Industri Gaming Booming, Kuy Token Gandeng Lyto Ramaikan Pasar Kripto Indonesia

CRCOID – Kuy Token gandeng publisher game ternama di Indonesia, yakni Lyto.

Langkah ini diambil melihat penggunaan mata uang digital atau Kripto yang sangat populer dalam beberapa waktu terakhir.

Selain menjadi pilihan investasi, penggunaan kripto saat ini telah banyak diadaptasi di berbagai industri, salah satunya industri game.

Kolaborasi antara keduanya ini ditandai melalui kegiatan penandatanganan kerja sama yang dilakukan di sebuah acara non-fungible event (NFE), belum lama ini.

Baca Juga:
Wamendag Berharap Aset Kripto Indonesia Bisa Tembus Pasar Internasional

Founder dari KUY Token Edgart Hartono mengatakan, perusahaan melihat bahwa industri game merupakan salah satu industri yang cepat sekali mengadopsi teknologi Blockchain dan Kripto.

“Game yang menggabungkan penggunaan Blockchain dan Kripto sering disebut juga sebagai game ‘Play to Earn’ atau bermain untuk memberi keuntungan,” ujarnya melalui keterangan resmi, Kamis (31/3/2022).

Kuy Token dan Lyto
Kuy Token dan Lyto

Dia berharap, kehadiran Kuy Token dapat memajukan industri Kripto dan memfasilitasi industri lainnya ke dalam ekosistem Kripto.

Kuy Token sendiri adalah Kripto Token yang dibangun menggunakan teknologi Blockchain Indonesia, Vexanium.

Kuy Token diciptakan untuk memudahkan perusahaan game dan aplikasi di Indonesia untuk mengadaptasi sistem NFT, Blockchain, Metaverse, dan Play to Earn.

Baca Juga:
Ukraina Legalkan Transaksi Mata Uang Kripto

Dalam kerja sama tersebut, Kuy Token akan memfasilitasi Lyto dalam game Dekaron Online untuk masuk ke dalam ekosistem blockchain melalui Game Token, Wallet, NFT.

Bentuk kerja sama yang dihadirkan adalah pemberian reward kepada pemain game Dekaron Online dalam bentuk token.

Nantinya, token tersebut dapat dipakai untuk melakukan pembelian item di dalam game atau ditukarkan dengan KUY token untuk dimasukkan ke dalam dompet kripto.

Baca Juga  NFT Tweet Pendiri Twitter Dijual Lagi, dari Harga Miliaran Kini Hanya Jutaan



Source link