Berita  

Duh, Platform Trading Kripto Bitmart Diretas, 2.8 Triliun Hilang

Ilustrasi kripto. (Foto: iStockphoto)
Ilustrasi kripto. (Foto: iStockphoto)

CR — Kelompok hacker dilaporkan telah meretas situs trading online mata uang kripto Bitmart dan berhasil mencuri aset senilai US$196 Juta ( 2,8 Triliun ) dari lembaga tersebut.

Kasus peretasan pertama kali terungkap oleh perusahaan keamanan peckshield pada sabtu, 4/12/2021 lalu. Perusahaan tersebut mencatat jika adresess Bitmart menunjukkan arus keluar yang stabil dari puluhan juta dollar kelamat yang disebut Etherscan sebagai “Peretas Bitmart”

Pechshield sendiri memperkirakan Bitmar kehilangan sekitar US$100 juta di berbagai jenis mata uang kripto di Blockchain ethereum dan US$96 Juta lainnya dari koin di rantai pintar binance.

Para peretas berhasil kabur dengan membawa setidaknya lebih dari 20 token kripto termasuk binance, safemoon dan shiba inu.

Dikutip dari Engadget, BitMart mengonfirmasi peretasan tersebut melalui pernyataan pada Sabtu malam. BitMart menyebut peretasan itu sebagai “pelanggaran keamanan skala besar” dan menyatakan bahwa para hackers mencuri aset sekirar US$150 juta.

Jumlah itu berbeda dari analisis Pekcsheild yang memperkirakan bahwa peretas berhasil mencuri aset kripto senilai hampir US$200 juta dari BitMart.

Hingga kini, BitMart mengaku belum mengetahui dengan jelas metode apa yang digunakan para peretas. Namun, Peckshield memaparkan peretasan itu cukup mudah dan merupakan kasus klasik “transfer-out, swap, dan wash.”

BitMart mengatakan bahwa smart chain “hot wallets” mata uang ethereum dan binance yang terpegaruh peretasan hanya mencuri “resentase kecil” dari aset bursa.

Sementara itu, Peckshield menuturkan para peretas mengambil aset dari BitMart dan tampaknya menggunakan agregator pertukaran terdesentralisasi yang dikenal sebagai “1 inci” untuk menukar token yang dicuri dengan ether. Dari sana, koin ether disimpan ke dalam mixer privasi yang dikenal sebagai Tornado Cash, yang membuat uang kripto itu lebih sulit dilacak.

Baca Juga  Gojek-Tokopedia Angkat Suara soal Gugatan Rp1,8 T Gegara Merek GoTo

BitMart menyatakan bahwa seluruh dompet lainnya “aman dan tidak terluka”.

Para pelaku trading kripto, kata BitMart, dapat menyimpan berbagai token dalam dompet “panas”, “dingin” atau antara kombinasi keduanya