Islami  

7 Kesalahan Mendidik Anak yang Tidak Anda Sadari Selama Ini

CakrawalaSulsel – Tidak ada orang tua yang ingin melihat anaknya berlaku buruk, namun kadang kesalahan mendidik anak yang diterapkan ayah dan ibu selama ini dalam lingkungan rumah tangganya malah membuat anak berdampak buruk.

Pentingnya bagi orang tua menyadari dan memperhatikan bagaimana cara mendidik anak yang benar dan menyadari kesalahan yang diterapkan saat mendidik anak.

Berikut ini sebagian kesalahan yang sering dilakukan oleh para pendidik baik ayah maupun ibu. Semoga Allah memberikan pertolongannya kepada kita untuk dapat menjauhinya dan menunjukkan kita kepada kebenaran.

Kesalahan Mendidik Anak yang Tidak Anda Sadari Selama Ini

Kesalahan Mendidik Anak yang Tidak Anda Sadari Selama Ini
Kesalahan Mendidik Anak yang Tidak Anda Sadari Selama Ini

1. Berbuat Dusta dan Berkata Bohong di Depan Anak

Berkata bohong di depan anak sama saja berbuat dusta dan ini merupakan kesalahan terpenting karena anak belajar dari orangtua beberapa hal. tetapi ternyata bertentangan dengan apa yang telah diajarkannya. Tindakan ini berpengaruh buruk terhadap mental dan perilaku anak.

Allah  SWT mencela perbuatan ini dengan firmannya:

“Hai orang-orang yang beriman mengapa kamu mengatakan apa yang tidak kamu perbuat? Amat besar kebencian disisi Allah bahwa kamu mengatakan apa yang tidak kamu kerjakan.” (Surah Ash Shaff: 2-3).

Bagaimana anak akan belajar kejujuran kalau ia mengetahui orang tuanya berdusta?

Bagaimana anak akan belajar sifat amanah   sementara ia melihat bapaknya menipu?

Bagaimana anak akan belajar akhlak baik bila orang sekitamya suka mengejek, berkata jelek dan berakhlak buruk?

2. Bertentangan dengan Perbuatan Anak

Banyak kita temukan saat ini, ketika seorang anak melakukan perbuatan tertentu dihadapan kedua orang tuanya, namun sayangnya di sisi lain ada yang mendukung sementara ada juga yang tidak mendukung.

Ini sangat bertentangan dengan perbuatan anak, lantaran kesalahan yang Anda nampakkan di depan mereka.

Misalnya, anak melakukan sesuatu, namun atas hasil yang dilakukan anaknya itu dapat dukungan dan pujian terhadap ibunya. Tetapi malah sebaliknya, dalam hal ini bapaknya tidak mendukung bahkan dia memberikan peringatan.

Baca Juga  8 Cara Berwudhu yang Benar Lengkap Doa dan Gambarnya

Sikap bertentangan seperti ini, yang termasuk kesalahan mendidik anak. Seorang anak tentu menjadi bingung mana yang benar dan mana yang salah di antara keduanya.

Dengan pengertiannya yang masih terbatas, ia belum mampu membedakan mana yang benar  dan yang salah sehingga hal itu akan mengakibatkan anak menjadi bimbang dan segala urusan tidak jelas baginya.

3. Menitipkan Anak kepada Pengasuh (baby sister)

Kesalahan yang amat serius dan banyak tejadi di masyarakat kita adalah fenomena kesibukan ibu dari peran utamanya merawat rumah dan anak-anak dengan hal-hal yang tentunya tak  kalah penting dari pendidikan anak.

Misalnya, sibuk dengan karir diluar rumah, atau sering mengadakan kunjungan, menghadiri pertemuan, atau hanya karena malas-malasan dan tidak mau menangani langsung urusan anak.

Padahal ini sangat berpengaruh terhadap kejiwaan anak dan nilai-nilai yang diserapnya Sebab, Anak kecil adalah orang pertama yang dirugikan dengan keluarya ibu dari rumah untuk berkarir. Ia akan kehilangan kasih sayang, sebab sang ibu membiarkannya dalam perawatan wanita lain seperti pembantu, atau membawanya ke tempat pengasuhan.

Danbagaimanapun, anak akan kehilangan kasih sayang ibu. Ini berbahaya sekali terhadap kejiwaan anak dan masa depannya, karena anak berkembang tanpa kasih sayang.

Jika anak miskin kasih sayang, ia pun akan bertindak keras terhadap para anggota masyarakatnya, akibatnya masyarakat hidup dalam kehancuran, keretakan dan kekerasan.

4. Menampakkan Kelemahan Diri Anda di Depan Anak

Ini banyak yang terjadi pada kedua orang tua baik ibu maupun ayah, yang secara tidak sadar bahwa apa yang dilakukan di depan anak itu sangat fatal jadinya.

Kadang salah satu diantara Anda baik ayah maulun ibu berkata misalnya:

“Anak ini mengesalkan. Aku tidak sanggup. Tak tahu lagi, apa yang harus kuperbuat dengannya.”

Padahal dengan berkata demikian, anak mendengarkan ucapan ini, maka ia pun merasa bangga dapat mengganggu ibunya dan membandel karena dapat menunjukkan keberadaannya dengan cara itu.

Baca Juga  Materi Khutbah Jumat, 3 Karakter dan Sifat Firaun dalam Alquran

5. Berlebihan Dalam Memberi Hukuman

Hukuman adalah sesuatu yang disyariatkan dan termasuk salah satu sarana pendidikan yang berhasil yang sesekali mungkin diperlukan pendidik.

Namun sebagian orang mengambil tindakan atau hukuman terhadap anak sangat berlebihan sehingga membahayakan dirinya.

Seperti contoh, Sebagian orangtua yang menahan anaknya beberapa jam di kamar yang gelap jika melakukan kesalahan. Dan Ada juga yang mengikat anaknya jika berbuat sesuatu hal yang mengganggunya.

Hukuman bertingkat-tingkat, mulai dari pandangan yang mempunyai arti hingga hukuman berupa pukulan.

Beberapa kaidah dalam penggunaan hukuman dan tidak dipergunakan hukuman ini kecuali jika tidak ada cara laIn lagi.

Baca Juga: Cara Merawat Anak Yatim Piatu yang Gangguan Jiwa Menurut Buya Yahya

4 Kaidah dalam penggunaan hukuman

1. Tidak Memukul Anak dalam Keadaan Emosi Tinggi

Orang tua baik ayah maupun ibu tidak baleh memukul ketika dalam keadaan marah sekali, karena dikhawatirkan akan membahayakan anak

2. Tidak Memukul Anak pada Bagian Tertentu

Tidak memukul pada bagian-bagian yang menyakitkan, seperti wajah, kepala dan dada.

3. Tidak Memukul Anak Lebih dari Tiga Pukulan

Pukulan pada tahap-tahap pertama hukuman tidak keras dan tidak menyakitkan serta tidak boleh lebih dari tiga kali pukulan, kecuali bila terpaksa dan tidak melebihi sepuluh kali pukulan.

4. Jangan Memukul Anak di Bawah Umur 10 Tahun

Tidak boleh dipukul anak yang berumur di bawah sepuluh tahun. Jika kesalahan anak baru pertama kali ia diberi kesempatan bertobat dan minta maaf atas perbuatannya. Juga dibuat supaya ada penengah yang kelihatannya mengusahakan pemaafan baginya setelah berjanji tidak mengulangi.

6. Tidak Memberi Kesempatan Terhadap Anak untuk Bermain

Berusaha mengekang anak secara berlebihan. Yaitu tidak diberi kesempatan bermain bercanda dan bergerak ini bertentangan dengan tabiat anak dan bisa membahayakan kesehatannya. Karena permainan penting bagi pertumbuhan anak dengan baik.

Baca Juga  Amalkan Doa Ini Agar Terhindar dari Pikiran Kotor Serta Manfaatnya

Permainan di tempat yang bebas dan luas termasuk faktor terpenting yang membantu pertumbuhan jasmani anak dan menjaga kesehatannya.

7. Mengurangi Rasa Percaya Diri Terhadap Anak

Mendidik anak dengan cara mengurangi atau menghilangkan rasa percaya dirinya, terlebih lagi jika merendahkan pribadinya itu perbuatan yang sangat fatal.

Begitu banyak tejadi di kalangan ayah saat ini yang berbuat demikian. Padahal ini berpengaruh buruk terhadap masa depan anak dan pandangannya pada kehidupan.

Karena anak yang terdidik rendah pribadi dan tidak percaya diri akan tumbuh menjadi penakut lemah dan tidak mampu menghadapi beban dan tantangan hidup, bahkan setelah dawasa. Sepatutnya baik ayah maupun ibu mempersiapkan anaknya untuk dapat mekksanakan tugas-tugasnya.

Hal ini tidak tercapai kecuali dengan mendidik mereka memiliki rasa percaya dan harga diri namun tidak sombong dan takabur, serta senantiasa mengupayakan  agar anak dikenalkan kepada hal-hal yang bernilai tinggi dan dijauhkan dari hal-hal yang bernilai rendah.

Diriwayatkan dari An Nu’man bin Basyir Radhiyallahu Anhu bahwa Nabi bersabda: “Do’a adalah ibadah”

Mengutip dari buku Pendidikan Anak dalam Islam dari Syaikh Yūsuf Muhammad al-Hasan, doa mempunyai peranan yang penting sekali   dalam pendidikan anak, bahkan dalam seluruh urusan kehidupan, dan hanya Allah’Azza wa Jalla yang memberikan taufik dan hidayah. Seorang muslim mungkin telah berusaha maksimal dalam upaya mendidik anaknya agar menjadi orang shaleh.

Allah SWT berfirman:

“Sesungguhnya kamu tidak akan dapat memberi petunjuk kepada orang yang kamu kasihi, tetapi Allah memberi petunjuk kepada orang yang dikehendaki-Nya…”(   Al- Qashash : 56).

Maka kita semua tidak boleh melupakan aspek ini  dan wajib memohon dan berdoa kepada Allah semoga berkenan menjadikan kita dan anak keturunan kita orang-orang yang shaleh.