Binary Option Dianggap Judi Online? Ini 5 Faktanya

binary option
binary option

Binary Option sedang menjadi perbincangan hangat di masyarakat dalam dua bulan terakhir. Ini terjadi lantaran banyak pihak yang menuding bahwa jenis ‘trading’ ini memiliki kemiripan dengan judi. Meski terdapat beberapa aset seperti Forex dan saham, Binary Option ternyata telah memakan banyak korban yang merasa bahwa mereka telah ditipu. Itulah mengapa Binary Option dianggap tidak berbeda dengan situs judi online yang sampai saat ini masih dilarang aksesnya oleh pemerintah Indonesia.

Munculnya kasus-kasus yang melibatkan platform Binary Option turut membuat citra aktivitas trading menjadi buruk. Pada akhirnya, banyak orang menganggap segala aktivitas trading online adalah bentuk perjudian. Padahal, jika ditelisik lebih jauh, tidak semuanya memiliki sistem seperti itu.

Bagi Anda yang masih belum begitu paham soal Binary Option, berikut 5 (lima) fakta terkait platform ‘trading’ tersebut:

1. Tebak Harga – Naik atau Turun

Seperti yang sudah disebutkan di atas, Binary Option merupakan, atau setidaknya mengklaim bahwa mereka adalah sebuah platform trading online. Para trader atau pengguna platform ini diharuskan memprediksi kemana arah harga sebuah aset. Hanya ada dua pilihan yang bisa diambil oleh trader, yaitu harga naik atau turun dalam jangka waktu tertentu.

Namun, sebelum menebak harga, para pengguna harus memilih jenis aset apa yang akan mereka perdagangkan. Beberapa pilihan yang tersedia antara lain mata uang konvensional, mata uang kripto, komoditas, hingga indeks saham.

2.  Pertaruhkan Uang

Setelah menentukan aset apa yang akan diperdagangkan, pengguna harus menebak ke mana arah kurva pada aset tersebut, apakah akan naik atau turun. Namun, para pengguna harus mempertaruhkan sebagian modal mereka. Modal ini sebelumnya harus sudah didepositkan oleh pengguna. Biasanya, nilai minimal deposit adalah USD 10.

Baca Juga  Jadwal Insentif Prakerja Berubah Setelah Dapat Sms Ini

Jika tebakan pengguna benar, pengguna akan memperoleh keuntungan, mulai dari 60 hingga 90 persen dari nilai yang dipertaruhkan. Tapi jika tebakan mereka salah, maka pengguna akan kehilangan seluruh dana yang dipertaruhkan. Sistem semacam ini sangat mirip dengan sistem pada judi online.

3.  Afiliator Ingin Pengguna Merugi

Sistem afiliasi sebenarnya sangat lazim digunakan oleh berbagai platform online. Sebab, sistem ini memudahkan platform tersebut untuk mendapatkan anggota atau konsumen baru. Sistem semacam ini juga diaplikasikan pada platform Binary Option ini.

Dalam sebuah wawancara, aktor Ichal Muhammad yang sebelumnya pernah menggeluti dunia Binary Option memberikan pernyataan yang cukup mengejutkan. Ia mengatakan bahwa platform Binary Option selalu ingin membuat orang atau pengguna mereka merugi. Hal ini pula yang diinginkan oleh para afiliator karena mereka akan mendapatkan komisi dari pengguna yang mereka rekrut.

4.  Tidak Punya Ijin

Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) menegaskan bahwa Binary Option merupakan platform ilegal. Pihak Bappebti mengklaim bahwa mereka tidak pernah mengeluarkan ijin kepada platform semacam itu. Sebab, dalam UU PBK (Perdagangan Berjangka Komoditi) melarang kegiatan tersebut. Bahkan, pada tahun 2021 kemarin, Bappebti mengklaim bahwa mereka telah memblokir 92 domain Binary Option.

Beberapa platform Binary Option yang diklaim ilegal antara lain: Binomo, Octa FX, Insta Forex, FBS, dan IQ Option. Ini cukup mengejutkan karena nama-nama tersebut cukup populer di Indonesia.

5.  Sempat Viral karena Kasus Pidana

Binary Option menjadi perbincangan akhir-akhir ini karena munculnya kasus yang melibatkan beberapa nama tenar. Seorang kreator konten Youtube meminta kepada dua Crazy Rich Indonesia, Indra Kenz dan Doni Salmanan untuk bertanggung jawab atas kerugian yang ia derita.

Baca Juga  TERBARU! 27 Test Motivasi dan Kemampuan Dasar Kartu Prakerja 2021

Kedua influencer tersebut diketahui sebagai ‘master’ trading, termasuk di Binary Option. Keduanya disebut telah melakukan penipuan terhadap banyak orang dengan kerugian yang cukup besar. Kreator ini sendiri mengklaim bahwa ia menderita kerugian mencapai Rp540 juta. Bahkan, ada beberapa orang yang disebut mengalami kerugian mencapai miliaran Rupiah.

Banyaknya kasus penipuan berkedok Binary Option menuntut kita untuk lebih waspada. Apabila ingin menginvestasikan dana di platofrm online, sebaiknya mencari rekomendasi terpercaya, terutama dari Bappebti. Broker komoditas maupun mata uang (forex) yang tidak mengantongi sertifikat Bappebti sudah dipastikan ilegal untuk beroperasi di Indonesia.