adalah anggota badan antara pusat dan lutut.

Wanita:

  • Merapatkan satu anggota kepada anggota lainnya.
  • Meletakkan perutnya pada dua tangan atau siku ketika sujud.
  • Merendahkan suaranya atau bacaannya di hadapan laki-laki lain, yakni yang bukan muhrimnya.
  • Bila memberitahu sesuatu kepada imam dengan bertepuk tangan, yakni tangan yang kanan dipukulkan pada punggung telapak tangan kiri.
  • Aurat wanita dalam sholat adalah seluruh tubuhnya, kecuali wajah dan kedua belah telapak tangan.

11. Hal-hal yang mungkin dilupakan

Saat melaksanakan sholat kadang ada hal-hal yang dilupakan, misalnya:

  • Lupa melaksanakan yang fardhu

Jika yang dilupakan itu yang fardhu, maka tidak cukup diganti dengan sujud sahwi. Jika orang telah ingat ketika ia sedang sholat, haruslah cepat-cepat ia melaksanakannya, atau ingat setelah salam, sedang jarak waktunya masih sebentar, maka wajiblah ia menunaikannya apa yang terlupakan, lalu sujud sahwi (sujud sunnah karena lupa).

  • Lupa melaksanakan sunnah ab’adh

jika yang dilupak itu sunnah ab’adh, maka tidak perlu diulangi, kita meneruskan sholat itu hingga selesai, dan sebelum salam kita disunnahkan sujud sahwi.

  • Lupa melaksanakan sunnah hai’at

Jika yang dilupakan itu sunnah hai’at, maka tidak perlu diulangi apa yang dilupakan itu, dan tidak perlu sujud sahwi.

Lafal sujud sahwi:

Subhaana man laa yanaamu wa laa yashuu

Artinya: Maha suci Allah yang tidak tidur dan tidak lupa.

Sujud sahwi itu hukumnya sunnah, dan letaknya sebelum salam, dikerjakan dua kali sebagaimana sujud biasa.

Apabila orang bimbang atau ragu-ragu tentang jumlah bilangan rakaat yang telak dilaksanakan, haruslah ia menetapkan yang yakin, yaitu yang paling sedikit dan hendaklah ia sujud sahwi.