Baca Cara Niat Qadha Puasa Ramadan, Panduan Lengkap Puasa Pengganti

[*][*]

Qadha Puasa Ramadan merupakan puasa pengganti bagi kita umat Muslim. Pernah punya hutang saat puasa ramadan lalu, berikut kami bagikan cara baca niat Qadha puasa Ramadan.

Artikel ini membuat panduan lengkap puasa pengganti ramadan buat sobat serang.CRCOID. Bagi yang tahu dapat melaksanakannya, tapi bagi yang lupa berikut tata cara doa dan niat puasa pengganti Ramadan (Qadha puasa Ramadan).

Untuk sobat perempuan yang sedang hamil sangat tidak dianjurkan, dan termasuk bagi sobat yang sedang punya dedek bayi.

Di bawah ini merupakan bacaan dan niat Qadha puasa Ramadan termasuk panduannya.

Baca Juga:Venna Melinda : Dulu Ingin Mati di Pangkuan Abi, Sekarang Cintaku hilang Tak Berbekas

“Nawaitu shauma ghadin ‘an qadha’I fardhi syahri Ramadhana lillahi ta‘ala”

Artinya: “Aku berniat untuk mengqadha puasa Bulan Ramadhan esok hari karena Allah SWT”.

Anjuran niat dan bacaan doa tersebut termuat dalam surat Al Baqarah ayat 185.

“Dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain”, (QS Al Baqarah: 185).

Ini salah satu cara dalam melunasi hutang puasa ramadan sebelumnya. Sehingga untuk melunasi, sobat dapat melakukannya dengan mengikuti tata cara atau panduannya dengan baik dan benar.

Baca Juga:Nikita Mirzani Bantah Baikan, Meski Bunda Corla dan Maharani Kemala Sudah Minta Maaf

Lalu bagaimana caranya? Niat qadha (qadho) puasa Ramadan bisa kamu lakukan kapan saja, akan tetapi dalam artikel ini menganjurkannya di malam hari.

Sebab, makruh hukumnya bila sobat memulai terlebih dahulu puasa sunnah (kutip buku Risalah Puasa by Sultan Abdillah).

Acap kita menyebutnya puasa Senin dan Kamis, puasa Syawal, Ayyamul Bidh, Tasu’a, Asyura, Daud, dan lainnya.

Baca Juga  Bangga! RSPP Jakarta Gabung Mayo Clinic, Bisa Akses Ilmu Kedokteran Terbaru Hingga Konsultasi dengan Pakar Dunia

Jadi jangan lupa sobat serang.CRCOID untuk menunaikan qadha puasa ramadan. Walau tidak ada dalil untuk melakukan secara berurutan, akan tetapi elok rasanya melakukannya.

Hal itu itu sebut HR Daruquthni, “Ia boleh melakukan secara terpisah, dan ketika ia berkehendak maka silakan menunaikannya”.

Bagaimana sudah tahu tata cara dan bacaan doa niat puasa pengganti? Selamat menunaikan semoga jadi amal ibadah bagi kita semua. [*]


Loading…

[*]Source link