Usai Beli Twitter, Elon Musk Kini Incar Coca-Cola, Warganet: Mending Bantu Paytren

CRCOID – Setelah menghebohkan dunia dengan membeli Twitter seharga 44 miliar dolar AS atau sekitar Rp 633 triliun, Elon Musk kini punya keinginan lagi membeli perusahaan cola ternama, Coca-Cola.

Lewat akun Twitter-nya (28/4/2022), pendiri Space-X ini mengutarakan keinginanya membeli produk cola kenamaan itu karena ingin memperbaiki salah satu sistemnya.

“Next I’m buying Coca-Cola to put the cocaine back in (selanjutnya aku mau beli Coca-Cola dan mengembalikan kokain di dalamnya),” cuit Elon Musk.

Cuitan ini pun menuai perhatian warganet yang menanggapinya dengan beragam permintaan lain. Alih-alih menyeriusi keinginan Elon Musk, warganet justru meminta Elon Musk untuk membeli saham dan benda-benda lain.

Baca Juga:
8 Fakta Elon Musk yang Jarang Diketahui, Hobi Membaca dan Pernah Jadi Korban Bullying

Tak terkecuali warganet Indonesia yang turut berkomentar. Salah seorang pengguna Twitter bahkan menyarankan agar Elon Musk membeli saham Paytren atau menginvestikan uangnya di perusahaan milik Ustaz Yusuf Mansur tersebut.

Elon Musk mending bantu Paytren aja,” celoteh @pengwin****.

Aturan elon musk invest di paytren aja. barang berape triliun gitu. nggak dapet apa-apa emang, tapi pahala mah jangan ditanya. insya Allah jaminan akhirat,” sindir warganet lain menirukan gaya Ustaz Yusuf Mansur.

Sebenarnya elon musk daripada membeli twitter dengan harga segitu mahal mending beli paytren aja yang sudah jelas menolong umat dan akan diganti oleh alloh sebesar 10x lipat. Jadi elon musk beli paytren malah akan mendapatkan keuntungan yang besar dari alloh,” timpal warganet lain.

CEO SpaceX dan Tesla Elon Musk dilaporkan resmi membeli jaringan media sosial Twitter dan sudah dikonfirmasi.

Baca Juga:
Usai Dibeli Elon Musk, Pendiri Twitter Kebagian Uang Rp 14 Triliun

Baca Juga  Xiaomi Dilaporkan Curangi Hasil Tes Benchmark

Kesepakatan ditetapkan pada 54,20 dolar AS atau sekitar Rp 782.169 per saham secara tunai, dengan total nilai transaksi sekitar 44 miliar dolar AS atau senilai Rp 634,97 triliun.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS





Source link