Mulai Investasi Minim Resiko Dengan Reksadana

Sekarang dunia teknologi terus mengalami peningkatan yang sangat luar biasa canggihnya. Bahkan untuk peningkatan teknologi ini juga berpengaruh terhadap dunia investasi. Banyak sekali macam-macam jenis investasi yang bisa memudahkan masyarakat untuk mendapatkan keuntungan sebanyak-banyaknya.

Akan tetapi dengan banyaknya jenis investasi tidak berbanding lurus dengan munculnya para investor baru. Masih banyak juga dari kalangan masyarakat yang merasa takut ketika melakukan investasi karena masih takut. Bahkan juga ada sebagian masyarakat yang berpikir bahwa melakukan investasi membutuhkan biaya yang tidak sedikit.

Macam-Macam Pilihan Investasi Minim Resiko Dengan Menggunakan Reksadana

Tanpa disadari juga bahwa sekarang masih banyak juga macam-macam jenis investasi yang dikhususkan untuk para pemula. Tentunya untuk beberapa pilihan investasi tersebut juga mempunyai minim risiko yang akan terjadi dalm beberapa waktu kedepan, sehingga aman untuk dilakukan oleh para pemula yang ingin memulai investasi.

Seperti yang sudah dijelaskan di atas bahwa banyak sekali macam-macam jenis pilihan investasi minim resiko dengan menggunakan reksadana. Apalagi untuk para pemula yang ingin melakukan investasi harus berhati-hati, karena tidak semuanya memberikan keuntungan. Anda bisa baca mengenai reksadana dan cara memilihnya di page ini.

Ada beberapa pilihan investasi minim resiko dengan menggunakan reksadana yang bisa dipilih oleh kalangan masyarakat. Untuk beberapa pilihan yang bisa dipilih dan memberikan banyak keuntungan adalah:

1. Reksadana Pasar Uang

Kalangan masyarakat yang sudah menjadi seorang investor pemula, tentunya tidak asing lagi ketika sering mendengar investasi dengan minim resiko. Tentunya dengan instrumen tidak mempunyai banyak resiko ini banyak dilirik oleh kalangan masyarakat.

Baca Juga  Belajar Investasi : Mengenal Jenis Investasi

Tentunya dengan investasi yang sudah mempunyai slogan minim resiko sudah banyak diklaim tidak akan membuat masyarakat berada pada titik rugi. Pada kenyataanya untuk reksadana ini dibagi menjadi empat bagian yaitu pasar uang, pendapatan tetap, saham dan campuran.
Untuk masing-masing jenis reksadana yang sudah disebutkan di atas ini memberikan keuntungan dan resiko berbeda-beda. Sehingga tidak bisa disamakan antara jenis satu dengan lainnya.

Tidak dipungkiri juga bahwa para investor pemula sangat menginginkan jenis investasi yang mempunyai minim resiko. Selain itu, dengan memiliki reksadana pasar uang juga bisa menjadi pilihan utama ketika akan melakukan investasi.

Ketika memilih reksadana pasar uang ini akan memberikan resiko yang sangat rendah. Bahkan untuk mayoritas dananya akan langsung masuk kepada tahap deposito. Deposito yang diberikan untuk juga bisa disebut dengan surat yang sangat berharga.

Surat berharga atau deposito ini juga mempunyai jatuh tempo yang berada di kurun waktu dibawah satu tahun. Sedangkan untuk hasil return yang diberikan juga hasilnya lumayan, meski tidak besar seperti saham. Akan tetapi juga ada beberapa kalangan masyarakat yang memberikan hasil deposito yang lebih besar.

2. Obligasi Pemerintah

Pilihan investasi yang selanjutnya ada pada obligasi. Tentunya untuk obligasi yang dimaksud ini juga tidak sembarangan. Pilihan obligasi yang bisa dipilih oleh kalangan masyarakat adalah keluaran dari pemerintah atau ORI ( Obligasi Negara Ritel).

Pemerintah Indonesia juga sudah mengeluarkan ORI secara berkala. Bahkan untuk seri terbarunya berada di ORI015 dan sudah berhasil diterbitkan serta menjadi pilihan oleh kalangan masyarakat.
Ketika memilih ORI juga akan mendapatkan banyak tawaran melalui mitra distribusi di pasar perdana. Semua kalangan masyarakat yang ada di Indonesia bisa memilih dan menggunakan investasi ORI.

Baca Juga  Mengenal Jenis Asuransi Yang Ada Di Indonesia

Sudah banyak dari kalangan masyarakat yang merasakan bahwa untuk imbalan yang diberikan oleh ORI ini sangat menggiurkan. Untuk ORI015 bisa mendapatkan kupon pendapatan kurang lebih 8,25% pada setiap tahunnya.

Sedangkan untuk jatuh temponya berada di tiga tahun atau tiga puluh enam bulan.
Untuk bisa bergabung pada investasi ORI ini tidak memerlukan biaya atau modal sangat tinggi. Modal yang dibutuhkan untuk bisa bergabung pada ORI ini hanya bermodalkan minimal satu juta saja.

Menariknya lagi ketika melakukan investasi melalui ORI ini juga bisa membayar dengan mode kupon. Sehingga dengan cara tersebut akan diberikan jaminan sepenuhnya oleh pihak negara. Bahkan untuk resiko gagal dalam membayar pun juga sangat jarang terjadi.

3. Peer to Peer Lending (P2P)

Paling akhir dari pilihan investasi reksadana minim resiko ada pada Peer to Peer Lending (P2P). Saat ini P2P ini juga banyak digunakan oleh kalangan masyarakat untuk belajar fundamental investasi yang minim resiko.

Untuk pengertian dari peer to peer lending ini adalah salah satu bentuk marketplace yang dihubungkan antara pendana dan peminjam. Sehingga dengan adanya dua pihak tersebut bisa mewujudkan tujuan keuangan secara masing-masing.

Ketika sudah bergabung pada peer to peer maka pengikutnya akan diberikan kesempatan untuk meminjamkan sejumlah uangnya kepada individu maupun pelaku. Pada saat ingin bergabung pada P2P ini juga tidak membutuhkan modal yang terlalu besar.

Biaya yang dibutuhkan untuk bisa bergabung pada P2P ini adalah Rp.100.000,00 saja. Sedangkan untuk imbal hasil yang diberikan kepada para penggunanya bisa mencapai sampai dengan 21,32%.
Manfaat Memulai Investasi Dengan Minim Resiko
Ketika mempunyai banyak jumlah uang tidak akan bisa bertambah ketika tidak ada perputaran uang. Maka dari itu, salah satu langkah yang bisa diambil bisa memilih investasi yang mempunyai minim resiko.
Dengan melakukan investasi yang minim resiko akan merasa tenang karena semua aturan permainan sudah ada pengaturannya. Bahkan, untuk masalah keuntungan yang didapatkan juga terus stabil dan diberikan secara seutuhnya.
Nah, itu dia beberapa pilihan macam-macam jenis investasi reksadana yang mempunyai minim resiko. Besar harapan dengan penjelasan di atas bisa membantu kalangan masyarakat yang ingin melakukan investasi reksadana.

Baca Juga  Wah, BNI Buka Cabang di Metaverse