TERUNGKAP! Begini Aksi Bejat Kiai Fahim Cabuli Santriwati di Kamar Khusus Pakai Finger Print

Selebtek.CRCOID – Kiai Muhammad Fahim Mawardi, pengasuh Pondok Pesantren Al Djaliel 2 di Desa Mangaran, Kecamatan Ajung, Kabupaten Jember, Jawa Timur dilaporkan polisi terkait dugaan pencabulan terhadap sejumlah santriwati di bawah umur. 

Menurut pengakuan istri sang kiai Jember, Himmatul Aliyah saat membuat aduan di Unit PPA Polres Jember, kiai Fahim memasukkan ke kamar khusus yang hanya bisa diakses oleh sang kiai. 

Kepada Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Jember Iptu Dyah Vitasari seperti dikutip detikcom, Himmatul mengatakan bahwa ada kamar khusus sang kiai yang berada di lantai 2 bangunan ponpes. Kamar itulah yang diduga digunakan untuk berbuat zina dengan mencabuli para santriwati. Sementara kamar pribadi kiai dan istrinya berada di lantai 1.

“Untuk masuk ke kamar (khusus) di lantai 2 itu menggunakan teknologi IT. Kunci atau pintu masuk dipasangi alat khusus finger print, juga nomor pin atau password tertentu sehingga sulit untuk masuk ke dalam ruangan itu,” kata Polwan yang akrab disapa Vita, Kamis (5/1/2023).

Baca Juga:FAKTA! Soal Kiai Fahim Mawardi Gagahi Para Santriwati Diungkap Istri di Depan Polisi

Menurut Vita, aksi bejat sang kiai ini sebenarnya sudah dicurigai oleh sang istri sejak lama. Sebab, ada aktivitas yang dilakukan oleh sang kiai setiap dini hari. 

“Jadi Bu Nyai (istri Kiai) ini melakukan konsultasi ke Polres Jember. Tanya ke bagian PPA Polres Jember. Beliau ini melakukan pengaduan, jika pak kiai ini, disebut sering kalau malam memasukkan santrinya ke dalam ruangan khusus berbentuk kamar atau ruang pribadi pak kiai. Masuknya dari malam, keluarnya sekitar jam 1-3 dini hari,” kata Iptu Vita. 

Baca Juga  Rizky Ridho Janji Tampil Maksimal untuk Revans

Terkait kasus dugaan pencabulan oleh sang kiai pengasuh Pondok Pesantren Al Djaliel 2, VIta menyarankan kepada istri kiai agar bisa membawa para santri yang sudah menjadi korban untuk melapor polisi. Sehingga dugaan pencabulan bisa diproses.

“Sehingga kita sarankan, nanti Bu Nyai ini bisa membawa para korban, santri yang dimasukkan ke dalam kamar khusus, untuk dijemput dan didampingi orang tuanya satu persatu. Sehingga bisa dimintai keterangan,” ujar Vita.

Baca Juga:Tubuh Kerempeng dan Bagian Intim Olla Ramlan Jadi Sorotan, Apa yang Terjadi?

Source link