Islami  

Bacaan Niat Sholat Subuh Lengkap, Tata Cara, Doa Qunut Beserta Hukumnya

CakrawalaSulsel – Mungkin Anda mencari panduan atau bacaan niat sholat subuh lengkap? Kalau memang betul, Anda berada pada tempat yang tepat.

Selain mengulas bacaan niat sholat subuh, kita juga akan membahas tentang tata cara sholat subuh dan doa qunut beserta hukum meninggalkan sholat.

Nah, sebelum kita masuk dalam pembahasan niat sholat subuh, kita akan membahas terlebih dahulu apa itu sholat subuh, sebab sholat ini sedikt berbeda dengan sholat lima waktu yang lainnya.

Dalam tata cara sholat subuh ini terdapat di dalamnya yang namanya doa qunut. Selain doa qunut dari sholat ini, tentu kita juga wajib mengetahui hukum meninggalkan sholat.

Sholat merupakan ibadah yang penting dari rukun Islam kedua yang wajib di tunaikan bagi umat Islam yang sudah balig dan berakal. Salah satunya adalah sholat subuh.

Sholat subuh ini dikerjakan dari terbit fajar hingga menjelang terbitnya matahari. Dalam pelaksanaan sholat subuh terdiri dari 2 rakaat yang diawali dengan bacaan niat, takbiratul ihram dan diakhiri dengan salam.

Lalu bagaimana bacaan niat sholat subuh yang lengkap?

Berikut ini penjelasan mengenai bacaan niat sholat subuh lengkap, tata cara, doa qunut beserta hukum meninggalkan sholat yang dapat kami rangkum dari berbagai sumber.

Bacaan niat sholat subuh yang lengkap, tata cara, doa qunut beserta hukum meninggalkan sholat:

Bacaan Niat sholat subuh

Dianjurkan berdiri tegak menghadap qiblat lalu membaca niat shalat. Niat shalat yang akan ingin dikerjakan yakni sholat subuh.

Niat sholat subuh dilafazkan dalam hati. Berikut adalah doanya:

Bacaan niat sholat subuh (Sendiri)

أُصَلِّى فَرْضَ الصُّبْح رَكَعتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً لله تَعَالَى

“Usholli Fardlon Shubhi Rok’ataini Mustaqbilal Qiblati Adaa-an Lillahi ta’aala”

Artinya: “Aku niat melakukan sholat fardu subuh 2 rakaat, sambil menghadap qiblat, saat ini, karena Allah ta’ala”

Bacaan niat sholat subuh (Makmum)

أُصَلِّى فَرْضَ الصُّبْح رَكَعتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً مَأْمُوْمًا لله تَعَالَى

“Usholli Fardlon Shubhi Rok’ataini Mustaqbilal Qiblati Adaa-an ma’muuman Lillahi ta’aala”

Artinya: Aku niat melakukan sholat fardu subuh 2 rakaat, sambil menghadap qiblat, sebagai ma’mum karena Allah ta’ala.

Bacaan niat sholat subuh (Imam)

أُصَلِّى فَرْضَ الصُّبْح رَكَعتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً إِمَامًا لله تَعَالَى

“Usholli Fardlon Shubhi Rok’ataini Mustaqbilal Qiblati Adaa-an imaaman Lillahi ta’aala”

Artinya:

Aku niat melakukan sholat fardu subuh 2 rakaat, sambil menghadap qiblat, sebagai imam karena Allah ta’ala.

Takbiratul ihram

Setelah membaca niat sholat subuh, kemudian melakukan takbiratul ihram. Caranya, mengangkat kedua tangan serta membaca:

الله أَكْبَر

“Allahu akbar”

Artinya: Allah maha besar.

Membaca doa iftitah

Setelah takbiratul ihram, kedua belah tangan didekapkan pada dada kemudian membaca doa iftitah seperti berikut:

اللهُ اَكْبَرُ كَبِرًا وَالْحَمْدُ لِلهِ كَشِيْرًا وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَاَصِيْلًا . اِنِّى وَجَّهْتُ وَجْهِيَ لِلَّذِيْ فَطَرَالسَّمَاوَاتِ وَالْااَرْضَ حَنِيْفًا مُسْلِمًا وَمَا اَنَا مِنَ الْمُشْرِكِيْنَ . اِنَّ صَلَاتِيْ وَنُسُكِيْ وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِيْ لِلهِ رَبِّ الْعَا لَمِيْنَ . لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَبِذَ لِكَ اُمِرْتُ وَاَنَ مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ .

“Allaahu akbar Kabiroo Walhamdulillaahi Katsiiraa, Wa Subhaanallaahi Bukratan Wa’ashiilaa, Innii Wajjahtu Wajhiya Lilladzii Fatharas Samaawaati Wal Ardha Haniifan Musliman Wamaa Anaa Minal Musyrikiin. Inna Shalaatii Wa Nusukii Wa Mahyaaya Wa Mamaatii Lillaahi Rabbil ‘Aalamiina. Laa Syariikalahu Wa Bidzaalika Umirtu Wa Ana Minal Muslimiin.”

Artinya:

Baca Juga  Surat yasin Lengkap mp3

Allah Maha Besar dengan sebesar-besarnya, segala puji bagi Allah dengan pujian yang banyak. Maha Suci Allah pada waktu pagi dan petang. Sesungguhnya aku hadapkan wajahku kepada Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dengan segenap kepatuhan atau dalam keadaan tunduk, dan aku bukanlah dari golongan orang-orang yang menyekutukan-Nya.

Sesungguhnya sholatku, ibadahku, hidup dan matiku hanyalah untuk Allah Tuhan Semesta Alam, yang tidak ada sekutu bagi-Nya. Dengan yang demikian itulah aku diperintahkan. Dan aku adalah termasuk orang-orang muslim (Orang-orang yang berserah diri).

Membaca surat Al-Fatihah

Setelah membaca doa iftitah, kemudian membaca surat Al-Fatihah seperti bacaan di bawah ini:

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ (١) اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَۙ – (٢) الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِۙ – (٣) مٰلِكِ يَوْمِ الدِّيْنِۗ – (٤) اِيَّاكَ نَعْبُدُ وَاِيَّاكَ نَسْتَعِيْنُۗ – (٥) اِهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيْمَ ۙ – (٦)
صِرَاطَ الَّذِيْنَ اَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ ەۙ غَيْرِ الْمَغْضُوْبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّاۤلِّيْنَ – (٧)

“Bismillaahir-rohmaanir-rohiim. Al-hamdu lillaahi robbil-‘aalamiin. Ar-rohmaanir-rohiim. Maaliki yaumid-diin. Iyyaaka na’budu wa iyyaaka nasta’iin. ihdinash-shiroothol-mustaqiim, shiroothollaziina an’amta ‘alaihim ghoiril-maghdhuubi ‘alaihim wa ladh-dhooolliin.”

Artinya:

Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Segala puji bagi Allah, Tuhan seluruh alam. Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang. Pemilik hari pembalasan. Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan. Tunjukilah kami jalan yang lurus, (yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepadanya; bukan (jalan) mereka yang dimurkai, dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.

Keterangan: (Pada setiap rakaat dalam sholat wajib membaca surat Al-Fatihah).

Membaca surat-surat pendek

Selesai membaca surat Al-Fatihah, kemudian membaca surat atau ayat Al-quran. Surat pendek dibaca pada dua rakaat pertama. Namun berbeda dengan Al-Fatihah, membaca surat pendek hukumnya adalah sunah.

Setelah itu, dilanjutkan membaca surat-surat pendek, misalnya Surat Al-Ikhlas, Surat An-Nas, dan lainnya.

Rukuk dengan tuma’ninah

Setelah membaca surat surat pendek, kemudian mengangkat kedua tangan sejajar dengan bahu, sementara ujung-ujung jari sejajar telinga dan diikuti dengan bacaan takbir: “Allaahu Akbar”

Kemudian badan membungkuk, kemudian kedua tangan memegang lutut sehingga antara punggung dan kepala terlihat rata. Setelah itu, bacalah tasbih sebagai berikut:

Adapun bacaan untuk rukuk adalah sebagai berikut.

سُبْحَانَ رَبِّىَ الْعَظِيمِ وَبِحَمْدِهِ

“Subhaana rabbiyal adziimi wa bihamdih” (dibaca 3 kali)

Artinya: Maha Suci Tuhan Maha Agung serta memujilah aku kepada-Nya.

Ittidal

Selesai rukuk, kemudian badan kembali ditegakkan dengan mengangkat kembali kedua tangan sejajar dengan telinga sembari mengucapkan:

سَمِعَ اللَّهُ لِمَنْ حَمِدَهُ

“Sami’alloohu liman hamidah“

Artinya: Allah mendengar orang yang memuji-Nya.

Bacaan tersebut diucapkan sambil mengangkat kedua tangan sejajar dengan telinga dan berdiri tegak. Setelah itu kemudian membaca doa itidal sebagai berikut:

رَبَّنَا وَلَكَ الْحَمْدُ مِلْءَ السَّمَاوَاتِ وَمِلْءَ الْأَرْضِ وَمِلْءَ مَا شِئْتَ مِنْ شَيْءٍ بَعْدُ

“Rabbana lakal hamdu milus samawati wa mil ulardi wa mil umasyita min syaiin badu“

Baca Juga  10 Keutamaan Membaca Alquran Menurut Hadist

Artinya: Ya Allah Tuhan kami! Bagi-Mu segala puji, sepenuh langit dan bumi, dan sepenuh barang yang Kau kehendaki sesudah itu.

Sujud tuma’ninah (pertama)

Melakukan sujud pertama dengan cara sujud tersungkur dengan mengucapkan “Allahu Akbar” hingga kedua telapak tangan dan dahi serta hidung menempel pada sejadah.

Setelah dalam posisi sujud kemudian membaca tasbih sebagai berikut:

سُبْحَانَ رَبِّىَ الْأَعْلَى وَبِحَمْدِهِ

“Subhaana robbiyal ‘a’la wabihamdih“ (Bacaan doa sujud diucapkan sebanyak 3 kali).

Artinya: Maha Suci Tuhan Maha Tinggi serta memujilah aku kepada-Nya.

Kemudian bangun dari sujud dengan mengucapkan takbir “Allaahu Akbar” kemudian melakukan duduk di antara dua sujud.

Duduk antara dua sujud

Setelah sujud kemudian bangkit untuk memposisikan duduk antara dua sujud yang diikuti dengan bacaan “Allahu Akbar”. Dan setelah posisi sempurna kemudian membaca:

رَبِّ اغْفِرْ لِي ، وَارْحَمْنِي ، وَاجْبُرْنِي ، وَارْفَعْنِي ، وَارْزُقْنِي ، وَاهْدِنِي وَعَافِنِيْ وَاعْفُ عَنِّيْ

“Robbighfirlii warhamnii wajburnii warfa’nii wahdinii wa ‘aafinii wa’fu ‘annii“

Artinya: Ya Allah, ampunilah dosaku, belas kasihanilah aku dan cukupkanlah segala kekurangan dan angkatlah derajat kami dan berilah rizki kepadaku, dan berilah aku petunjuk dan berilah kesehatan kepadaku dan berilah ampunan kepadaku.

Kemudian mengucapkan “Allaahu Akbar” kemudian melakukan kembali sujud yang kedua kalinya.

Sujud tuma’ninah (kedua)

Sujud kedua, kedua dan ketiga dikerjakan seperti halnya pada waktu sujud yang pertama, baik caranya hingga bacaannya.

Adapun bacaan doa sujud yang harus diucapkan adalah:

سُبْحَانَ رَبِّىَ الْأَعْلَى وَبِحَمْدِهِ

“Subhaana robbiyal ‘a’la wabihamdih“

Artinya: Maha Suci Tuhan Maha Tinggi serta memujilah aku kepada-Nya.

Perhatikan: (Bacaan doa sujud diucapkan masing-masing sebanyak 3 kali).

Kemudian bangun dari sujud untuk berdiri tegak seraya mengucapkan “Allaahu Akbar” kemudian dilanjutkan untuk rakaat kedua.

Membaca doa qunut

Setelah i’tidal disunnahkan untuk membaca doa qunut sebagai berikut:

“Allaahummahdinii fii man hadaiit, wa aafinii fii man aafaiit, wa tawallanii fi man tawallaiit, wa baarik lii fiimaa a’thaiit. Wa qinii syarra maa qadhaiit. Fa innaka taqdhii wa laa yuqdhaa ‘alaiik. Innahu laa yadzillu maw waalaiit.
Wa laa ya’izzu man ‘aadaiit. Tabaarakta rabbanaa wa ta’aalait. Fa lakal-hamdu ‘alaa maa qadhaiit, Astaghfiruka wa atuubu ilaik wa shallallahu ‘ala sayyidina muhammadin nabiyyil ummuyyi wa ‘alaa aalihii wa shahbihii wa sallam.”

Artinya: Ya Allah, berilah aku petunjuk seperti orang-orang yang telah Engkau beri petunjuk. Berilah aku kesehatan seperti orang yang telah Engkau beri kesehatan. Pimpinlah aku bersama-sama orang-orang yang telah Engkau pimpin. Berilah berkah pada segala apa yang telah Engkau pimpin.

Setelah qunut, ucapkan takbir tanpa mengangkat kedua tangan lalu sujud dan duduk di antara dua sujud dan melakukan sujud yang kedua.

Duduk tahiyyat akhir

Tasyahud atau Tahiyyat akhir dilakukan saat rakaat kedua dalam sholat subuh. Adapun bacaan doanya adalah sebagai berikut:

التَّحِيَّاتُ الْمُبَارَكَاتُ الصَّلَوَاتُ الطَّيِّبَاتُ لِلَّهِ السَّلاَمُ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِىُّ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ السَّلاَمُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللَّهِ الصَّالِحِينَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ وَعَلَى آلِ سيدنا مُحَمَّد كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سيدنا إبْرَاهِيم وعَلَي آلِ سَيدنا إِبْرَاهِيمَ و بَارِِكْ عَلَى سيدنا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سيدنا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سيدنا إبراهيم و علي آلِ سيدناإِبْرَاهِيمَ في العالمين إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ

Baca Juga  Kisah Al Baqarah (Sapi Betina) di Zaman Nabi Musa

“Attahiyyatul mubarakaatus salawatut tayyibatu lillah. Assalamu alaika ayyuhan nabiyyu warahmatullahi wabarakatuh. Assalamu alaina wa ala ibadillahis salihin. Asyhadu alla ilaha illallah. Wa asyhadu anna Muhammadar rasulullah. Allahumma salli ala sayyidina Muhammad Wa ‘ala aali sayyidina Muhammad, Kamaa shollayta ‘ala sayyidina Ibrahim. Wa Baarik ‘ala sayyidina Muhammad wa ‘ala aali sayyidina Muhammad. Kamaa baarakta ‘ala sayyidinaa Ibrahim, wa ‘ala sayyidina Ibrahim, fil ‘aalamiina innaka hamiidun majiid.”

Artinya:

Segala penghormatan yang berkat solat yang baik adalah untuk Allah. Sejahtera atas engkau wahai Nabi dan rahmat Allah serta keberkatannya. Sejahtera ke atas kami dan atas hamba-hamba Allah yang soleh. Aku naik saksi bahawa tiada Tuhan melainkan Allah dan aku naik saksi bahawasanya Muhammad itu adalah pesuruh Allah. Ya Allah Limpahilah rahmad atas keluarga Nabi Muhammad. Sebagaimana Engkau selawatkan ke atas Ibrahim dan atas keluarga Ibrahim. Berkatilah ke atas Muhammad dan atas keluarganya sebagaimana Engkau berkati ke atas Ibrahim dan atas keluarga Ibrahim di dalam alam ini. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Agung.

Salam

Salam adalah gerakan terakhir dalam sholat dengan mengucapkan: “Assalamu ‘alaikum warahmatullah” dengan menoleh ke kanan, lalu mengucapkan kalimat salam kembali dengan menoleh ke kiri.

Hukum Meninggalkan Sholat

Setelah kita mengetahui bacaan niat sholat subuh yang dilengkapi dengan tata caranya dan doa qunut sholat subuh. Kali ini kita akan mencari tau apa hukum meninggalkan sholat.

Hukum meninggalkan sholat dalam surat Maryam, Allah menegaskan dalam firmannya:

“Lalu datanglah sesudah mereka pengganti (yang jelek) yang menyia-nyiakan shalat dan memperturutkan hawa nafsunya, maka mereka kelak akan menemui kesesatan, kecuali orang yang bertaubat, beriman dan beramal shaleh, maka mereka itu akan masuk surga dan tidak akan dirugikan sedikitpun.” (QS. Maryam, 59-60).

Dalam ayat lain Allah berfirman:

“Dan dirikanlah shalat, sesungguhnya shalat itu (dapat) mencegah perbuatan keji dan mungkar.” (Al-Ankabut: 45)

Banyak hal yang menjadikan seseorang dengan mudahnya menyia-nyiakan sholat, salah satunya sholat subuh. Padahal sudah jelas bahwa sholat merupakan rukun Islam yang kedua yang wajib ditunaikan. Namun sebagian umat Islam menganggapnya hal yang sepele.

Rasulullah pun menegaskan tentang hukum meninggalkan sholat yang diriwayatkan dari Buraidah bin Al Hushaib r.a, ia berkata, Aku mendengar Rasulullah Saw bersabda:

“Perjanjian antara kita dan mereka adalah shalat, barang siapa yang meninggalkannya maka benar benar ia telah kafir.” (HR. Abu Daud, Turmudzi, An Nasai, Ibnu Majah dan Imam Ahmad).

Riwayat lain, Rasulullah Saw bersabda:

“Sesungguhnya batas pemisah antara seseorang dengan kemusyrikan dan kekafiran adalah meninggalkan shalat.” (HR. Muslim).

Itulah sedikit penjelasan tentang bacaan niat sholat subuh yang dilengkapi dengan tata cara dan doa qunut sholat subuh serta hukum meninggalkan sholat. Semoga bermanfaat.