Tahun 2022, Dibuka Pilihan Pembelajaran Tatap Tampang Untuk Semua Akseptor Latih

 Dibuka Opsi Pembelajaran Tatap Muka Untuk Semua Peserta Didik TAHUN 2022, DIBUKA OPSI PEMBELAJARAN TATAP MUKA UNTUK SEMUA PESERTA DIDIK

Mulai Januari 2022, Dibuka Opsi Pembelajaran Tatap Muka Untuk Semua Peserta Didik. Dalam mengatasi learning loss yang disebabkan alasannya pandemic Covid-19, pemerintah menerapkan banyak sekali kebijakan Merdeka Belajar, antara lain dalam pengelolaan pembelajaran dibuka pilihan pembelajaran tatap muka untuk 100% atau semua penerima ajar, di bidang kurikulum terdapat pilihan penggunaan kurikulum darurat dan kurikulum prototipe.

 

Namun pilihan pembelajaran tatap paras untuk 100% atau semua akseptor latih cuma mampu dijalankan pada satuan pendidikan yang berada pada PPKM level 1 atau PPKM level 2 dengan syarat capaian vaksinasi takaran 2 pada pendidik dan tenaga kependidikan di atas 80% (delapan puluh persen) dan capaian vaksinasi takaran 2 pada warga masyarakat lansia di atas 50% dan peserta asuh sesuai ketentuan peraturan perundang-permintaan di tingkat kabupaten/kota.

 

Berikut ini ketentuan lengkap pembelajaran tatap paras di periode pandemi COVID-19 sebagaimana diungkapkan dalam SK 4 Menteri Terbaru tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran Di Masa Pandemt Coronavtrus Disease 2019 (Covid-19):

1) satuan pendidikan yang berada pada PPKM level 1 atau PPKM level 2, dijalankan pembelajaran tatap tampang terbatas dengan ketentuan selaku berikut:

a) satuan pendidikan dengan capaian vaksinasi dosis 2 pada pendidik dan tenaga kependidikan di atas 80% (delapan puluh persen) dan capaian vaksinasi takaran 2 pada warga masyarakat lansia di atas 50% dan penerima latih sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan di tingkat kabupaten/kota, pembelajaran tatap wajah dikerjakan:

(1) setiap hari;

(2) jumlah akseptor ajar 100% (seratus persen) dari kapasitas ruang kelas; dan

(3) usang mencar ilmu paling banyak 6 (enam) jam pelajaran perhari.

b) satuan pendidikan dengan capaian vaksinasi takaran 2 pada pendidik dan tenaga kependidikan sebanyak 50% (lima puluh persen) hingga dengan 80% (delapan puiuh persen) dan capaian vaksinasi takaran 2 pada warga masyarakat lansia sebanyak 40% (empat puluh persen) hingga dengan 50% (lima puluh persen) dan akseptor asuh sesuai ketentuan peraturan perundang-seruan di tingkat kabupaten/ kota, pembelajaran tatap paras dijalankan:

Baca Juga  boneka barbie yang amat menarik kita koleksi

(1) setiap hari secara bergantian;

(2) jumlah penerima ajar 50% (lima puluh persen) dari kapasitas ruang kelas; dan

(3) usang belajar paling banyak 6 (enam) jam pelajaran per hari.

c) satuan pendidikan dengan capaian vaksinasi dosis 2 pada pendidik dan tenaga kependidikan di bawah 50% (lima puluh persen) dan capaian vaksinasi takaran 2 pada warga masyarakat lansia di bawah 40% (empat puluh persen) di tingkat kabupaten/kota, pembelajaran tatap muka dijalankan:

(1) saban hari secara bergantian;

(2) jumlah akseptor ajar 50% (lima puluh persen) dari kapasitas rl-lang kelas; dan

(3) lama berguru paling banyak 4 (empat) jam pelajaran per hari.

2) satuan pendidikan yang berada pada PPKM level 3, dikerjakan pembelajaran tatap muka terbatas atau pembelajaran jarak jauh dengan ketentuan sebagai berikut:

a) satuan pendidikan dengan capaian vaksinasi dosis 2 pada pendidik dan tenaga kependidikan paling sedikit 40% (errpat puluh persen) dan capaian vaksinasi dosis 2 pada warga penduduk lansia paling sedikit 10% (sepuluh persen) di tingkat kabupaten/kota, pembelajaran tatap tampang terbatas dilaksanakan:

(1) saban hari secara bergantian;

(2) jumlah penerima bimbing 50% (lima puluh persen) dari kapasitas ruang kelas; dan

(3) usang mencar ilmu paling banyak 4 (empat) jam pelajaran per hari.

b) bagi satuan pendidikan dengan capaian vaksinasi dosis 2 pada pendidik dan tenaga kependidikan di bawah 40% (empat puluh persen) dan capaian vaksinasi dosis 2 pada warga masyarakat lansia di bawah 10% (sepuluh persen) di tingkat kabupaten/kota, dikerjakan pembelajaran jarak jauh.

3) satuan pendidikan yang berada pada PPKM level 4, dikerjakan pembelajaran jarak jauh.

 

Namun bagi sekolah yang hendak menerapkan pembelajaran tatap paras mesti dikenang bahwa pembelajaran tatap wajah terbatas di dalam kelas harus dijalankan dengan menerapkan protokol kesehatan, antara lain: a) memakai masker sesuai ketentuan yakni menutupi hidung, mulut dan dagu; b) menerapkan jaga jarak antar orang dan/atau antar kursi/meja paling sedikit 1 (satu) meter; c) menghindari kontak fisik; d) tidak saling meminjam peralatan atau peralatan belajar; e) tidak membuatkan masakan dan minuman, serta tidak makan dan minum bersama secara berhadapan dan berdekatan; f) menerapkan adab batuk dan bersin; dan g) rutin membersihkan tangan.

Baca Juga  Ini Juknis Penyaluran Sumbangan Pemerintah Sarana Chest Freezer Tahun 2022 (Peraturan Dirjen Pdspkp Nomor 34 Tahun 2021)

 

Bahkan seluruh pendidik dan tenaga kependidikan yang melakukan peran pembelajaran/bimbingan pada pembelajaran tatap tampang terbatas wajib telah mendapatkan vaksin COVID-19. Pendidik yang tidak diperbolehkan atau ditangguhkan menerima vaksin COVID- 19 sebab mempunyai komorbid tidak terkontrol atau kondisi medis tertentu menurut keterangan dokter, pelaksanaan peran pembelajaran/panduan pendidik dilaksanakan lewat pembelajaran jarak jauh.

 

Selain itu acara ekstrakurikuler dan olahraga di dalam dan di luar ruangan juga sudah bisa dijalankan sesuai dengan pengaturan pembelajaran di ruang kelas serta tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

 

Pakar epidemiologi Universitas Airlangga (UNAIR), Windhu Purnomo dalam laman gtk.kemendikbud menyatakan untuk pengaktifan PTM terbatas 100%, yang terpenting yakni prasyarat bahwa: (1) Semua (100%) pendidik/guru dan tenaga kependidikan yang hadir di satuan pendidikan yang bersangkutan sudah divaksinasi lengkap 2 takaran; (2) Anak didik di bawah 18 tahun tidak mesti telah divaksinasi lengkap, namun anak didik/mahasiswa berusia 18 tahun ke atas telah harus 100% divaksinasi; (3) Sedikitnya 70% Lansia di kawasan di mana PTM terbatas dijalankan telah divaksinasi lengkap 2 dosis; (4) Sarana, prasarana, dan patokan operasional prosedur (SOP) protokol kesehatan di satuan pendidikan yang bersangkutan mesti tersedia dan diimplementasikan 100%; dan (5) Surveilans sikap kepatuhan protokol kesehatan dan surveilans masalah di satuan pendidikan, juga di masyarakat, harus dilakukan secara terus-menerus.

 

Demikian informasi perihal Mulai Januari 2022, Dibuka Opsi Pembelajaran Tatap Muka Untuk Semua Peserta Didik. Kita berharap mudah-mudahan seluruh wilayah Indonesia di tahun 2022 telah bisa terbebaskan dari pandemic Covid-19. Dapat isu modern perihal pendidikan di ainamulyana.com


= Baca Juga =